Nikon Indonesia menyampaikan salam perpisahan kepada masyarakat Indonesia. Melalui akun Instagram, produsen kamera digital tersebut mengumumkan penutupan operasional Nikon Indonesia pada 22 Oktober 2020.

Perjalanan Nikon Indonesia pun pupus di usia 8 tahun. Perusahaan belum mengeluarkan keterangan resmi mengenai alasan penutupan itu sehingga menyisakan pertanyaan bagi pengguna produk mereka di Indonesia.

Nikon Indonesia hanya menjelaskan dalam caption di Instagram bahwa “Nikon tetap memberikan layanan dan support terbaik kepada pengguna Nikon dengan mengintegrasikan seluruh kegiatan sales, marketing dan services ke PT Alta Nikindo selaku distributor resmi Nikon di Indonesia.

Tetapi, pesan itu belum sepenuhnya memuaskan keingintahuan warganet. Desas-desus berkeliaran, apakah Nikon Indonesia berhenti memproduksi kamera digital?

Bila ditelusuri lebih dalam, ucapan perpisahan Nikon Indonesia bukan sesuatu yang baru. Nikon pernah melakukan penutupan serupa di China pada 2017 silam. Secara garis besar, penyebab penutupan operasional Nikon Indonesia erat hubungannya dengan rencana restrukturisasi dan kondisi keuangan yang kritis diperparah pandemi Covid-19.

Bisnis Nikon

Brand Nikon selama ini dikenal luas di dunia sebagai produsen kamera. Akan tetapi, produk kamera hanya satu bagian dari keseluruhan lini bisnis Nikon.

Sebagaimana dituliskan dalam situs resminya, Nikon juga memproduksi equipment untuk semikonduktor di Personal Computer (PC) dan smartphone yang digunakan masyarakat sehari-hari, merakit alat ukur pendeteksi kerusakan mikroskopis pada komponen elektronik.

Mereka menjadi penopang bagi manufaktur modern yang bergantung pada pengukuran presisi. “Alat ukur kami berkontribusi pada peningkatan kualitas, keandalan, dan keamanan produk dari komponen elektronik hingga mobil dan pesawat terbang,” tulis Nikon dalam situsnya.

Lengkapnya, struktur bisnis Nikon terdiri atas:

  • Imaging products
  • Precision equipment
  • Healthcare
  • Industrial metrology and others 

Produk kamera berada di bawah naungan imaging division. Kabar buruknya, pangsa pasar penjualan kamera buatan Nikon terus menyusut selama hampir satu dekade terakhir. Kondisi keuangan mereka pun memburuk dari tahun ke tahun.

Pada 2019, pangsa pasar Nikon mengalami penurunan, padahal dua rivalnya Canon dan Sony mencatatkan peningkatan.

Pangsa pasar kamera digital
Pangsa pasar kamera digital. (Credit: Nikkei Shimbun)

Sony bernasib mujur setelah berhasil menempati posisi kedua pangsa pasar global penjualan kamera sebesar 20,2%. Ini kali pertama Sony meyalip Nikon yang pasrah bertengger di posisi ketiga dengan raihan 18,6% pangsa pasar global.

Keuangan berdarah-darah

Isu soal keuangan Nikon yang terus tertekan sudah lama menjadi perbincangan. Secara resmi, Nikon baru mengakui bahwa korporasi telah mengalami kerugian yang sangat besar berdasar laporan keuangan tahun fiskal pada akhir 31 Maret 2020 tersebut.

Nikon statement

Dalam laporan keuangan 2020, Nikon mencatat pendapatan total sebesar 591 Miliar Yen sampai akhir Maret 2020, menurun 16,6% dari periode yang sama Maret 2019 (Y-o-Y).

Lalu, untuk imaging products, Nikon mencatat pendapatan sebesar 225,8 Miliar Yen, menurun 23,7% dari tahun lalu di periode yang sama (Y-o-Y). Laporan keuangan tahunan 2020 dapat diunduh di sini.

Nikon Financial Results for the year ended March 31, 2020.
Nikon Financial Results for the year ended March 31, 2020.

Dampak Covid-19

Layaknya nasib perusahaan-perusahan lainnya, pandemi Covid-19 turut memperparah operasional dan penjualan produk kamera Nikon. Pergerakan fisik dibatasi untuk mencegah penularan virus Corona yang berimbas pada operasional Nikon.

Nikon memperkirakan dampak pandemi Covid-19 telah mempengaruhi kerugian imaging products sebesar 4 Miliar Yen pada tahun ini.

Pandemi telah menyebabkan pembatasan dari distributor terutama yang menjual kamera mid dan high-end. Nikon pun harus menunda peluncuran produk utama mereka dan produk untuk kalangan profesional.

Misalnya, kamera Nikon D6 seharusnya diluncurkan pada Mei 2020 jelang Olimpiade Tokyo 2020 yang tertunda karena pandemi.

Imaging division sendiri menjadi sorotan selama bertahun-tahun sebagai penyumbang tekanan besar terhadap Nikon.

Tiap tahun pendapatan dari penjualan kamera menurun. Dari laporan keuangan tahunan sampai Maret 2016, imaging division mencatat pendapatan sebesar 520 Miliar Yen, namun turun drastis menjadi sebesar 225 Miliar Yen pada laporan akhir di Maret 2020.

Sebaliknya, Nikon mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan dalam lima tahun terakhir. Pada laporan tahunan sampai Maret 2016 pendapatan precision equipment tercatat sebesar 200 Miliar Yen, naik menjadi 239 Miliar Yen pada Maret 2020.

Revenue by Industry Segment
Revenue by Industry Segment.

Tidak mengherankan bila fotografer asal Inggris Mike Smith menyindir bahwa Nikon sudah bukan produsen kamera melihat anjloknya performa imaging products.

Dengan kata lain, Mike Smith menyimpulkan bahwa Nikon telah mengalami komplikasi akut dari masalah keuangan dan pandemi Covid-19 yang mengganggu periode penting dalam masa transisi ke mirrorless.

Restrukturisasi

Jauh sebelum pandemi, Nikon sendiri telah menyadari problema yang mereka hadapi.

Maka, tercetuslah ide untuk menjalani restrukturisasi perusahaan pada 2016 terutama di imaging division.

Restrukturisasi merupakan upaya bagi sebuah perseroan untuk memperbaiki kinerja perusahaan, utamanya dari sisi finansial.

Misalnya, di Indonesia, perusahaan baja nasional PT Krakatau Steel Tbk melakukan restrukturisasi utang senilai 2,2 Miliar Dollar AS pada Januari 2020 lalu.

Sederhananya, perusahaan akan dirampingkan untuk mencapai profit setinggi-tingginya.

Namun dalam pandangan lain, restrukturisasi kerap dipersepsikan sebagai petunjuk bahwa perusahaan sedang mengalami gangguan serius untuk keberlanjutan mereka.

China sudah terkena imbas rencana restrukturisasi Nikon ini.

Digital Trends melaporkan bahwa Nikon menutup anak perusahaannya Nikon Imaging China Co Ltd (NIC) yang memproduksi kamera digital dan lensa kamera digital pada Oktober 2017. NIC tutup setelah 15 tahun berdiri, tepatnya pada Juni 2002 lalu.

Dalam pernyataan resmi, Nikon menjelaskan, penutupan NIC dilatarbelakangi oleh perkembangan smartphone yang menyebabkan penurunan drastis pada pasar kamera digital sehingga membuat operasional bisnis mereka menjadi sulit.

Namun, anak perusahaan penjualan tetap dipertahankan mengingat China merupakan pasar terbesar produk kamera Nikon.

Selain merampingkan struktur perusahan, rencana restrukturisasi Nikon mencangkup juga pengembangan produk kamera bernilai tinggi.

Dan pada Juli 2017, Nikon meluncurkan Nikon D850 fullframe dengan hasil penjualan yang sangat mengesankan. Nikon berhasil meraup keuntungan sebesar 34 Miliar Yen dari penjualan D850 atau meningkat 8 kali lipat dari tahun sebelumnya.

Nikon D850
Nikon D850. (Foto: nikonusa.com)

Restrukturisasi Nikon akhirnya berimbas ke persoalan PHK karyawan, terlebih disebabkan oleh dampak pandemi pada perusahaan.

Nikkei Shimbun melaporkan dari tahun 2019 hingga Maret 2020, Nikon telah mengurangi 200 posisi karyawan dari imaging division Nikon di Thailand, sementara di Laos terjadi pemangkasan posisi terhadap 200 pekerja. Sebagian besar PHK itu berupa pensiun dini.

Kondisi berat Nikon secara global inilah yang kemungkinan besar menjadi penyebab penutupan operasional Nikon Indonesia.

Nikon telah menyiapkan rencana pemulihan pandemi Covid-19 sambil terus melanjutkan program restrukturisasi.

Dengan kata lain, Nikon akan tetap memproduksi kamera bernilai tinggi. Ini termaktub dalam laporan proyeksi 2021, disebutkan bahwa Nikon akan meluncurkan produk kamera bagi kalangan profesional dan penggemar kelas menengah hingga kelas atas dan terus mengisi jajaran lensa mirrorless.

Mike Smith telah merangkum strategi jangka menengah Nikon yang dianalisis berdasarkan laporan Financial Results for the year ended March 31, 2020 Progress of Medium-Term Management Plan yang diterbitkan Nikon pada 28 Mei 2020.

  • Pemangkasan biaya: pemotongan biaya akan dilakukan dalam jangka waktu dua tahun, yang bertujuan untuk mencapai pengurangan 50 Miliar Yen agar Divisi Pencitraan dapat menguntungkan.
  • Fokus produk: memfokuskan pengembangan produk yang benar-benar akan laku dan memiliki margin yang lebih tinggi. Penurunan mungkin akan terlihat di pasar kelas bawah dengan menyediakan produk kelas menengah dan atas yang lebih besar. Nikon Z mount merupakan satu-satunya pengembangan produk Nikon.
  • Strategi penjualan: Penjualan produk berkualitas baik, tetapi penting untuk menyampaikannya kepada konsumen. Fokus Nikon bukan pada menjual lebih banyak tetapi mengurangi biaya penjualan, beralih ke pemasaran digital, dan membangun kembali jaringan penjualan global mereka.
  • Produksi: biaya produksi sangat penting dalam menentukan harga suatu produk. Dengan laporan 700 pekerjaan yang hilang di Thailand dan Laos, mengoptimalkan lokasi membuat produksi akan lebih efisien.