Bagi Anda yang tinggal di Pulau Jawa, menu lalapan pasti sudah sering Anda nikmati dan jumpai di warung-warung pinggir jalan, bahkan di rumah makan yang cukup besar. Salah satu alasan mengapa menu lalapan begitu populer adalah kesederhanaannya yang sebanding dengan kenikmatan makan yang tiada duanya. Ketika kita sedang lapar-laparnya lalu ayam goreng, tempe goreng, ikan goreng, berbagai macam sayur lalapan segar, serta sambal disajikan di hadapan kita, kita tak akan tahan untuk segera memasukkan tangan ke dalam air kobokan dan langsung menyantap sajian sederhana kian menggugah selera itu.

Sajian lalapan juga begitu populer di kalangan mahasiswa. Sebab, cara memasaknya pun sangat sederhana, asal bisa membumbui lauknya sesedap mungkin, tambahkan tepung bumbu, goreng, lalu uleg sambal yang enak, selesai sudah. Makanya, harga sajian lalapan pun relatif akrab dengan kantong mahasiswa, yang mana di akhir bulan, goreng-gorengan ayam atau tempe beserta sambal pun bisa menjadi makanan yang cukup mewah.

Masyarakat kota Malang, yang termasuk salah satu kota dengan populasi mahasiswa terbesar di Indonesia, tidak main-main memanfaatkan hal ini. Sejak tahun 2012, warung-warung lalapan berkonsep dengan tempat yang lebih bersih dan nyaman, lalu memanfaatkan tagline-tagline gaul dan kekinian yang akrab dengan anak muda, mulai populer di kota Malang, tetap dengan pasar yang paling potensial: mahasiswa. Beberapa memang menjual beberapa macam lauk yang selalu akrab dengan sajian lalapan, namun kini, kita akan melihat konsep sajian lalapan disederhanakan sehingga memanfaatkan lauk yang menjadi favorit semua kalangan, yakni ayam goreng, sebagai ujung tombaknya. Satu hal lagi tidak boleh dilupakan untuk melengkapi ayam goreng sebagai ‘senjata mematikan’: sambal. Maka kini, kita akan melihat, terutama di daerah-daerah kampus dan daerah di mana banyak kos dan kontrakan yang dihuni mahasiswa, berbagai warung ayam-sambal bertarung sengit untuk memenangkan lumbung keuntungan ini.

Sudah berliur?

Warung-warung ayam-sambal ini masing-masing berusaha memenangkan pasar dengan mengklaim berbagai keunggulan, misalnya, Ayam Geprak Sambal Bawang, yang mengandalkan pedas dan nikmatnya sambal bawang yang digeprek bersama ayam goreng sebagai andalannya. Sajian ini pun cukup populer, karena selain ekonomis, ditemukan pula fakta menarik bahwa konsep sajian di warung ini ternyata dirintis oleh salah satu mahasiswa yang sukses berpartisipasi di Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) kategori kewirausahaan.

Selain itu, ada juga Ayam Geprek Mbok Judes, yang mengandalkan efisiensi uang makan ala mahasiswa, karena kebebasan yang diberikan untuk mengambil nasi sendiri sebanyak-banyaknya.Minuman yang berupa es teh pun boleh diambil sendiri sesuka hati. Lauk andalan yang disajikan pun tak jauh berbeda dari yang lain, yaitu ayam goreng yang digeprek dengan sambal. Namun kali ini, ada beberapa pilihan sambal. Konsep seperti ini juga dianut oleh Warung Ayam Cemet KPK, di mana kita boleh mengambil nasi dan sambal sendiri sebanyak-banyaknya. Di KPK, tempe goreng, sayur lalapan plus kuah bumbu bisa juga kita ambil sendiri. Jenis sambal yang populer di kedua warung tersebut juga sama, sambal bawang. Semua sajian tersebut sudah bisa kita nikmati dengan harga tidak sampai 15.000.

Ketika berbicara makanan ayam-sambal di kota Malang, juga tak boleh lupa dengan Griya Bebek dan Ayam Goreng Nelongso. Warung makan ini sekarang hampir mendominasi jenis komoditas makanan ayam-sambal di kota Malang, dengan lebih dari tujuh outlet yang tersebar. Andalan Nelongso adalah ayam dan bebek gorengnya, namun kali ini ada beberapa macam menu ayam goreng, ada ayam yang digoreng biasa, digoreng dengan tepung hingga crispy, ada ayam kampung, dan lain sebagainya. Selain ayam, ada satu lagi andalan Nelongso, yakni sambal koreknya. Sambal korek yang pedas, berminyak, dan menggugah selera ini pun menjadi favorit para pelanggan. Ketika saya menulis kata ‘favorit’, saya sungguh-sungguh. Jika Anda baru pertama kali datang ke Nelongso dan melihat antrian panjang hingga pelanggan yang baru datang berdiri kebingungan menoleh ke sana ke mari karena semua tempat duduk sudah penuh, jangan terlalu terkejut. Sudah hampir setiap hari hal serupa terjadi di Griya Bebek dan Ayam Goreng Nelongso. Harga yang murah juga menjadi salah satu alasan populernya warung ini. Berbagai menu yang ada dijual dengan harga 5.000 sampai 22.500 rupiah.

Sejak hadirnya Griya Bebek dan Ayam Goreng Nelongso, berbagai warung makan lain dengan konsep serupa pun hadir dan mengklaim punya keunggulan sendiri-sendiri. Misalnya, ada Warung Sambal Mak Tin dan Ayam Bawang Cak Per. Menariknya, mereka mengadopsi berbagai konsep yang sudah ada, menggabungkannya, dan menjadikannya keunggulan mereka sendiri, misal Mak Tin yang menyajikan banyak jenis sambal yang ‘tidak kalah enaknya’ serta Cak Per yang menyajikan berbagai macam lauk serta nasi yang bebas diambil sendiri, tidak lupa dengan sambal dan kuah bumbunya.

Berbicara tentang sambal, kita juga tidak bisa melupakan Waroeng SS (Spesial Sambal) sebagai salah satu pioneer popularitas hidangan sambal di kota Malang. Waroeng SS, yang merupakan cabang dari kota asalnya, Yogyakarta ini sudah hadir di kota Malang sebelum menjamurnya warung-warung ayam-sambal yang kini bertebaran, dan masih menjadi favorit hingga sekarang, dengan 20 lebih macam sambal, bermacam-macam lauk mulai dari ayam, ikan, tahu, tempe, jamur, dan lain-lain, hingga bermacam-macam sayur-sayuran dan minuman yang ditawarkan di menu serta harganya yang cukup murah. Antrian pun juga sudah menjadi hal biasa di SS kota Malang.

Demikianlah sedikit cerita tentang pertarungan warung ayam-sambal di kota Malang. Karena itu, jangan heran apabila menu ayam-sambal sudah hampir setiap hari dimakan oleh masyarakat kota Malang, terutama mahasiswa.  Harga cabai yang melonjak hingga selangit ternyata tidak menyurutkan niat para pelaku usaha kuliner untuk menjual ayam-sambal. Yang ada justru makanan ini makin populer. Jika Anda berkesempatan datang ke kota Malang dan ingin wisata kuliner, ambillah kesempatan pula untuk mendatangi warung-warung ini. Silakan buat perbandingan dan tentukan sendiri mana yang paling unggul.