Indoneside, Malang Raya – Komunitas Kopi Nusantara menggelar acara Malang Coffe Ethnic 2018 yang bertema “Merajut Kopi Nusantara Bersama Batik Indonesia” di halaman KUD Karangploso, Kabupaten Malang, Selasa (2/10/2018).

Malang Coffee Ethnic menyuguhkan pameran olahan kopi lokal malang, workshop kopi, workshop batik, dan packaging kemasan kopi.

Kepalas Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Ir. Karyadi, MM menyempatkan diri hadir dalam acara tersebut. Ia mengapresiasi terselenggaranya acara ini dengan baik karna mengenalkan kopi lokal kepada masyarakat umum.

“Acara ini sangat bagus, kopi kan lagi trend, lagi diminati semua kalangan, malang itu gudangnya kopi maka harus digaungkan kopi malang,” ujarnya.

https://www.instagram.com/p/Bobjq8ihn7C/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=5xm0kuzlrfln

Kedatangannya ke acara ini terkhusus untuk menggiatkan pertumbuhan kopi di Jawa Timur. Ia sedang menggaungkan Arabika Arjuno yang sedang naik daun di kalangan pecinta kopi dan coffee shop.

“Di Malang kita sudah punya dampit yang terkenal, nah sekarang ini Arabika Arjuno lagi naik daun maka itu harus kita gaungkan, kalau bisa kita usahakan dikordinir menjadi produk unggulan,” katanya dengan nada semangat.

Ia pun menyarankan kepada kelompok tani untuk menjual green bean minimal dengan kualitas premium agar mendapatkan nilai yang tinggi dipasaran.

“Kita akan kembangkan potensi besar dari Arabika Arjuno, kita akan coba bantu dipengembangannya, hilirnya saya giatkan. Kita juga ada program hulu ke hilir,” ujarnya.

“Hulu jangan menjual green bean saja, tapi juga harus bisa jual roast bean lebih baik, pemerintah akan mendukung,” sambungnya.

Pemprov akan siap menyumbangkan alat bagi kelompok tani untuk nilai tambah bagi kopi lokal.

“Kalau pemerintah pasti bantu, akan kita bantu alat semaksimal mungkin, kita akan fokuskan pada nilai tambah, peningkatan wawasan petani juga,” tutupnya.(swan)

Comments