Monumen Serangan Umum Satu Maret merupakan pengingat, sekaligus lukisan sejarah kota Yogyakarta. Lebih tepatnya, ada cerita untuk menegaskan eksistensi Tentara Nasional Indonesia (TNI) sejak merdekanya Indonesia. Lalu, apa memang cerita itu yang ingin dicari orang-orang? Setidaknya orang-orang yang melewati Jalan Malioboro menuju Kraton akan melirikkan mata ke sana. Apalagi dalam kemacetan, monumen yang berada di persimpangan nol kilometer ini terlalu sayang walau sekadar ditatap.

Lupakan monumen tersebut. Kita tinggal menghitung hari hingga sampai pergantian tahun. Sudah seharusnya dimanfaatkan, sebaik-baiknya dihabiskan dengan rekreasi. Tapi entah mengapa, momen liburan, yang sekaligus juga menjadi silaturahmi kepada keluarga, selalu dikacaukan dengan kemacetan di jalan raya. Insiden ‘Brexit’ pada lebaran lalu mungkin yang paling kentara dalam ingatan.

Desember ini, Natal dan pergantian Tahun Baru tentu menjadi kejutan dengan rona-rona merah kemacetan. Kota Yogyakarta, seperti yang diperkirakan Kepala Data dan Analisis Informasi Pariwisata DIY Anty Intiningsih, menerima kenaikan jumlah wisatawan hampir 200% dibanding hari biasa.

Gambaran tersebut cukup untuk menjelaskan penyebab kemacetan yang terjadi hampir di sekitar kawasan Jalan Malioboro. Sesak kendaraan tersebut salah satunya terlihat mulai dari Jalan Abubakar Ali, Kotabaru. Masuk ke dalam Jalan Malioboro, apalagi, kendaraan roda empat tersendat-sendat. Memang, selalu ada konsekuensi dalam setiap berkendara.

Toh, secarat tersirat kawasan Jalan Malioboro memang diperuntukkan bagi pejalan kaki untuk menikmati jajanan kaki lima. Prioritas itu terbukti. Kamis lalu (22/12), Pemerintah DIY meresmikan jalur pedestrian baru di salah satu sisi jalan. Lebarnya sekitar tiga meter. Lelah berjalan, beristirahatlah pada bangku baru yang juga disediakan.

Seorang wisatawan sedang beristirahat di atas bangku baru yang berada di jalur pedestrian Jalan Malioboro. (Dok. Efrem)

Tiada surut bagi wisatawan kendati terik matahari menyengat. Entahlah apa yang membuat mereka masih tetap berhasrat untuk tersenyum, menikmati dan mengabadikannya ke dalam perangkat pintar masing-masing. Pedagang makanan dan perniagaan pakaian pun tetap beraktifitas seperti biasa. Beruntung, di depan teras Malioboro Mall, saya masih dapat menemukan penjual rokok ketengan.

Apa pendapat para pelancong? Di seberang Monumen Serangan Umum Sebelas Maret, saya menemui Titis, wisatawan asal Malang. Praktis sudah tiga hari dia dan keluarganya menghabiskan waktu di Kota Gudeg. Malam di Malioboro, itulah yang menarik hatinya, walaupun kemacetan baginya masih mengganggu. “Malah sebenarnya ingin lebih lama disini,” katanya.

Lain Titis, lain Cindy, pelajar asal Jakarta yang datang bersama teman dan saudaranya. Dari sisi lain, bangunan tua yang berjejerlah yang mampu menarik hatinya. Ini menjadi kesan manis untuknya yang pertama kali mengunjungi Yogyakarta. “Yogya semakin baguslah (ke depannya), semakin bersih,” ungkapnya sambil tersenyum.

Selain Malioboro, sebenarnya masih banyak destinasi untuk menghabiskan akhir tahun di Kota Yogyakarta. Berikut beberapa tempat yang mungkin dapat menjadi pilihan.

  1. Belajar Karawitan

Tempat: Tembi Rumah Budaya

Waktu: 29 dan 30 Desember, pukul 15.00-16.00

  1. Sendratari Ramayana Prambanan

Tempat: Trimurti Theatre Prambanan

Waktu: 29 dan 31 Desember, pukul 19.30-21.30

  1. Orkes Melayu

Tempat: Gedung Basiyo XT Square

Waktu: 20.30-24.00

  1. Wayang Kulit

Tempat: Bangsal Sri Manganti

Waktu: 31 Desember, pukul 10.00-12.00

  1. Orkes Melayu Kaliurang

Tempat: Kaliurang

Waktu: 31 Desember, pukul 10.00-16.00

  1. Pentas Band

Tempat: Museum Gunung Kaliurang Pakembinangun

Waktu: 31 Desember, pukul 10.00-16.00

  1. Imago Mundi The Art of Humanity

Tempat: Bentara Budaya Yogyakarta

Waktu: 28-5 Januari 2017, pukul 09.00-21.00

  1. A Celebration to Welcome New Year 2017

Tempat: Pantai Glagah

Waktu: 31 Desember, pukul 20.00-selesai

  1. Fireworks and Performing Arts New Year’s Night

Tempat: Tlogo Putri Kaliurang

Waktu: 31 Desember, pukul 20.00-00.30

  1. Pelangi Nusantara Bintang Party Malioboro

Tempat: Malioboro

Waktu: 31 Desember, pukul 20.00-00.30

  1. Pentas Kangen Yogya

Tempat: Monumen SO 1 Maret Yogyakarta

Waktu: 31 Desember, pukul 19.30-22.00

  1. Borobudur Nite Music & Lantern

Tempat: Candi Borobudur

Waktu: 31 Desember, pukul 18.30-00.30

(data diperoleh dari Dinas Pariwisata DIY)