Jakarta, Indoneside.com – Kali ini pernyataan Donald Trump Presiden Amerika Serikat menjadi kontroversial atas pernyataannya mengenai pengakuan Yerussalem sebagai ibukota Israel. Pengakuan yang disampaikan oleh Donald Trump membuat banyak yang bereaksi mengecam hal tersebut.

Salah satu organisasi kemahasiswaan yang memiliki asas-asas nasionalisme GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) pun turut berbicara. “Saya mengutuk keras atas pernyataan Presiden Amerika Serikat yang mengakui sepihak Yerussalem sebagai ibukota Israel”, ujar Robaytullah Kusuma Jaya Ketua Umum DPP GMNI.

Menurut Robaytullah Kusuma Jaya yang biasa disapa Bung Roy, pernyataan tersebut sangat bertentangan dengan amanah UUD 1945. Karena dalam UUD 1945, bangsa Indonesia terlibat dalam perdamaian dunia dimana adanya pernyataan tersebut sangat bertentangan dengan amanah UUD 1945.

(Baca juga : Akhiri Kongres, GMNI Temukan Pemimpin Barunya)

Bung Roy selaku Ketua Umum DPP GMNI menyerukan kepada kader-kader GMNI untuk turut andil dalam mengawal isu ini. Keberpihakan GMNI jelas mendukung hak-hak dan kemerdekaan Palestina dengan semangat perdamaian dunia.

Berikut adalah pernyataan sikap dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Sikap GMNI Terhadap Pengakuan Sepihak Trump Mengakui Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

Donald Trump (Presiden Amerika Serikat) pada tanggal 6 Desember 2017 di Gedung Putih resmi mengakui Yerussalem sebagai Ibukota Israel. Pada peryataannya, Donald Trump mengatakan akan memindahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tell Aviv ke Yerussalem. Pernyataan Donald Trum tsb merupakan pengakuan sepihak oleh Pemerintah Amerika Serikat. Hal ini merupakan pelanggaran Donald Trump terhadap perjanjian yang tercantum dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB, Perjanjian Madrid 1992, Perjanjian Oslo I Tahun 1993, Kesepakatan Kairo Tahun 1994, Perjanjian Oslo II Tahun 1996 , Perjanjian Hebron Tahun 1997, Memorandum Wye River Tahun 1998, Perundingan Camp David Tahun 2000, Road Map Peace Tahun 2002 hingga Memorandum Sharm El-Sheikh dan pertemuan Washington. Berdasarkan hal-hal di atas, GMNI bergerak dan menentukan sikap dimana tertuang pada berikut ini.

Sikap GMNI

“Amerika Serikat sudah terlalu jauh mencampuri urusan Israel-Palestina”

Untuk itu, atas nama perdamaian dunia yang teruang dalam amanah UUD 1945 sikap GMNI, yakni :

1. Mengutuk dan menolak keras pengakuan sepihak oleh Trump bahwa Yerusalem merupakan ibukota Israel.
2. Menyerukan pemerintah Indonesia melalui Presiden Republik Indonesia untuk menggalang negara-negara anggota KAA (Konferensi Asia-Afrika) menentang kebijkaan Trump atas Yerusalem.
3. Mendesak Menteri Luar Negeri Indonesia untuk memberikan Nota Protes kepada pemerintah Amerika Serikat atas pengakuan sepihak bahwa Yerusalem merupakan ibukota Israel.
4. Mendukung pemerintah Indonesia untuk konsisten membela kemerdekaan dan hak-hak Palestina.
5. Mendesak Pemerintah Indonesia untuk membuka Forum Question To Palestine di forum OKI (Organisasi Kerjasama Islam) yang akan diselenggarakan di Istanbul, Turki pada tanggal 13 Desember 2017.

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia

Robaytullah Kusuma Jaya