Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) telah menerbitkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) untuk vaksin Covid-19 Sinovac.

Pengumuman tersebut disampaikan Kepala BPOM Penny Lukito dalam konferensi pers virtual, Senin (11/1/2021). Untuk diketahui, Indonesia saat ini memiliki 3 juta dosis vaksin Sinovac, laporan Kontan, 11 Januari 2021.

Izin EUA adalah kunci dalam memulai pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Sebelumnya, Jubir Covdi-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 mengungkapkan, vaksinasi tergantung dari izin EUA BPOM, dikutip dari CNBC Indonesia.

Baca juga: Melihat Desain Rumah Bus dan Rumah Mini untuk Solusi Lahan Sempit, Yes or No?

Dengan dimulainya vaksinasi, pemulihan ekonomi diperkirakan bisa berjalan maksimal. Dalam kurun waktu sebulan terakhir, informasi dan sosialisasi vaksinasi Covid-19 selalu digencarkan pemerintah.

Namun demikian, pelaksanaan vaksinasi juga mendapat rintangan dengan beredarnya informasi salah soal vaksin Covid-19 di media sosial. Padahal, informasi valid dibutuhkan untuk memudahkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Lalu, apa saja informasi seputar vaksinasi Covid-19 yang perlu diketahui? Berikut rinciannya.

1. Tetap melaksanakan protokol kesehatan sesudah vaksinasi

Pelaksanaan vaksinasi sebelumnya sudah ditargetkan akan dilakukan pada Januari 2021. Menko Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto memberikan imbauan kepada masyarakat.

Airlangga mengatakan meski vaksinasi Covid-19 diberikan kepada masyarakat, pemerintah meminta khalayak tetap melaksanakan protokol kesehatan secara disiplin, baik sebelum dan sesudah pelaksanaan vaksinasi. Hal itu diungkapkan Airlangga Hartarto usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi pada Senin, 4 Januari 2021.

2. Tujuan vaksinasi Covid-19

Kementerian Kesehatan telah menerbitkan petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi Covid.19. Hal ini tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor hk.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit itu ditetapkan pada 2 Januari 2021. Menurut Keputusan Dirjen, kekebalan kelompok hanya dapat terbentuk apabila cakupan vaksinasi tinggi dan merata di seluruh wilayah.

Sebagai tambahan, untuk mencapai target kekebalan kelompok, Indonesia perlu melakukan vaksinasi kepada 182 juta orang.

Selain itu, dalam Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit disebutkan bahwa tujuan vaksinasi Covid-19 antara lain:

  • Mengurangi transmisi/penularan Covid-19
  • Menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19
  • Mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity)
  • Melindungi masyarakat dari Covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi.

3. Tahapan vaksinasi Covid-19

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dibagi dalam 4 tahapan. Menurut Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, kelompok prioritas penerima vaksin Covid-19 adalah penduduk yang berdomisili di Indonesia yang berusia di atas atau sama dengan 18 tahun.

Kelompok penduduk berusia di bawah 18 tahun bisa menerima vaksinasi jika telah tersedia data keamanan vaksin yang memadai dan persetujuan penggunaan pada masa darurat atau penerbitan nomor izin edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Tahapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sebagai berikut:

  • Tahap 1 pelaksanaan pada Januari-April 2021

Sasaran vaksinasi COVID-19 tahap 1 adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan.

  • Tahap 2 pelaksanaan Januari-April 2021

Sasaran dari vaksinasi Covid-19 tahap 2 adalah:

  1. Petugas pelayanan publik yaitu Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya yang meliputi petugas di bandara/pelabuhan/stasiun/terminal, perbankan, perusahaan listrik negara, dan perusahaan daerah air minum, serta petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.
  2. Kelompok usia lanjut (≥ 60 tahun).
  • Tahap 3 pelaksanaan April 2021-Maret 2022

Sasaran vaksinasi Covid-19 tahap 3 adalah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi.

  • Tahap 4 pelaksanaan April 2021-Maret 2022

Sasaran vaksinasi tahap 4 adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin. Sasaran penerima vaksinasi akan menerima notifikasi atau pemberitahuan melalui SMS Blast dengan ID pengirim: PEDULICOVID.

4. Tempat vaksinasi Covid-19

Setelah vaksin tersedia, tentu menjadi pertanyaan di mana masyarakat dapat melakukan vaksinasi.

Menurut Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, vaksinasi Covid-19 dilaksanakan di fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah Kabupaten/Kota.

Vaksinasi juga dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan milik masyarakat atau swasta yang memenuhi persyaratan.

Adapun fasilitas pelayanan kesehatan yang melaksanakan vaksinasi Covid-19 adalah

  • Puskesmas, puskesmas pembantu;
  • Klinik;
  • Rumah sakit; dan/atau
  • Unit pelayanan kesehatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

5. Vaksin gratis

Presiden (Joko Widodo) menekankan vaksinasi diberikan gratis kepada masyarakat. Menurut Kepala Negara, semua warga bisa ikut vaksin gratis ini tanpa harus ikut keanggotaan di BPJS Kesehatan, dikutip dari kanal Sekretariat Presiden melalui CNN Indonesia, Jumat 18 Desember 2020.

Baca juga: Lewat Album Baru, Paul McCartney Merasa Tiap Kecemasan Ada Jalan Keluar