INDONESIDE – Keputusan Kota Charlottesvilleuntuk memindahkan pahlawan perang konfederasi AS, Robert E. Lee  dari pusat kota semakin memuncak. Dua kubu yang saling bentrok yaitu kelompok supremasi kulit putih dan kelompok liberal dan anti fasisme di pusat Kota Charlottesville, Sabtu (12/8).

Bentrokan antara kedua kubu tersebut telah membuat seisi kota tidak terkendali. Bentrokan tersebut juga semakin ricuh dengan adanya sebuah mobil yang melaju kencang dan menabrak kerumunan peserta demonstran. Peristiwa tersebut menewaskan seorang wanita yang berasal dari kubu supremasi kulit putih, 24 luka ringan dan 19 luka berat.

Kolonel Martin kumer, Inspektur Sipir Charlottesville mengkonfirmasi bahwa pengemudi mobil jenis Ford Mustang dengan dakwaan pembunuhan tingkat dua dan tiga tuduhan melukai diri sendiri.

Saksi kecelakaan mengatakan sebuah mobil sprot berwarna abu-abu melaju kencang dengan menargetkan kelompok liberal yang sedang melakukan selebrasi setelah berhasil mengusir kelompok supremasi kulit putih. Tabrakan tersebut bahkan melemparkan dua orang ke udara.

Baca juga : Konservatif, Akar Isu Rasial

Charlottesville sendiri telah didapuk sebagai kota yang akan menjadi tuan rumah pertemuan kaum sayap kanan. Beberapa formatur telah menyelenggarakan sebuah pertemuan yang mempertemukan organisasi kulit putih nasionalis seperti kelompok Ku Klux Klan dan kelompok Neo-Nazi yang dipimpin oleh Richard Spencer.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sering dikaitkan dengan ide-ide kebangkitan rasial kulit putih telah membuat sebuah gejolak besar dalam menangani isu rasial yang kembali hadir.

Tetapi, Presiden Trump sendiri dalam konferensi persnya telah menyatakan bahwa tidak ada tempat bagi kekerasan rasisme di negaranya. “Kita semua pasti bersatu & mengutuk semua kebencian itu,” ujarnya di Twitter.(miy/new york times)