“Jika karpet itu berganti lima kali, aku akan menjumpaimu di tempat dua ular saling berlilitan pada tongkatnya, saat Proklamasi dibacakan.”

Siapa sangka penggalan teka-teki dalam novel karya Fajar Nugros dan Artasya Sudirman berjudul Adriana ini berasal dari sebuah lift di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang terletak di Salemba, Jakarta Pusat. Kalau kamu mahasiswa atau pelajar aktif yang sedang menulis tugas, jurnal atau skripsi pasti tak asing dengan pusatnya perpustakaan yang dikelola oleh pemerintah dan di kerap disingkat dengan Perpusnas ini. Memang, dewasa ini modernisasi melingkupi seluruh keperluan masyarakat tak terkecuali kebutuhan membaca atau mendapatkan informasi. Baik koran, majalah bahkan buku pengantar pelajaran atau kuliah pun tersedia dalam ebook (tidak semua resmi, tentunya).

Tapi tidak semua orang suka lho membaca dalam format digital. Mereka yang lebih suka untuk membaca dan mencari referensi dalam wujud buku pastilah kerap mengunjungi toko-toko buku  legend di Jakarta seperti Gramedia Matraman, Gunung Agung hingga yang di pinggiran seperti kawasan Kwitang. Namun bagaimana dengan koleksi lawas dan terbatas?  Sudah pasti perpustakaan dong solusinya. Jangan kira Jakarta cuma punya mall dan taman hiburan serta gedung perkantoran yang menjulang tinggi. Berbagai perpustakaan keren tersebar di wilayah Jakarta. Perpustakaan apa saja yang ada di Ibu kota?

Seperti yang sudah disebutkan di atas, Perpusnas adalah perpustakaan terbesar dan terlengkap yang ada di Jakarta, bahkan di tingkat nasional. Di sana, kamu bisa langsung membuat kartu anggota dan kartu tersebut akan menjadi akses masuk sekaligus mendapatkan kunci loker. Tidak boleh sembarangan membawa tas dan jika kebetulan perlu membawa laptop, petugas akan memberikanmu tas jinjing untuk membawanya ke dalam ruang baca. Perpusnas tidak membuka koleksinya untuk dapat dipilih langsung oleh pengunjungnya, jadi kamu harus mnulis buku apa yang akan dibaca dan menyerahkannya pada petugas. Tapi tenang, ruang bacanya rapih dan bersih kok, jadi membaca di tempat  juga terasa nyaman.

Selain tingkat nasional, tentunya ada tingkat daerah. Yup, Perpustakaan Daerah DKI Jakarta yang tersebar di seluruh Kotamadya. Meskipun tidak selengkap Perpusnas, namun Perpustakaan Daerah tetap nyaman dikunjungi. Gedung-gedung Kementrian biasanya juga memiliki perpustakaan sesuai dengan bidang atau konsentrasinya. Cuma saja tidak banyak orang mau mengunjungi karena khawatir sulit untuk masuk ke dalamnya karena merupakan bagian dari gedung pemerintahan. Beberapa pusat kebudayaan luar negeri yang ada di Jakarta juga menyimpan perpustakaan di dalamnya. Yang ini cocok bagi kalian yang sedang mengincar studi ke negara tersebut.

Bagaimana dengan perpustakaan yang dikelola oleh swasta? Beberapa perpustakaan ‘membuka diri’ untuk dikunjungi oleh siapa saja. Ada yang murni perpustakaan dan memungut biaya tertentu, ada juga yang bukan  cuma sekedar wadah mencari referensi, namun juga dapat berfungsi ganda sebagai café. Terlepas dari café atau bukan, yang jelas kamu bisa membaca seluruh koleksi yang ada dengan bebas di tempat. Ruangannya pun nyaman dengan fasilitas yang memadai serta udara yang tidak pengap karena AC berfungsi dengan baik. Bagi kamu yang hobi hunting foto untuk instagram, perpustakaan sekaligus café ini juga menarik hlo untuk dijadikan objek.

Perpustakaan keliling juga terus digelar oleh pemerintah daerah. Ini adalah hal baik yang perlu direspon baik juga oleh kita sebagai masyarkat, khususnya anak-anak. Dengan adanya perpustakaan-perpustakaan yang terus menjaga eksistensinya dengan pengembangan dan promosi yang membaik, maka minat untuk membaca juga akan meningkat.