Generasi tahun 90-an itu memang indah. Berbeda dengan generasi milenium sekarang yang serba canggih atas keberadaan teknologi. Sampai dalam permainan pun menggunakan teknologi yang ada di smartphone, playstation, maupun x-box. Inilah yang membedakan generasi sekarang dengan generasi 90-an. Dari segi permainan, generasi 90-an masih bermain permainan tradisional yang berinteraksi langsung dengan yang lain. Berbeda dengan generasi sekarang yang lebih individualis. Berikut beberapa permainan di era generasi tahun 90-an.

Petak Umpet

petak-umpet

 

Permainan yang bisa dilakukan 2 orang hingga lebih ini merupakan permainan yang umum dimainkan oleh generasi 90-an hingga sekarang. Permainan di mana para pemain berusaha bersembunyi dari si penjaga yang berusaha mencari dan menemukan mereka. Terkadang tempat persembunyiannya pun di tempat-tempat yang sulit dijangkau.

Bentengan

bentengan

 

Tujuan dari permainan ini adalah menyerang dan mengambil alih “benteng” lawan yang dimainkan oleh dua grup terdiri dari 4-8 orang (bahkan lebih dari itu). Masing-masing grup memilih salah satu tempat sebagai “kandang” atau markas (biasanya tiang, pilar, bahkan pinggiran tembok). Di era 90-an permainan ini biasa dimainkan di lapangan terbuka, sekolah, bahkan di gang kecil sekali pun.

Kelereng

kelereng

 

Ini dia si KELERENG! Ya, bagi para anak laki-laki era 90-an ini menjadi permainan primadona dahulu kala (jaman purba kali yaa). Bermain kelerang yang banyak banget jenisnya ini bisa jadi ajang eksistensi ketika dulu. Apa lagi untuk masalah jumlah dan jenis kelereng yang dikoleksi. Bahkan, ketika banyak jumlah dan jenis (dari ukuran kecil-besar dan macam corak) ini menjadi ajang pamer sesama teman. (Inget jaman dulu juga, hahaha)

Congklak

congklak

 

Congklak di Indonesia banyak istilahnya. Di Jawa, congklak dikenal dengan nama congklak, dakon, dhakon, atau dhakonan. Kalo di Sumatera dikenal dengan istilah congkak dan sedangkan di Lampung istilah congklak adalah dentuman lamban. Orang Sulawesi menyebut congklak dengan istilah mokaotan, maggaleceng, aggalacang, dan nogarata. Permainan ini menggunakan media berupa papan yang biasanya terbuat dari kayu atau plastik dan diisi oleh 98 biji congklak. Kalo cara permainannya mungkin kalian udah ngerti semua, hehehe.

Lompat Tali

lompat-tali

 

Nah ini dia salah satu favorit permainan bagi kalangan anak perumpuan. Permainan ini masih eksis hingga sekarang. Untuk penyebutan dari jenis permainan ini sangat banyak di Indonesia walaupun maksud dan tujuannya tetap sama. Agar dapat memainkan permainan ini dibutuhkan sejumlah karet gelang yang cukup untuk dijadikan tali dengan cara dianyam memanjang (sekitar 3-4 meter). Pada permainan ini dibutuhkan 4 orang yang saling bergantian, ada yang memegang tali 2 orang dan 2 orang lainnya melompat dengan level yang bertambah.

Gasing

gasing

 

Ada yang menarik tentang permainan gasing ini. Gasing mainan yang bisa berputar pada poros dan berkesimbangan pada suatu titik ini merupakan permainan tertua yang ditemukan di berbagai situ arkeologi dan masih bisa dikenali. Gasing tidak hanya sebuah permainan tetapi ada yang menggunakannya sebagai ajang ramalan nasib (ayo siapa yang mau diramal nasibnya, hehe).

Monopoli

monopoly-board

 

Permainan yang satu ini seru dimainkan ketika menghabiskan waktu luang. Ya, permainan ini namanya Monopoli. Sejarah permainan ini tidak terlepas dari permainan yang serupa sebelumnya yang bernama ‘The Landlord’s Game‘ yang diciptakan oleh Elizabeth Magie. Magie memperkenalkan permainan ini pada tahun 1904. Cukup tua juga ya permainan ini.

Ular Tangga

ular-tangga

 

Permainan yang diciptakan pada tahun 1870 ini digemari generasi 90an sebagai permainan anak-anak. Untuk memainkannya dibutuhkan 2 orang atau lebih menggunakan papan kotak-kotak yang bergambar ‘ular’ dan ‘tangga’ serta bidak. Biasanya bila seseorang mendapatkan angka 6 dari dadu maka mereka mendapatkan giliran sekali lagi.

Adu Biji Karet

biji-karet

 

Inget dengan mainan satu ini? Permainan ini gemar dilakukan oleh anak-anak ketika SD. Modalnya hanya biji karet dengan diadu dengan biji karet punya lawan. Cara memainkannya sangat mudah dengan ‘diadu’ biji karet setiap kali gilirannya. Siapa yang biji karetnya yang hancur terlebih dahulu maka dikatakan kalah.

Tamiya

tamiya

Permainan satu ini pasti kalian akan ingat. Sampai-sampai dibuatkan juga serie animenya yakni kartun ‘Let’s & Go’. Untuk memainkannya dibutuhkan satu tamiya yang diadu kecepatannya di arena balapan tamiya. Tamiya yang tercepat akan menjadi pemenangnya. Sampai-sampai dulu permainan ini paling bergengsi di kalangan anak laki-laki. Agar dapat melaju dengan cepat dibutuhkan beberapa ‘onderdil’ untuk meningkatkan kecepatan tamiya.

Tamagotchi

tamagotchi

 

Nah ini dia salah satu permainan generasi 90-an yakni Tamagotchi. Permainan ini udah modern di era 90-an. Tamagotchi merupakan konsol permainan yang diluncurkan oleh perusahaan permainan Jepang. Butuh kesabaran ekstra bermainan ini karena harus memelihara ‘Tamagotchi’ dengan memberi makan, membersihkan kamar, bermain dengan ‘Tamagotchi’.

Kalian pasti akan kangen dengan permainan ini bagi kalangan generasi 90-an. Berbeda dengan generasi anak-anak sekarang yang permainannya serba teknologi.

Baca juga : 10 Hal Bete Saat Bermain Game

Sumber Foto : (Istimewa)