Akhir tahun 2016 menjadi panggung Habib Rizieq di kancah nasional, mungkin saja sampai internasional. Nama Habib Rizieq sering muncul di media baik elektronik maupun cetak. Heboh pemberitaan tentang Habieb Rizieq yang pada saat aksi 4/11 beliau adalah salah satu orang terlibat aksi 4/11. Aksi yang dinamakan dengan aksi bela islam. Ada dua agenda aksi yang terjadi yang membuat nama Habieb Rizieq makin bersinar, yakni 4/11 dan 2/12. Kemunculan sosok Habieb Rizieq penuh sensasional baik ada yang pro maupun kontra terhadap tingkah laku dari Habib Rizieq.

Kini Habib Rizieq dilaporkan kepada Kepolisian oleh PMKRI (salah satu organisasi mahasiwa) ke Polisi terkait penistaan terhadap salah satu agama di Indonesia. Padahal, sebelumnya Habib Rizieq yang melakukan pelaporan kepada Polisi atas dugaan penistaan agama yang dilakulan oleh Ahok (Gubernur DKI Jakarta) yang sempat membuat ‘gaduh’ negara. ‘Karma’, mungkin ini istilah yang layak bagi Habib Rizieq. Jika sebelumnya Habib Rizieq yang melaporkan kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok, kini Habib Rizieq yang menjadi terlapor.

Baca Juga : Intoleransi Mencoba Menggoyahkan Indonesia : Pemuda-Pemudi Harus Jadi Pelopor Toleransi

Tak heran jika ini menjadi sesuatu hal kritik otokritik bagi setiap warga negara di Indonesia untuk tetap saling menghormati dan menghargai perbedaan agama. Indonesia merupakan negara yang berdiri kokoh atas semua golongan. Keberagaman lah yang membuat Indonesia kokoh berdiri hingga saat ini. Fenomena penistaan agama saat ini menjadi tempat sendiri bagi setiap warga negara Indonesia. Ada yang menyikapinya biasa saja dan bahkan ada yang sangat antusias. Tak heran beberapa bulan terakhir kasus penistaan agama menjadi viral di media.

Kembali pada kasus Habieb Rizieq yang dilaporkan oleh salah satu elemen masyarakat ke Polisi. Ada pepatah yang bilang ‘mulutmu harimaumu‘. Istilah ini tepat rasanya jika melihat kasus penistaan agama Ahok dan Habib Rizieq. Seakan bahwa identitas menjadi garda terdepan agar bisa eksis di mata publik. Sudah jarang eksistensi dibangun dengan nilai-nilai positif. Memang kasus ini dalam tahapan penyidikan oleh pihak kepolisian. Tetapi, adanya kasus ini menjadi fenomena yang luar biasa di Indonesia.

Ada perbedaan yang terlihat saat Habieb Rizieq dilaporkan kepihak Polisi. Jika Ahok dilaporkan ke pihak Kepolisian atas dugaan penistaan agama, Ahok berani bersikap untuk menerima laporan tersebut dengan patuh untuk mengikuti proses hukum yang menimpanya. Berbeda halnya dengan Habib Rizieq, beliau menganggap bahwa itu merupakan ‘fitnah’. Sikap yang ditunjukan Habib Rizieq sangat jelas berbeda dengan Ahok. Ahok menghargai laporan tersebut dan Habieb terkesan menganggap itu ‘fitnah’. Seakan-akan bahwa laporan yang ditujuakan ke Habib Rizieq merupakan ‘fitnah’, kalo memang tidak melakukannya maka ada sebaiknya Habieb Rizieq menghargai laporan tersebut dengan mengikuti proses hukum yang berlaku. Seperti yang dilakukan oleh Ahok.

Baca Juga : Menggali Persatuan dari Kemajemukan Identitas

Kasus ini seakan seperti sudah tergerusnya toleransi antar umat beragama di Indonesia. Padahal banyak di beberapa daerah yang masih menjunjung tinggi toleransi. Lihat saja apa yang dilakukan pelajar muslim di Purwakarta. Mereka membantu membersihkan lingkungan Gereja Bethel Tabernakel di Purwakarta. Ada lagi kasus toleransi pada tahun 2000 di mana Riyanto salah satu anggota Banser (Barisan Ansor Serbaguna) adalah pemuda Mojokerto yang meninggal dunia saat melakukan pengamanan gabungan dengan kepolisian saat kebaktian di Gereja Eben Haezer, Mojokerto. Salah satu toleransi seperti ini lah yang seharusnya menjadi semangat bagi setiap warga negara Indonesia. Keberagaman menjadikan Indonesia lebih bermakna.

Pemerintah yang sekarang sedang berkuasa sebaiknya tegas terhadap Ormas (Organisasi Masyarakat). Kehadiran Ormas bukannya malah membantu pemerintah membangun bangsa, malah merusaknya. Kehadiran Negara untuk tegas terhadap ormas-ormas yang ada perlu diapresiasi agar ormas tidak bertentangan dengan ideologi negara dan falsafah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sumber Foto : Istimewa