Perancis, tidak diragukan lagi, menjadi salah satu kiblat masakan di dunia. Negara berbentuk heksagonal ini memiliki ragam makanan yang dikenal baik di seluruh dunia. Sebut saja makanan ringan seperti croissant atau macaron serta beberapa hidangan utama, misalnya ratatouille atau escargot.

Namun, dibalik hingar-bingar kulinernya dengan rasa nyaris tak tercela, Perancis ternyata juga memiliki beberapa jenis masakan yang kontroversial, terutama dari segi bahan baku. Salah satunya adalah foie Gras.

Foie Gras yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘hati berlemak’ adalah masakan yang dibuat dari hati unggas air dengan penggemukkan. Di Perancis, foie gras terbilang salah satu masakan populer. Mereka menyebutkan bahwa makanan ini merupakan simbol keterjagaan budaya kuliner Perancis.

Rasanya sangat kaya, bertekstur lembut. Namun cita rasanya tidak seperti hati unggas biasa. Biasanya foie gras disajikan utuh dengan tambahan saus mousse, parfait, pâté, atau juga dijadikan pendamping masakan lain, contohnya steak.

Hati yang diambil berasal dari angsa atau itik yang sebelumnya telah diberi makan jagung dengan olahan lemak. Pakan inilah yang kemudian masuk ke dalam perut hewan tersebut melalui tenggorokannya menggunakan alat berbentuk selang, atau yang lebih dikenal sebagai teknik gavage.

Teknik gavage tercatat pertama kali diterapkan pada 2500 tahun SM, saat bangsa Mesir Kuno mulai menangkar burung untuk dijadikan bahan masakan dengan menggemukkannya terlebih dahulu. Burung-burung tersebut dipaksa untuk memakan pakan mereka.

Tentunya teknik memaksakan-menelan-pakan atau force-feeding menyulut banyak kontroversi. Beberapa negara dan lembaga yurisdiksi bahkan menerbitkan hukum yang mengecam penggunaan teknik force-feeding.

Cara mereka dinilai menyiksa binatang, belum terhitung konsekuensi kesehatan serta pembesaran hati unggas tersebut.

Organisasi pecinta hewan seperti PETA dan Viva! mengungkapkan bahwa metode produksi foie gras, khususnya teknik force-feeding, terhitung sebagai tindak kekejaman dan perilaku brutal kepada binatang.

Lebih spesifik, pembesaran hati berkali-kali lipat dari ukuran normal dapat berdampak kegagalan fungsi liver, pembusungan dada yang membuat unggas sulit bernapas, serta kerusakan esofagus. Bahkan tidak menutup kemungkinan mematikan jika dilakukan terus menerus .

PETA menerangkan bahwa memasukkan dan mengeluarkan tabung penyalur pakan yang dilakukan berkali-kali dapat menggores dan melukai tenggoroan yang mengakibatkan iritasi dan infeksi.

Sejauh ini, Perancis berada di peringkat teratas sebagai negara produsen sekaligus konsumen foie gras terbesar di dunia. Peringkat teratas ditempati beberapa negara di Uni Eropa, serta Amerika Serikat dan Cina. Di Jakarta, kita dapat menemukan sajian ini di beberapa restoran internasional.