Komunitas muda kreatif, Jaringan Muda Produktif Indonesia (JMPI) merilis 16 pemuda yang dinilai layak memimpin Indonesia di masa depan pasca menggelar diskusi dan pemaparan hasil riset pemimpin anak muda di Hotel Gaia Cosmo, Umbulharjo, Yogyakarta, Minggu (28/10).

Juru Bicara JMPI, Subkhi Ridho, menjelaskan bahwa JMPI telah melakukan riset selama dua tahun terakhir. Riset tersebut untuk melihat pemimpin muda yang dekat dengan kalangan millenial, dan yang dianggap memiliki potensi memimpin Indonesia.

Menurut Subhki, nama ini dilihat dari penilaian indikator anak muda kreatif, inovatif, berani berkarya, berani mengambil keputusan dan memulai aksi atau inisiatif baik. Mereka-mereka ya g layak diperhitungkan dan diberikan apresiasi. “Sekurang-kurangnya mereka merepresentasikan sebagai politikus, pengusaha, aktor masyarakat sipil, dan pemerintahan,”ujarnya.

 

Ustad Abdus Somad, Noe (Letto), hingga Emil Dardak Masuk dalam 16 nama tersebut

Adapun ke-16 nama tersebut yakni Ustaz Abdul Somad Batubara, Yaqut Cholil Qoumas, Nadiem Makarim, Dahnil Anzar Simanjuntak, Romahurmuziy, Emil Elestianto Dardak, Ahmad Hanafi Rais, Agus Harimurti Yudhoyono.

Selanjutnya ada nama Dimas Oky Nugroho, Grace Natalie, Najwa Shihab, Sabrang Mowo Damar Panuluh (Noe). Fadly Amron (Wali Kota Padang Panjang), Adnan Purichta, Raja Sapta Oktohari, dan Adinda Ardiyansyah Bakrie.

Riset yang dilakukan JMPI ini memakai metode survei dengan tiga aspek pendekatan dan lima indikator yang menjadi pertimbangan. Ketiga aspek tersebut meliputi intensitas pemberitaan, value, dan keterwakilan.

Gambar: Hasil Riset JPMI

Sementara khusus value JMPI memakai lima indikator, meliputi aspek autentisitas, kreatifitas atau inovasi, kepemimpinan atau keberanian, keluasan jaringan, dan integritas. Dari berbagai indikator tersebut akhirnya dipilih beberapa nama tersebut.

“Kita melakukan pengamatan hampir dua tahun ya, karena kami melakukan pelatihan selama empat tahun terakhir di berbagai wilayah di Indonesia,” paparnya.

Subkhi menjelaskan, penelitian ini diawali dengan penjaringan nama melalui mesin pemantau media. Kemudian terpilih 50 nama yang dianggap layak menjadi pemimpin muda. Dari 50 nama tersebut disaring lagi oleh para pakar menjadi 16 nama.

“Jadi pertimbangan kami (eksposur) media plus masukan dari teman-teman di daerah. Kita punya jaringan sudah di hampir 34 provinsi. Kita sudah melakukan delapan kali pelatihan, setiap pelatihan ada 50 (orang),” tuturnya.

“Kalau delapan kali FGD (forum group discussion) ya ada 400 orang pemuda (responden) berusia 30-an ke bawah di seluruh Indonesia. Sementara margin of error penelitian (kepemimpinan muda nasional) kami 2,5%,” tutupnya. (red)

Comments