Malang – Puting beliung menerjang dua desa di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Senin (14/1) siang. Angin kencang itu merusak paling tidak 16 rumah yang berada di dua desa yaitu Kidangbang dan Bringin. Walau tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian akibat dari rusaknya bangunan ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Bahkan puting beliung sampai membuat porak-poranda Balai Desa Kidangbang, kanopi balai desa terangkat dan menghantam aula desa.

Dari pantauan tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Malang, kerugian tak hanya berasal dari kerusakan rumah warga, namun juga dari tumbangnya kayu sengon dan bambu yang ditanam warga. Beberapa lahan pertanian pun rusak dibuat porak-poranda karena angin kencang. Sejumlah pohon besar ambruk melintang menutup jalan, juga menimpa area perumahan. Pendataan sementara, 12 rumah di Kidangbang dan 4 rumah di Bringin atapnya beterbangan saat hujan dan angin kencang melanda siang hari itu.

Usai terjangan puting beliung, warga dibantu berbagai pihak bergotong-royong membereskan pohon yang tumbang. Bangunan yang rusak juga ikut diperbaiki secara bersama-sama. Pantauan Tim ACT di lokasi kejadian, ratusan warga dibantu perangkat kecamatan dan desa, BPBD, Babinsa dan sejumlah pihak lain berjibaku memotong batang pohon yang ambruk, juga memperbaiki atap rumah yang terbang dibawa angin.

Membantu meringankan korban bencana puting beliung, ACT Malang pun ikut andil dengan memberikan santunan berupa paket sembako kepada warga terdampak.

Kepala Cabang ACT Malang Warang Agung mengatakan, mereka yang dibantu adalah warga yang rumahnya mengalami kerusakan.

“Warga ada yang sampai tak bisa bekerja lantaran harus berjibaku memperbaiki rumah yang rusak dalam beberapa hari ke depan. Untuk itu, ACT Malang mengirimkan paket sembako untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga terdampak,” jelasnya.

Hadir saat serah terima paket bantuan dari ACT, Kepala Desa Kidangbang mengucapkan rasa syukurnya.

“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga kami,” ungkap Kades Kidangbang Daman, Selasa (15/1).

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Malang pada Selasa (15/1) lalu mengeluarkan prakiraan cuaca yang berlaku hingga Senin (21/1) mendatang. BMKG menjelaskan puting beliung yang terjadi di Malang akibat adanya pusat tekanan rendah serta pertemuan angin di selatan ekuator. Cuaca dalam sepekan ini juga berpotensi menimbulkan hujan petir juga angin kencang di wilayah sekitar Malang.

Comments