Geger. Young Lex kembali menggetarkan urat nadi tahun 2017. Muasal itu, sebabnya, datang dari beredarnya video pertunjukkan musiknya di Kota Serang (1/1). Sayang seribu sayang mendengar ucapannya yang bernada vulgar menggema di antara penonton yang hadir, di hadapan netizen yang setia menemani layar ponselnya. “Yang buat rusuh, potong aja k****lnya, an***g,” serunya menunjuk penonton yang terlibat kerusuhan dalam kerumunan.

Memang, tingkah laku nyeleneh tersebut bukanlah lagu baru untuk diketahui masyarakat. Mudah saja untuk menelusurinya yang mengisi aktif jagat dunia maya. Lagipula, dari sinilah namanya memang mulai terangkat dan berlanjut untuk dibincangkan banyak pihak. Telusuri instagram atau youtube, minimal, untuk melihat aktifitasnya. Kecaman dan sindirian silih berganti, dari netizen kepadanya, dan dari young Lex kepada netizen.

Setelah kejadian itu, Young Lex memberikan klarifikasi sekaligus memberikan rangkuman video yang dimuatnya dalam akun intagram @young_lex18.

“Terimakasih Buat bapa Polisi dan Panitia yang sudah sigap mengamankan. Kata fans, panitia dan salah satu band temen gue yang nunggu gue dari jam 7 emang dari jam 8 malem 5-6 orang ini udah rusuh, semua band di sambit-sambitin pake botol,” tulisnya.

“Mohon maaf untuk para Lex Sugar @official_lexsugar23 yang udah bela2 in datang dari Lampung, Medan, Bekasi, Jakarta, Cirebon, Cikampek dan buat lex sugar banten. Dan buat para warga banten yang harusnya terhibur, karna tingkah laku beberapa orang, acara harus di berentikan. Dan mohon maaf juga karena sudah terlanjur emosi, gue ngeliat ada botol yang mengenai penonton di bagian depan dan rata2 cewe-cewe makanya gue emosi dan kelepasan mengeluarkan kata2 yang kurang sepantasnya.”

KLARIFIKASI DAN VIDEO FAKTA • Ini adalah rangkuman kejadian asli semalam, jadi ga ada tuh berita gue ngambek minta ga manggung, dan minta pulang, selesai, kita sesi photo sampe 2 jam lebih, dan yang provokator 5-6 orang mabok doang kok dan sudah di amankan • Terimakasih Buat bapa Polisi dan Panitia yang sudah sigap mengamankan." • kata fans , Panitia dan salah satu band temen gue yang nunggu gue dari jam 7 emang dari jam 8 malem 5-6 orang ini udah rusuh, semua band di sambit-sambitin pake botol, • Penonton minta acara di lanjutin, pas kita lanjutin lagu ke 4 di belakang terjadi kericuhan lagi sesama penonton, dan pihak keamanan minta acara untuk di berentikan. • Mohon maaf untuk para Lex Sugar @official_lexsugar23 yang udah bela2 in datang dari Lampung,Medan,Bekasi,Jakarta,Cirebon,Cikampek dan buat lex sugar banten!!! I love you!!!! Dan buat para warga banten yang harusnya terhibur, karna tingkah laku beberapa orang, acara harus di berentikan. Dan mohon maaf juga karena sudah terlanjur emosi, gue ngeliat ada botol yang mengenai penonton di bagian depan dan rata2 cewe-cewe makanya gue emosi dan kelepasan mengeluarkan kata2 yang kurang sepantasnya • • DAN UNTUK AKUN-AKUN ATAUPUN OKNUM YANG MEMUTARBALIKKAN FAKTA DAN CENDERUNG MENGARAH KE PROVOKASI, semoga tetap diberi rezeki, umur panjang, untuk beli susu anaknya, nafkahi anaknya sekolah sampai kuliah, selamat siang, Tuhan berkati. Jadilah pengguna social media yang pintar, dengan tidak menelan bulat2 berita provokasi yang beredar di media social -YoungLex • Sampai ketemu di Serang banten lain waktu #StopAduDomba #SerangLoveYoungLex #YoungLexLoveSerang #HipHop #HipHope

A post shared by samuel alexander (@young_lex18) on

Lepas itu, dua kubu pro dan kontra saling unjuk pendapat di ruang sosial media, mereka yang disebut sebagai lex sugar dan haters. Situasi ini yang kemudian lama-kelamaan mengantar masyarakat, utamanya kawula muda masuk ke dalam relativisme sosiologis. Alhasil, muncul sebuah pertanyaan, siapa yang seharusnya menyesuaikan? Apakah masyarakat yang harus menyesuaikan diri terhadap Young Lex, atau sebaliknya?

Nihil. Tidak mungkin melakukan pembelaan ataupun penghakiman terhadapnya. Toh kalau dilihat, masyarakat pun menanggapi dengan cara yang banal pula. Mengenai masyarakat, watak sosial yang dimaksud tadi tidak dapat disamakan dengan watak individu. Setidaknya, meski sedikit, masih ada individu yang menjadi panutan di negeri ini.

Namun, yang justru mengkhawatirkan manakala keadaan ini terus terjaga: Young Lex masih bebas dengan nada-nada vulgarnya. Maka kenormalan kawula muda saat ini adalah sebuah kegilaan kolektif, gila bersama-sama. Sebagai catatan, Young Lex sering mengeluarkan kalimat-kalimat yang cukup untuk membuat merah telinga.

Sebenarnya, apabila Young Lex mau saja menyadari bahwa permasalahan setiap manusia merupakan masalah universal, sebuah kesesalan yang dihadapi sama-sama oleh manusia, mungkin dia dapat memilih bahasa mana yang pantas untuk digaungkan.

Dia tidak sendiri, masih banyak nama yang gemar berujar ‘asal ceplos’, dengan afirmasi bahwa semua itu memang apa-adanya. Hey bung, semua manusia sudah tentu ingin tampil apa-adanya juga digerakkan oleh niat baik. Bung Hatta yang mengusulkan Indonesia sebagai negara serikat, pernahkah bersuara dengan asal ceplos? Bung Karno yang berseberangan gagasan dengan Bung Hatta, apa benar ia juga demikian? Tidak. Bahkan mereka masih saling menghormati. Apa bung Young Lex, masih menganggap rasa saling menghormati tersebut sebagai kemunafikkan?

Tidak mungkin tidak, dewasa ini semua dapat berubah oleh pengaruh bahasa. Kecenderungan masyarakat ialah bertemu melalui tatap layar, bukan tatap muka. Young Lex dan sebagian besar pesolek negeri ini tidak mampu berada secara fisik dimanapun. Mereka hanya ada di dalam layar dunia maya, di dalam ponsel dan komputer. Maka, apapun yang mau diucapkan, sepenggal kata saja terpeleset, bersiaplah menghadapi penghakiman.

Young Lex tentunya memahami konsekuensi yang terus menggentayanginya. Di hadapan para pengikutnya yang bukan terhitung jari, mau tidak mau dia harus mengendalikan panggung. Namun, jika masih saja belum dapat menaklukkan kelemahan dirinya sendiri, ya sudah, tidak perlu menjadi publik figur atau mendaku sedang mengenalkan musik hip-hop kepada masyarakat.

Toh, selama ini telinga orang Indonesia menyambut baik kehadiran hip-hop yang memang sudah berada lama dalam belantika musik Indonesia. Nama-nama seperti Neo, Iwa K, Saykoji, dan deretan musisi lainnya masih terus tersimpan manis dalam memori. Iwa K dan Saykoji juga yang kemudian berhadapan dengan Young Lex. Dan kali ini menjadi mimpi buruk, karena Young Lex justru menyasarkan perdebatan tidak kepada karya. Alhasil, yang terlihat justru sebuah narsisme akut, melihat sekitarnya sebagai yang lain.

“Yang pasti gue percaya bahwa gue akan besar dan tajir banget. Ketika gue ngga percaya itu, lebih baik gue berhenti sekarang,” katanya seperti dilansir dari laman bintang.com (3/11/2016).

Pencapaian material untuk memoles dirinya akan menjadi cita-cita terburuk seorang individu. Tuntutan ini telah menenggelamkannya, menjadi lubang menganga yang menunggu waktu akan melahapnya. Dari cita-cita kemudian menjadi sebuah beban masalah. Maka, selesaikanlah dahulu masalah pribadi ini, dan jika itu sudah selesai, barulah Bung Young Lex akan menyadari bahwa menjadi publik figur tidak ada artinya sama sekali. Menyusahkan!