Indoneside, Kota Malang – Dulu, Anda mungkin masih sering melihat seseorang tengah menggongseng kopi di atas wajan yang terbuat dari gerabah maupun besi. Kini, proses menyangrai kopi menggunakan cara tradisional makin jarang kita temui.

Ketika proses roasting modern kian digemari karena menawarkan kepraktisan, National Coffee justru tetap ingin mempertahankan teknik sangrai tradisionalnya.

Menyangrai kopi secara tradisional dilakukan dengan memanaskan biji-biji kopi di atas penggorengan tanpa dibubuhi minyak.

Seseorang harus stand by mengaduk-aduk biji kopi itu, agar jangan sampai bagian bawah saja yang matang.Proses pemanasan ini dilakukan hingga biji kopi berwarna kecokelatan.

Menurut Owner National Coffee, Yusli Obing, Aroma kopi yang disangrai di kendi tak kalah wangi dengan mesin roasting masa kini.

Inilah yang membuatnya merasa jika harus tetap mempertahankan teknik warisan tempo dulu itu.

“Disamping mempertahankan aroma dan rasa, menyangrai kopi dengan kendi juga akan lebih ekonomis dan menghemat pengeluaran,” ucap lelaki yang sering disapa Bejo ini.

Kafe yang beralamatkan di jalan Raya Candi No. 139 C Kota Malang itu juga memperluas pasarnya dengan menjual alat sangrai tradisional tersebut ke berbagai kota.

“Kendi sangrai ini juga sudah kita jual ke luar kota seperti Semarang, Jakarta, Surabaya serta Madura. Kedepannya juga buat oleh-oleh dipajang atau dipakai sendiri,” ujarnya.

Satu tong kendi ia hargai Rp 400.000 dengan paket komplit disertai pengatur suhunya.

Selain itu, Kafe dengan konsep industrial ini juga menawarkan menu kopi yang sangat menarik dan bisa dibilang sangat unik.

Dengan memakai kopi lokal Malang seperti Arabika Arjuno dan Arabika Lereng Bromo, Sam Bejo menemukan cara unik untuk menyeduh kopinya. Ia namakan Pincuk Drip.

“Jadi semacam V 60 filternya diganti sama daun pisang, kalau bisa tanpa kertas, karna kertas sendiri impor, harga juga mahal,” ujar pria berumur 41 tahun itu.

Selain mengeluarkan Aroma Pisang dengan sensasi yang berbeda, cara ini juga sangat ramah lingkungan.

“Tujuannya mencari rasa sensasi yang berbeda, harapannya kedepan cara ini menjadi ciri khas Malang,” ujar pria 3 anak itu.

Satu lagi menu unik yang ia tawarkan, Sousvide Coffee. Caranya dimasak dengan kedap udara dengan suhu 60-70 derajat dan direbus selama 3 jam.

“Cara ini pertama kali di Kota Malang, dengan memakai plastik food grade yang aman dan rasanya lebih fantastis dari cold brew maupun cold drip,” paparnya.

Cafe ini buka mulai dari pukul 15.00 Wib hingga 22.00 Wib. Harga menu yang ditawarkan dibandrol mulai dari 5 ribu hingga 20 ribu. Sangat murah kan ?

Tertarik untuk mencoba ? langsung saja datang ke National Coffee yang lokasinya tak jauh dari Candi Badut ini.

 

Comments