Informasi tentang ERP (Electronic Road Pricing) sudah mulai disosialisasikan. Memangnya apa sih ERP itu? Secara sederhana, kalian bisa menyebutnya dengan program jalan berbayar. Mungkin terdengar perhitungan untuk fasilitas yang sudah semestinya disediakan oleh pemerintah, namun tujuan sebenarnya dari ERP adalah untuk menekan tingkat kemacetan di Ibu kota dan mendorong masyarakat untuk beralih pada transportasi umum.

Sistem kerja ERP tidak dilaksanakan secara manual atau dengan tiket seperti gerbang tol, namun menggunakan gerbang dengan teknologi pemindai. Nantinya, mobil akan dipasangi alat yang dapat memancarkan sinyal kepada gerbang pemindai. Dan gerbang pun akan mengeluarkan sensor untuk mendeteksi kendaraan yang melewatinya. Alat tersebut harus berisi saldo yang cukup untuk melewati ruas jalan yang berbayar.

Tenang, tidak semua jalan di Jakarta dilengkapi dengan gerbang ERP. Karena selain mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, ERP juga dimaksudkan untuk memaksimalkan jalur alternatif. Nah, hasil pengurangan saldo pengguna jalan tadi akan dikelola oleh pemerintah untuk perbaikan fasilitas umum seperti jalan berlubang, lampu kota dan berbagai kebutuhan masyarakat umum lainnya.

Terbayang kan, bagaimana jika seperempat saja dari total pengguna kendaraan pribadi beralih pada moda transportasi umum? Tentunya jalanan Jakarta akan terasa lebih lega dan kita tidak perlu lagi kehabisan waktu di jalanan. Sebab berdasarkan statistik DInas Perhubungan DKI Jakarta, pengguna kendaraan pribadi mencapai tiga kali lipat dari transportasi umum. Padahal tingkat pertumbuhan penduduk juga semakin meninggi dari tahun ke tahun. Hal ini menyebabkan tidak seimbangnya kebutuhan perjalanan dan volume kendaraan yang ada di Ibu kota.

Tetapi sistem ERP ini masih terus dikembangkan karena tentunya banyak permasalahan yang terjadi seputar transportasi di Jakarta. Penerapan sistem ERP harus diketahui oleh masyarakat luas tidak hanya sebatas warga Jakarta, namun juga masyarakat di luar Jakarta yang akan atau sedang berada dalam wilayah Jakarta. Informasi untuk kejelasan tarif, cara pemasangan alat, ruas jalan yang berlaku dan aturan penting lainnya seputar ERP harus disosialisasikan dengan baik.

Teknologi ERP ini sebenarnya sudah lama diterapkan oleh negara lain lho, seperti Singapura dan beberapa negara di Eropa. Karena kultur masyarakat dan pola pemerintahan yang berbeda bukan berarti negara kita menjadi ketinggalan banyak dibanding negara lain. Beraneka ragam kebutuhan dari berbagai lapisan masyarakat yang didukung oleh kelancaran lalu lintas pastinya akan kembali mengundang kontroversi mengenai sistem jalan berbayar ini. Tetapi bila untuk tujuan membangun

Jakarta yang lebih baik, mengapa tidak? Oleh karena itu sebagai warga Jakarta yang baik, yuk kita ikuti sistem ERP yang akan segera diberlakukan, demi kelancaran lalu lintas Jakarta.