Indoneside – Kekurangan zat besi, meskipun awalnya sebagai gangguan, bisa berubah menjadi kondisi serius yang disebut anemia. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin kehilangan zat besi dalam banyak cara. Jadi penting untuk mengetahui cara mencegah serta mengobati kondisi ini.

Kekurangan zat besi terjadi ketika tubuh kita tidak memiliki cukup mineral zat besi, yang berguna untuk memproduksi hemoglobin – protein dalam sel darah merah yang mana zat ini mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh. Tidak adanya hemoglobin menyebabkan otot dan jaringan kamu tidak berfungsi secara baik, yang mampu menyebabkan anemia.

Tubuh kita kekurangan zat besi
Tubuh kita kekurangan zat besi (Foto: Ist)

Berikut beberapa tanda atau gejala yang menunjukkan tubuh kamu kekurangan zat besi:

Sangat Lelah

Kelelahan merupakan gejala yang sangat umum untuk defisiensi zat besi. Ini karena tubuh kita kekurangan zat besi untuk memproduksi protein yang disebut hemoglobin dalam sel darah merah kita yang bertanggung jawab untuk membawa oksigen dari paru-paru ke bagian lain di tubuh.

Ketika tubuh kita kekurangan hemoglobin, hal tersebut menyebabkan lebih sedikit oksigen ke otot dan jaringan kita yang akan menyebabkan kita kelelahan. Kelelahan dianggap sangat normal dalam kehidupan kita sehari-hari, sehingga terkadang sulit bagi kita untuk membedakan kelelahan normal atau gejala defisiensi zat besi.

Namun, orang dengan defisiensi besi juga akan mengalami:

– Lemah

– Tingkat energi rendah

– Sulit berkonsentrasi

– Kurangnya produktivitas

Kulit pucat

Hemoglobin dalam sel darah merah inilah yang membuat kulit kita sehat dan bugar. Karena kekurangan zat besi, tubuh manusia tidak dapat menghasilkan cukup hemoglobin untuk sel darah merah untuk berkontribusi ke seluruh tubuh, yang menyebabkan kulit kita terlihat pucat.

Sesak atau nyeri dada.

Sesak nafas atau nyeri dada, terutama setelah beraktivitas, merupakan gejala lain defisiensi zat besi. Karena kenyataan bahwa hemoglobin adalah terbatas dalam sel darah merah, sehingga oksigen yang didistribusikan ke seluruh tubuh menjadi terbatas.

Dengan cara ini tubuh kita mencoba untuk mengimbangi serta memproduksi lebih banyak oksigen untuk organ kita bekerja dengan baik, yang mengakibatkan kita menderita sesak nafas.

Pusing dan sakit kepala

Kekurangan zat besi juga bisa menyebabkan sakit kepala atau migrain. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa oksigen tidak cukup untuk mencapai otak yang menyebabkan pembuluh darah membengkak, menyebabkan tekanan yang mengarah ke sakit kepala atau migrain.

Selain itu, orang-orang dengan kekurangan zat besi mungkin mengalami pusing. Ketika tingkat hemoglobin menurun atau tetap rendah, itu menyebabkan aliran oksigen terputus. Kemudian menyebabkan gejala-gejala fisik. Seperti pusing yang berasal dari kurangnya oksigen di otak atau tekanan darah rendah yang disebabkan oleh oksigenasi yang lemah di jantung serta pembuluh darah.

Jantung berdebar kencang

Detak jantung tidak teratur, juga dikenal sebagai jantung berdebar, mungkin gejala lain dari defisiensi zat besi. Ini karena kadar hemoglobin yang rendah berarti bahwa jantung perlu bekerja lebih keras untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Hal ini dapat menyebabkan detak jantung yang tidak normal, atau perasaan bahwa jantung kamu berdetak secara tidak teratur dengan cepat. Dalam kasus yang parah, ini mampu menyebabkan gagal jantung. Namun gejala ini biasanya terjadi kemudian, di mana orang dengan defisiensi besi mengalami berbagai gejala sebelum mengalami sakit jantung.

Kerusakan pada rambut dan kulit

Rambut dan kulit memiliki fungsi sekunder untuk tubuh kita. Ini karena tubuh kita memprioritaskan distribusi oksigen yang terbatas pada fungsi yang paling penting seperti organ dan jaringan.

Ketika kulit dan rambut kekurangan zat besi mereka menjadi kering dan lebih rapuh. Kurangnya protein yang dikenal sebagai feritin bisa menyebabkan masalah ini karena penting untuk proses penyimpanan dan melepaskan zat besi ke seluruh bagian tubuh dari waktu ke waktu. Zat besi yang rendah meningkatkan percepatan kerontokan rambut, terutama pada wanita yang tidak menopause.

Bengkak atau sakit lidah dan mulut

Dengan melihat lebih menyeluruh mulut kita, kamu bisa mengetahui lebih banyak petunjuk tentang kesehatan diri kita sendiri. Kekurangan zat besi menjadi salah satunya. Misalnya, bila lidah bengkak, meradang, atau berubah warna adalah indikasi defisiensi zat besi.

Dalam tubuh, kita memiliki protein yang disebut mioglobin yang merupakan protein besi dan oksigen yang bisa ditemukan di jaringan otot lidah. Tingkat mioglobin yang lebih rendah dapat menyebabkan lidah menjadi nyeri, halus, dan bengkak. Kekurangan zat besi juga bisa menyebabkan mulut kering dan patah merah di sudut mulut.

Kuku yang lemah

Kuku rapuh adalah gejala yang kurang biasa bagi kekurangan zat besi yang muncul di peringkat akhir anemia. Kondisi ini sering disebut sebagai “koilonychias”. Koilonychia yaitu penyakit kuku di mana kuku menjadi sangat tipis dan kehilangan cembungnya, menjadi rata atau bahkan bentuk cekung. Pada tingkat awal kuku mungkin rapuh atau pecah dengan mudah.

Sebabkan kaki gatal

Kandungan zat besi yang rendah dalam darah dapat mengakibatkan penurunan dopamin, kimia dalam otak kita yang penting untuk pergerakan dan mencegah sindrom kaki gatal atau gelisah. Dopamin bertindak sebagai ‘utusan’ antara otak dan sistem saraf untuk membantu otak mengawal dan menyelaraskan pergerakan.

Sekiranya sel-sel saraf menjadi rusak, jumlah dopamin di dalam otak berkurang, yang menyebabkan kekejangan otot dan pergerakan tanpa kontrol. Kandungan dopamin yang terus menurun akan menjelaskan mengapa gejala sindrom ‘restless legs’ menjadi lebih buruk pada waktu sore maupun malam hari.

Sakit perut dan air kencing darah

Hemolisis intravascular merupakan keadaan yang disebabkan oleh kekurangan zat besi yakni di mana sel darah merah rusak dalam aliran darah dan melepaskan zat besi yang kemudian larut dalam air kencing.

Kondisi ini akan muncul pada orang-orang yang dengan aktivitas keseharian yang berat, terutama ketika berjoging dan mampu menyebabkan trauma munculnya aliran darah kecil di kaki, yang sering disebut “march hematuria.”

Comments