Dr. Rizal Ramli, Mantan Menko Perekonomian RI dan Prof. Intan Ahmad, Dirjen Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, menjadi keynote speaker pada acara Simposium Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok yang diselenggarakan pada (28/5) lalu di Hangzhou, RRT. Simposium ini adalah simposium ke-6 yang diadakan oleh PPI Tiongkok, dan mengambil tema “Kompas Masa Depan Mahasiswa Indonesia Lulusan Tiongkok: Membangun Negeri dengan Mengoptimalkan Potensi Anak Bangsa”.

Pada saat menyampaikan materinya,Dr. Rizal Ramli dan Prof. Intan Ahmad memberikan banyak wawasan baru di bidang ekonomi dan tips-tips untuk pelajar Indonesia yang menjalani pendidikan di Tiongkok. Prof. Intan Ahmad juga turut menjelaskan kepada peserta simposium akan pentingnya penyetaraan ijazah setelah lulus.

Wawasan yang diberikan kepada peserta simposium ini sesuai dengan tema yang diambil. Katherine Fenata, Wakil Ketua Panitia Simposium PPI Tiongkok 2017, menyampaikan bahwa diharapkan acara ini dapat memberikan tuntunan bagi pelajar Indonesia pasca kelulusan. “Pihak panitia ingin memberikan tuntunan bagi pelajar Indonesia setelah lulus agar lebih mantap memilih arah tujuan setelah lulus,” kata Katherine.

Hasil diskusi dari simposium pun diharapkan dapat membantu mahasiswa-mahasiswa Tiongkok untuk menentukan langkah yang akan diambil setelah selesai kuliah. “Kami juga berharap setelah simposium ini tidak ada lagi teman-teman pelajar yang bingung mau melanjutkan studi atau bekerja setelah lulus,” tambah Kaezar Evandhy, Ketua Simposium PPI Tiongkok 2017.

Simposium ini menghadirkan pula empat pembicara lain yang merupakan ahli di bidangnya masing-masing, yakni Prof. Richardus Eko Indrajit (Ketua Pakar IT Kementerian Pertahanan RI), James Hartono (Founder dan CEO Yestar Healthcare Holdings Ltd.), Jonna Widhagdo Putri (Pengajar Ilmu Hubungan International dan Penerjemah Bahasa Mandarin untuk Presiden RI ke 6 dan ke 7), dan Fitriyani Bukri (Alibaba Social Media – Global Management Expert).