Amtrak, perusahaan kereta api asal Amerika, sempat terancam bangkrut. Penyebab utamanya adalah persaingan ketat dengan penerbangan murah. Tapi perusahaan itu bertahan hingga kini. Bahkan sudah berencana membangun kereta api cepat. Dan solusi bagi ancaman kebangkrutan itu sederhana saja, menjual eksotisme perjalanan.

Di Indonesia pun situasinya tak jauh berbeda. Saat ini selisih tiket pesatwat dan kereta api sudah semakin tipis. Ketika tulisan ini dibuat (17/7), harga tiket pesawat termurah dari Jakarta menuju Surabaya menurut traveloka sebesar 420 ribu, sedangkan tiket kereta termurah sebesar 260 ribu.

Selisih 160 ribu itu adalah gambaran bagaimana Anda harus duduk selama 11 jam di kereta atau cukup 1 jam di pesawat. Belum lagi kebutuhan lain-lain selama 11 jam itu. Itu adalah selisih yang bisa diperhitungkan sebagai pengganti lelah. Apalagi menurut beberapa kesaksian, orang-orang tua yang melakukan perjalanan jauh dengan kereta ekonomi biasanya harus menyewa tukan pijat sesampainya di tujuan.

Maka tidak heran jika pangsa pasar kereta api semakin tergerus. Belum lagi jika mengamati perkembangan bus beberapa bulan terakhir yang sudah menjadi semakin mewah. Mulai bus tingkat hingga sleeper bus sekarang telah tersedia di jalanan.

Kabar terbaru yang diberitakan Kompas menyebutkan, PT KAI akan kembali mengoperasikan sleeperĀ  train supaya tidak hanya bus yang ada kasurnya. Meskipun ini sebenarnya bukan yang pertama di Indonesia karena pada tahun 1967 silam, sudah ada KA Bima dengan gerbong buatan Jerman Timur yang berkasur. Namun operasinya dihentikan di 1980-an.

Jika nantinya itu terbukti, tampaknya KAI akan mengkuti langkah Amtrak. Bukan hanya urusan kasur, tapi juga mendorong kenikmatan perjalanan kereta api sebagai bahan jualan. Karena dalam kasus Amtrak, gerbong berkasur adalah hal lama. Inovasi baru mereka dalam persaingan dengan burung besi adalah menyajikan kereta semacam California Zephyr. Itu adalah rangkaian kereta yang selain bertempat tidur juga memberikan nuansa pemandangan alam sepanjang perjalanan dan memaksimalkan penumpang untuk menikmatinya.

Bagian dalam California Zaphyr

Pemandangan perjalanan memang merupakan keunggulan kereta api yang nyaris tak bisa tertandingi oleh pesawat ataupun bus. Jika menggunakan bus, sepanjang perjalanan anda akan menjadi saksi mata sekaligus korban keruwetan lalu lintas di Indonesia. Sedangkan menggunakan pesawat, anda akan beruntung jika cuaca cerah. Jika tidak, siapkan tasbih untuk merapal dzikir.

Rute yang dilalui kereta adalah rute yang jauh dari perkembangan wilayah kota. Stasiun kereta memang di pusat keramaian, tapi sepanjang itu rel berada orang selalu takut tidak bisa tidur jika membangun rumah disebelahnya. Makannya kebanyakan smping kiri dan kanan rel adalah area kosong berisi sawah, kebun, hutan, atau sungai tempat anda bisa mengintip orang mandi dari atas kereta.

Ini bukan situasi yang bisa dikondisikan. Semua terjadi begitu saja karena menyangkut kebutuhan hidup masyarakat. Jadi keunggulan kereta api pada hal ini tak bisa disangsikan lagi.

Ketika kereta api di Indonesi bisa mengeksloitasi hal ini, maka akan datanglah waktunya kejayaan kereta api kembali. Seperti di jaman ketika Minke pulang ke Kota B menemui bapaknya dengan kereta api. dan saat ini, orang semakin gemar melakukan travelling. Itu menjadi gaya hidup manusia-manusia kota untuk kabur sejenak dari penat yang menyesak dan dorongan patah hati ala sinetron.

Kereta yang dilengkapi fitur ruang tidur adalah pilihan yang sangat nikmat. Jika pesawat membuat kita selalu diburu waktu dan bus membuat kita selalu misuh-misuh entah karena macet atau sopir ugal-ugalan, maka kereta tidurlah yang bisa menylamatkan kita dari dunia. Karena tak ada yang lebih indah selain tidur-tiduran di kereta sambil melihat pemandangan dan sesekali mengintip mbak-mbak mandi di sungai, kecuali ditambahkan smoking area di kereta.