INDONESIDE – Kemenpar dan PPI Tiongkok Susun Strategi Promosi Pariwisata IndonesiaPariwisata adalah salah satu sektor ekonomi terpenting di Indonesia, menempati posisi kedua setelah Migas dalam hal penerimaan devisa negara. Hal ini menjadi penting bagi Indonesia karena memiliki banyak potensi wisata yang luar biasa, seperti wisata alam, sejarah, belanja, dan juga kuliner.

Presiden Joko Widodo sendiri aktif mempromosikan pariwisata Indonesia di mancanegara, salah satunya dengan Tiongkok. Saat kunjungan presiden Jokowi ke Tiongkok tahun 2016 lalu, presiden Tiongkok, Xi Jinping berkomitmen untuk mendatangkan 10 juta wisatawan Tiongkok ke Indonesia.

Namun, pola sosial media yang cukup berbeda di Tiongkok menjadi tantangan tersendiri untuk promosi pariwisata Indonesia di Tiongkok. Oleh karena itu, Kemanterian Pariwisata dan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok menyusun setrategi promosi pariwisata Indonesia.

Pengurus PPI Tiongkok yang diwakili oleh Raynaldo sebagai ketua dan Fadlan Muzakki sebagai kepala departemen menyatakan kesediaanya untuk menterjemahkan segala bentuk bahan promosi yang akan diberikan oleh Kementerian Pariwisata. Kami memiliki sekitar 14 ribu pelajar di Tiongkok, hal ini akan memudahkan kami untuk menyebarkan informasi dalam bahasa mandarin melalui media sosial di Tiongkok, ungkas Raynaldo. Selain itu, Pihak kementerian pariwisata juga berkomitmen untuk memberikan bahan-bahan promosi seperti photo, video, booklet dan lain sebagainya untuk festival kebudayaan dan pariwisata yang diadakan di kampus-kampus di Tiongkok.

Untuk lebih memaksimalkan promosi pariwisata Indonesia di Tiongkok, PPI dan Kemenpar nantinya akan membentuk tim promosi sosial media seperti di We Chat dan Weibo. Staf Ahli Kemenpar, Don Kardono, optimis jika promosi pariwisata Indonesia di Tiongkok akan berhasil dan melebihi target dengan sinergi bersama Pelajar Indonesia yang juga merupakan ujung tombak dalam promosi wisata Indonesia.