Bisinis digital atau biasa dikenal dengan e-commerce semakin menjanjikan di era ruang tanpa batas seperi sekarang ini. Arus globalisasi yang semakin cepat membuat perkembangan bisnis ini semakin pesat di berbagai belahan dunia. Termasuk juga Indonesia sebagai negara dengan perkembangan start-up terpesat di dunia dan Tiongkok sebagai negara dimana lahirnya Alibaba Group.

Peluang di antara kedua negara tersebut nyatanya dimanfaatkan oleh para pelajar Indonesia di kota Hangzhou, Tiongkok hari sabtu lalu, (26/11). Sebanyak 125 pelajar yang sedang menuntut ilmu di Tiongkok datang mengikuti pelatihan dan motivasi mengenai bisnis start up dan e-commece di kantor pusat Alibaba.

(Salah satu staf Alibaba sedang mejelaskan keseluruhan gedung kantor pusat Alibaba melalui miniatur yang ada dalam gedung. Sumber Photo: Idr)

Kegiatan yang diorganisir oleh HISC(Hangzhou Indonesian Student Community) atau PPI Tiongkok cabang Hangzhou ini sangat menginspirasi para peserta yang datang untuk mengembangkan Indonesia dalam bidang start-up saat pulang setelah menyelesaikan studinya nanti. Hal ini diungkapkan Fadlan Muzakki, pengamat hubungan Internasional yang sedang melanjutkan studi di Zhejiang University. Lebih lanjut, Fadlan berpendapat bahwa pelajar Indonesia dapat mengambil kesempatan besar ini untuk jenjang karir saat mereka lulus nanti. Selain itu, ini juga akan berdampak pada hubungan kedua negara yang akan semakin harmonis dengan aktif dan progresifnya hubungan antara non-state actor dan people to people contact, lanjut pria yang juga aktif dalam komunitas wirausaha pemuda di Indonesia ini.

(Mulyono, warga negara Indonesia yang menjabat sebagai Deputy Director Alibaba memberikan motivasi dan pengetahuan E-Commerce kepada pelajar Indonesia)

Dalam kesempatan yang sama, Mulyono, warga Indonesia yang menjabat Deputy Director, memberikan motivasi, tips dan trik agar bisa sukses sperti dirinya atau bahkan seperti Jack Ma, CEO Alibaba. Mulyono menyampaikan bahwa networking dan goal setting haruslah dibangun semenjak masa kuliah di tahun pertama dan kedua sehingga ketika akan lulus, kita sudah tau mau kemana dan bagaimana.

Setelah berkunjung ke kantor pusat Alibaba, para pelajar Indonesia dari bebagai kota di Zhejiang, Tiongkok ini diajak makan siang oleh KJRI Shanghai sekaligus beramah tamah dan mendata masyarakat dan pelajar Indonesia demi keperluan lapor diri. Kegiatan ramah tama ini di hadiri langsung oleh Siti Nugraha Mauludiah, Konsulat Jenderal Shanghai yang baru bertugas di KJRI Shanghai beberapa bulan lalu.

(Ketua HISC, Levinsia memberikan Cendera mata kepada Ibu Nining, KJRI Shanghai)

Diplomat lulusan Amerika yang akrab disapa Nining ini sangat bersemangat untuk bertemu dan beramah tamah dengan para pelajar di Zhejiang karena para pelajar dianggap seperti anaknya sendiri dan masyarakat seperti keluarga. Hal ini disampaikan pada saat ramah tamah berlangsung. Selain itu, Nining juga mengajak para pelajar dan masyarakat Indonesia di Zhejiang untuk ikut serta mempromosikan produk-produk lokal Indonesia. Barang Tiongkok sudah banyak di Indonesia, kini saatnya kita cari kesempatan untuk cari peluang pasar produk Indonesia di Tiongkok, pungkasnya sebagai penutup kegiatan tersebut.