Seringkali, orang-orang mengikuti mitos seputar kesehatan yang ditemukan dalam laman webs

ite yang tersedia di mesin Google. Namun, tidak jarang di antaranya ternyata memberikan tips yang hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diinginkan.

Dari sekian tips bertemakan kesehatan, tips diet menurunkan badan dan olahraga adalah topik yang cukup populer. Mungkin kedua tips itu dibutuhkan orang yang ingin memiliki bentuk tubuh yang ideal.

Namun, kamu perlu menelaah informasi tersebut lebih mendalam. Berikut ini tiga mitos diet dan olahraga yang perlu dicermati supaya kamu lebih selektif dalam mengaplikasikannya.

1. Minum air lemon dapat menurunkan berat badan

Kenyataan yang harus kamu tahu adalah bahwa air lemon jauh lebih baik daripada minuman lainnya. Air lemon mempunyai jumlah kalori yang sangat rendah dan dapat memangkas sebagian kalori makanan yang kamu santap.

Dilansir dari Healthline, beberapa bukti menunjukkan bahwa minum-minuman berkalori rendah setelah makan dapat menurunkan sebagian kalori dari makanan tersebut. Minum segelas air lemon dapat mengurangi kalori harian sebesar 100 hingga 200 kalori.

Melihat kenyataan ini, air lemon adalah cara yang bagus untuk mengurangi asupan kalori sehingga dapat membantu kamu menurunkan berat badan. Selain itu, air lemon membuat kamu tetap terhidrasi sehingga dapat membantu dalam menurunkan berat badan.

2. Olahraga malam dapat mengganggu tidur

Banyak orang beranggapan bahwa olahraga pada malam hari lebih ampuh untuk menurunkan berat badan dibandingkan olahraga pada pagi hari. Ada pula anggapan bahwa olahraga pada malam hari dapat mengganggu tidur.

Padahal, olahraga di waktu keduanya masing-masing memiliki efek yang berbeda terhadap tubuh. Mengutip penjelasan Anthony Hackney, profesor di departemen Ilmu Olahraga di University of North Carolina Chapel Hill dalam TIME, olahraga di pagi hari ketika perut kosong adalah waktu yang paling ideal untuk membakar lemak dalam tubuh.

Pada pagi hari, kadar hormon yang terlibat pada metabolisme tubuh, seperti hormon kortisol dan hormon pertumbuhan mengalami peningkatan sehingga mendukung pembakaran lemak.

Ilustrasi olahraga
Ilustrasi Olahraga. Gambar oleh silviarita dari Pixabay

Baca juga: 9 Tips Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental selama Pandemi yang Bisa Dilakukan di Rumah

Penelitian itu juga membuktikan bahwa olahraga di pagi hari mampu menekan nafsu makan berlebih, sehingga melindungi tubuh dari penambahan berat badan.

Lalu bagaimana dengan olahraga pada malam hari? Mengutip TIME

merujuk makalah jurnal Experimental Physiology 2019, disebutkan bahwa olahraga pada malam hari tidak mengganggu tidur. Selain itu, dikatakan pula bahwa olahraga pada malam hari mengurangi kadar hormon ghrelin yang merangsang rasa lapar sehingga dapat mengontrol berat badan.

3. Makan malam dapat menambah berat badan

Mitos ini bisa dikatakan merupakan mitos paling populer diantara mitos diet yang pernah ada. Sayangnya, mitos ini sangat keliru.

“Tidak masalah jam berapa pun kamu makan. Apa dan seberapa banyak kamu makan, serta seberapa banyak aktivitas fisik yang kamu lakukan dalam sehari, adalah yang menentukan apakah kamu mengalami kenaikan berat badan, penurunan berat badan, atau berat badan tetap stabil,” itulah yang disebutkan pada laman U.S. Department of Agriculture’s Weight Control Information Network dalam Nourish by WebMD.

Penelitian yang dilakukan terhadap kebiasaan makan 52 orang dewasa yang dimuat pada laman Healthline, menemukan bahwa mereka yang makan setelah jam 8 malam mengonsumsi lebih banyak kalori dibandingkan pemakan sebelumnya.

Penelitian lain juga menemukan bahwa orang yang makan pada rentang waktu pukul 11 malam hingga 5 pagi mengonsumsi sekitar 500 kalori lebih banyak.

Mereka menjelaskan, makan pada malam hari cenderung makan lebih banyak sehingga mengkonsumsi kalori ekstra. Kalori ekstra yang dikonsumsi tentu dapat menyebabkan penambahan berat seiring berjalannya waktu.

Jika kamu dapat mengontrol jumlah kalori yang dikonsumsi pada malam hari, tentu penambahan berat badan tidak akan terjadi. Yang jadi masalah adalah jumlah kalori yang dikonsumsi, bukan waktu makan.

Baca juga: Sulit Olahraga Rutin? Coba 5 Tips Ini Untuk Membakar Semangat Kamu