Indoneside, Malang – Lanud Abdulrachman Saleh Malang hari ini (29/918) memberangkatkan bantuan untuk korban gempa Donggala, Sulawesi. Dengan menggunakan Pesawat C-130 Hercules Lanud Abdulrachman Saleh, 14 ribu ton peralatan kesehatan diangkut. Pesawat ini juga mengangkut tenda, alat dapur,  genset dan alat pertukangan ditambah personil Batalyon Kesehatan 2, Yon Bekang, dan Yon Zipur dari  Kostrad Malang. 

Lanud Abd Saleh juga menyiagakan pesawat C-130 Hercules untuk bisa mendarat di lokasi paling dekat dengan lokasi musibah gempa bumi yang disertai tsunami di Sulawesi Tengah. 

Hingga kini memang belum diperoleh kepastian, apakah landasan pacu terdekat itu di Mamuju, Palu atau Poso.

“Kami masih terus berusaha koordinasi. Kendala kami memang pada komunikasi karena  instalasinya mengalami kerusakan di sana,” kata Danlanud Abd Saleh Malang, Marsma TNI Andi Wijaya S. Sos.

Pemberangkatan Satgas Yonkes Kostrad pagi itu, juga langsung dilakukan  Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Marga Taufik yang didampingi Danlanud Abd Saleh dan Kepala Staf Divisi 2 Kostrad Brigjen TNI Haryanto. 

Batalyon Kesehatan Kostrad ini adalah bagian dari Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI yang salah satu tugasnya antara lain bergerak tak kala dibutuhkan untuk keadaan darurat seperti ini. 

Danlanud mengatakan, bahwa bantuan kemanusiaan pasca gempa dan tsunami di Palu, dan Donggala, dilakukan dari Lanud Abdulrachman Saleh Malang mulai hari ini, Sabtu  29/9/2018 sesuai perintah dari Panglima TNI, untuk bersiaga dalam operasi kemanusiaan tersebut.

Menurutnya, beberapa pesawat angkut berat C-130 Hercules dari Skadron Udara 32, dan pesawat angkut ringan CN 212 di Skadron Udara 4, juga telah disiagakan dan siap setiap saat untuk menjalankan misi kemanusiaan ke Palu dan Donggala.

TNI Angkatan Udara melalui Lanud Abdulrachman Saleh Malang, turut andil mendukung bantuan korban gempa bumi tektonik yang terjadi di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, dengan memberangkatkan pesawat angkut berat C130 Hercules milik Skadron Udara 32.

“Kami menunggu perkembangan apakah nantinya bisa mendarat di Mamuju, Palu, atau Gorontalo. Namun yang jelas kami ke Hasanuddin di Makassar dulu,” tegas Danlanud.(swan)

Comments