Baca artikel ini dan sebarkan

Demonstrasi besar-besaran yang akan dilaksanakan pada tanggal 2 desember 2016 nanti akan berujung dengan pertumpahan darah. Hal ini dikarenakan Polisi akan tembaki para pendemo pada 212. Salah satu alasannya adalah Ahok akan dibebaskan pada tanggal tersebut. Apakah hal ini akan benar-benar terjadi?, bagaimana tanggapan masyarakat khususnya yang sudah bersiap-siap untuk mengikuti aksi bela islam tersebut? Mari simak ulasanya dibawah ini.

Berbicara mengenai SARA, hal tersebut sangat sensitif. Terlebih lagi jika informasi dan kesimpangsiuran berita mengenai SARA disebarkan melalui sosial media seperti sekarang ini. Hasilnya adalah, banyaknya kesalahpahaman karena banyak yang menyebarkan info atau berita yang belum tentu benar adanya. Seperti judul pada artikel ini. Judul yang sangat profokatif ini tentunya membuat beberapa kalangan “gerah” dan tak sedikit dari mereka yang mungkin akan menyebar informasi ini tanpa membaca isinya terlebih dahulu.

Sosial media saat ini sangat kental dengan informasi yang tidak jelas sumbernya dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Terlebih lagi ketika beberapa isu sensitif mencuat di berbagai belahan negara seperti isu Donald Trump mengenai US Election atau bahkan isu Bela Islam di Indonesia. Jika tidak tanggulangi, maka sosial media ini akan terus menjadi pemecah belah antara umat manusia yang menggunkannya.

Terinspirasi dari artikel di The Huffington Post yang menyatakan bahwa akan banyak netizen yang akan membagian postingan karena headlinenya yang provokatif tanpa membaca isinya terlebih dahulu. Ironisnya, netizen seperti ini adalah netizen yang biasanya mempunyai banyak pengikut. Selain itu hilangnya beberapa informasi atau fakta dalam berita yang tersebar menyebabkan kekeliruan penyebaran informasi.

 “The most important thing in a functional society is a well-informed public. What we have now is not only uniformed but misinformed masses”

Bagaimana kita menangulangi permasalahan ini agar masyakarat Indonesia tidak semakin terpecah belah dengan adanya berita-berita hoax di sosial media, berikut beberapa tips nya:

1. Baca terlebih dahulu isinya dan pahami

Mulai sekarang, hindarilah membagikan postingan dengan headline atau judul yang sangat profokatif. Lebih baik membaca dahulu isinya, mencerna maksudnya baik-baik, dan mencari artikel pembanding untuk membuktikan kebenaran artikel yang kita baca. Jika tidak ada waktu untuk melakukan hal-hal tersebut maka jangan coba sesekali mebagikan postingan tersebut.

2. Lihat sumbernya

Internet sekaranng ini sudah berfungsi seperti buku berjalan, dengan hadirnya Google dan beberapa search engine lainnya memudahkan kita untuk melihat sumber-sumber informasi yang kita baca. Oleh karena itu, marilah mencari sumber berita yang kita baca dengan menggunakan fasilitas internet yang sudah ada saat ini. Jika memang tidak tersedia, forum-forum diskusi sudah banyak menjadi platform “pencari kebenaran”. Jadi mengecek sumber artikel adalah hal yang sangat penting.

3. Melihat waktu penerbitan

Sumber : Brilio.net

Banyak kesalahpahaman terjadi dalam sosial media karena biasanya berita-berita atau artikel-artikel pada masa lalu atau beberapa tahun lalu kembali menjadi viral di sosial media. hal ini sangat ironis Karena kejadian masa lalu dianggap sebagai kejadian yang sedang terjadi sekarang ini. Oleh Karena itu, cek dahulu story  dari berita tersebut.

4. Pertimbangkan tiga kali sebelum membagikan artikel

Sumber : Forbes.com

Hal pertama yang perlu dipertimbangkan adalah mengenai tengang rasa dalam bersosial media. Mungkin saja berita yang akan dishare adalah benar. Akan tetapi, apakah kita sudah mempertimbangkan teman dan jejaring kita di social media jika kita menyebarkan informasi tersebut. Buruknya lagi, jika berita itu tidak jelas kebenarannya. Selain itu, pertimbangkan jugu hubungan antara teman yang di dunia nyata jika nantinya akan terjadi perpecahan setelah kita membagikan berita tersebut.

Hal lain yang perlu dilakukan adalah membagikannya dengan kata-kata yang tidak menyakiti hati orang lain, walaupun kita membencinya. Bijaklah menggunakan sosial media. Jika memang sangat terpaksa harus menyebarkan berita yang pro-kontra, baiknya Bahasakan ulang dengan Bahasa yang sangat halus, sehingga potensi “sakit hati” bisa terhindar.

Jadi, apakah penembakan itu akan benar-benar terjadi pada 212? jika pembaca memahami isi artikel ini, pasti pembaca tau apa maksudnya dan tau apa jawabannya.

Mulai sekarang marilah jadikan sosial media sebagai platform untuk bersilaturahmi, bukan platform penyebar kebencian dan kesimpang siuran berita.