Dimasa yang serba instan, banyak warganet yang tiada hentinya melemparkan informasi kepada orang lain tentang apa saja yang pantas untuk dipahami khalayak luas. Beribu-ribu berita setiap harinya diupload oleh portal berita. Tak jarang, dalam satu tema mampu menghasilkan berita yang berbeda sudut pandang.

Akan tetapi, kelemahan utama dari warganet adalah sulitnya mengamini informasi yang ia baca dalam sebuah berita. Lebih parahnya lagi, banyak warganet yang terpancing emosinya saat membaca sebuah berita yang belum tentu informasi tersebut benar adanya.

Didalam sebuah arus globalisasi informasi yang syarat kepentingan, berita yang bernilai netral adalah utopis adanya. Informasi netral saat ini hanya terdefinisikan melalui pelajaran yang ada di kuliahan hingga kita akhirnya naif melihat bahwa tidak ada satupun media yang tidak memihak pada beberapa hal. Oleh karena itu sebagai warganet yang bijak kita harus memahami apa saja yang harus kita lakukan agar mampu bijak saat menerima informasi dari suatu berita. Cara-cara tersebut antara lain :

1. Cover Both Side

There Are Two Side To Every Story (Sumber :pinimng)

Permasalahan utama warganet adalah mudah terpancing dalam satu informasi tanpa diverifikasi dengan perspektif yang berbeda. Orang-orang seperti ini adalah kaum sumbu pendek yang sangat sensian dalam membaca informasi yang menyangkut interest yang ia miliki. Oleh karena itu, alangkah baiknya kita membandingkan informasi yang kita dapat dalam suatu portal berita, dengan portal berita lainnya yang memiliki tema yang sama. Perbandingan tersebut tentunya akan mengajak kita untuk menyaring kembali apa saja informasi valid yang kita terima.
2. Kenali Kepemilikan Media

Kepemilikan Media di Indonesia (Sumber:anak-komunikasi.com)

Media bekerja untuk si pemilik modal. Kalimat ini harus kalian camkan baik-baik. Independensi sebuah media pada dasarnya tergantung pada interest apa yang dimiliki oleh sipemilik modal. Apabila pemilik modal sebuah portal media adalah seorang politisi. Maka sajian berita yang dihasilkan akan condong memihak pada apa yang pemilik modal tersebut amini. Apabila pemilik media tersebut adalah pebisnis, maka berita yang disajikan akan tidak jauh dari adverotial bisnis yang dia jalani.
3. Berani keluar dari zona nyaman

Tangung jawab dalam menerima informasi

Kadang-kadang, kalian harus memahami bahwa informasi yang kalian pilih untuk kalian baca adalah sebuah pantulan diri kalian. Maksudnya adalah rata-rata berita yang seseorang baca sering kali tidak bisa lepas dari pemahaman dirinya. Padahal seiring berkembangnya arus informasi, kita harus mampu untuk menerima informasi dari hal – hal yang tidak kita ketahui sebelumnya hingga informasi yang berseberangan dari apa yang kita yakini selama ini. Cara ini secara tidak langsung akan membuat seseorang menjadi open minded dan lebih bijak dalammenerima perbedaan.