Pemerintah Kota Bandung dan Perhimpunan Masyarakat Sosial Bandung (Permaba) meresmikan China Town Bandung di Jalan Klenteng, Kota Bandung, Kemarin, Minggu (20/8), sebagai salah satu destinasi wisata dengan konsep perpaduan budaya Tionghoa dan Sunda pribumi.

Dalam peresmian itu Walikota Bandung Ridwan Kamil menyampaikan bahwa keberadaan China Town merupakan wujud keberagaman Kota Bandung, sehingga diharapkan dapat memperkuat eksistensi Kota Bandung yang sangat menghargai perbedaan. Lelaki yang juga akrab dipanggil Kang Emil tersebut berharap peresmian China Town Bandung dapat menjadi inspirasi bagi Indonesia agar semakin erat dengan adanya keberagaman.

“Mudah-mudahan keberagaman ini menjadi inspirasi untuk Indonesia, bahwa Indonesia di 72 tahun kemerdekaannya, kekuatannya datang dari keberagaman,” kata Ridwan.

Ia menambahkan bahwa melalui China Town, wujud toleransi keberagaman dapat tercermin dari kegiatan sosial dan ekonomi yang dilakukan sehari-hari. Seperti diketahui, di sekitar lokasi memang terdapat rumah ibadah, seperti Vihara dan Kelenteng. Sedangkan di dalam China Town Bandung sendiri terdapat 77 kios yang merupakan UMKM Kota Bandung dengan bidang usaha beragam, mulai dari kuliner, fesyen, hingga kerajinan tangan.

Dengan menggabungkan unsur budaya dan komersial, selain membawa pesan toleransi keberagaman, China Town Bandung juga merupakan upaya mempertahankan Bandung sebagai kota pariwisata.

“Kota Bandung adalah destinasi pariwisata untuk kota nomor satu di Indonesia. Untuk mempertahankan perlu destinasi baru. (Destinasi) seperti ini wujud semangat pemkot Bandung dalam keberagaman inovatif dan kreatif,” kata Ridwan seperti dikutip laman Republika.