Perdana Menteri Shinzo Abe mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri Jepang pada Jumat (28/8/2020).

NHK World Japan melaporkan Shinzo Abe mengundurkan diri karena pertimbangan kesehatan dirinya.

Ia dilaporkan mengalami sakit radang usus. Shinzo Abe sudah mengecek kesehatannya ke RS pada Juni lalu, namun kondisinya memburuk pada Juli kemudian kambuh lagi pada Agustus ini.

Dalam pernyataannya, Shinzo Abe mengatakan tidak ingin keadaan fisik dan kesehatannya dianggap sebagai alasan ketika ia salah membuat keputusan politik.

Publik Jepang termasuk dunia menyampaikan apresiasi atas keputusan Shinzo Abe dan mendoakan kesembuhan dirinya. Salah satu netizen mengatakan dia menjadi sahabat bagi orang India.

Sementara netizen lainnya membandingkan keputusan pengunduran diri Shinzo Abe dengan pemimpin negara mereka.

“That’s heart breaking news. He is a good friend of India. May he get well soon (Berita yang membawa duka. Dia asalah sahabat bagi orang India. Semoga lekas sembuh),” tulis pengguna Twitter.

While in Nigeria elected officials will rather die than resign. I pray for a speedy recovery (Sementara di Nigeria, pejabat terpilih memilih mati dari pada mengundurkan diri. Saya berdoa semoga cepat sembuh),” tulis pengguna lainnya.

Shinzo Abe
PM Jepang Shinzo Abe. (Foto: Pixabay)

Sepanjang perjalannya sebagai PM Jepang, Shinzo Abe memang dikenal luas dan memberikan pengaruh bagi masyarakat dunia.

Berikut fakta-fakta menarik PM Jepang Shinzo Abe.

1. PM Jepang dengan jabatan terlama

Shinzo Abe menempati jabatannya sebagai PM Jepang selama 4 periode dengan total 3167 hari sampai berita ini ditulis. Jabatannya akan berakhir pada September mendatang.

Dengan demikian, Shinzo Abe menjadi PM dengan jabatan lama dari semua PM Jepang. Periode pertama Shinzo Abe menjadi PM Jepang dimulai pada tahun 2006-2007.

Posisi kedua jabatan PM Jepang terlama ditempati PM Katsuro Taro yang menjabat selama 2883 hari selama 3 periode.

2. Kontrol penyakit selama 8 tahun

Dikutip dari CNN, Shinzo Abe mengontrol penyakit yang diidapnya selama hampir 8 tahun. Pada Juni lalu, dia menjadi rutin mengecek kesehatannya untuk mengetahui tanda-tanda penyakit yang dialaminya.

3. Keturunan politisi

Shinzo Abe berasal dari keluarga yang juga berlatar belakang politisi dan pemimpin.

Ayahnya Shintaro Ane pernah menjadi pejuang membela Jepang pada Perang Dunia II dan menempati sejumlah jabatan seperti Menteri Pertanian Jepang pada 1974-1976, kemudian terakhir menjabat Menteri Luar Negeri Jepang pada 1982-1986.

Shintaro Abe juga pernah menempati jabatan di Liberal Democratic Party (LDP).

Untuk diketahui, Shinzo Abe menjabat Presiden LDP dua kali pada periode 2006 dan 2012 hingga sekarang.

Kakeknya Kan Abe pernah menjadi anggota parlemen Jepang dari 1937-1946.

4. Program Abenomics

Shinzo Abe punya program untuk masa depan generasi Jepang yang disebut sebagai Abenomics.

Dikutip dari situs japan.go.jp, Abe Shinzo mencanangkan Abenomics sejak akhir tahun 2012.

Abenomics merupakan paket kebijakan untuk menghidupkan kembali ekonomi Jepang dari deflasi selama dua dekade sambil tetap mempertahankan kebijakan fiskal.

Adapun Abenomics itu antara lain memuat:

1. Inovasi dalam struktur masyarakat
2. Keragaman dan pemberdayaan masyarakat
3. Aturan dan hukum yang akomodatif
4. Peluang internasional
5. Bisnis yang lebih kompetitif

Secara detil, program tiga panah Abenomics terdiri atas yaitu pelonggaran moneter skala besar, pengeluaran fiskal, dan reformasi struktural.

Namun, Abenomics mendapat kritik karena ekonomi Jepang mengalami resesi akibat pandemi Corona.

Hal ini diperparah dengan populasi Jepang yang sepertiganya berusia di atas 65 tahun. Ada kekurangan angkatan kerja dari populasi lansia yang membutuhkan perawatan kesehatan dan pensiun.

5. Tanggapan China dan Korsel

China dan Korea Selatan punya hubungan politik yang cukup hangat dengan Jepang.

Jepang dan China berseteru akibat sengketa Kepulauan Senkaku di Laut China Timur, sementara dengan Korea Selatan, Jepang masih mempunyai rekam sejarah panjang yang sulit dilupakan Korea sejak PD II.

Setelah pengumuman pengunduran diri Shinzo Abe, kedua pemimpin negara menyampaikan tanggapan mereka.

NHK World Japan melaporkan, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan dirinya menahan diri untuk tidak mengomentari urusan dalam negeri Jepang.

Baginya, Jepang adalah negara tetangga, dan mereka akan tetap fokus pada peningkatan dan pengembangan hubungan bilateral.

Sementara, seorang juru bicara pemerintah Korea Selatan mengatakan bahwa “Kami turut prihatin mendengar pengumuman mendadak ini. Kami ingin kerja sama dengan Perdana Menteri baru bertujuan membina hubungan yang berkelanjutan antara Korea Selatan dan Jepang.”