The Weeknd barangkali menjadi penyanyi yang berhasil menarik banyak perhatian dari gelaran American Music Awards (AMA) 2020, Senin (23/11/2020). Ia memanfaatkan momentum ini untuk mendorong penonton di belahan dunia mengulik lebih dalam tentang penampilannya yang mencemaskan.

Kantung mata membengkak. Kondisinya menimbulkan keprihatinan. Dia tampil berbeda dari penyanyi lainnya dengan kepala dipenuhi perban.

Netizen bartanya mengenai kondisi tubuhnya. Namun, dia sebenarnya tidak terluka. Kesimpulan itu dilaporkan media Elle. Dalam laporannya, Elle menyebut bahwa The Weeknd hendak mengirim pesan dari penampilan dan lagunya di AMA.

Semua ini merujuk pada video dari lagunya Blinding Lights dan After Hours. Setidaknya, penonton sepakat untuk menganggap ini masuk akal. Kedua video klip tersebut dibuka dengan cuplikan mengerikan dengan darah mengucur di sekitar hidung dan mulut.

Penampilannya di AMA hanyalah make-up. Tetapi, mengapa dia melakukan ini?

Elle menyebut The Weeknd memberi peringatan supaya orang-orang tidak mengemudi dalam keadaan mabuk yang akan berakhir seperti dirinya.

Penampilan The Weeknd di American Music Awards 2020. (Foto: Instagram/theweeknd)

Media-media lain juga menyimpulkan demikian dengan merujuk wawancaranya di Esquire.

“Blinding Lights bercerita tentang bagaimana kamu ingin melihat seseorang di malam hari, dan kamu mabuk. Kamu mengemudi dan hanya dibutakan oleh lampu jalan,” kata The Weeknd dikutip dari Esquire.

“Tapi tidak ada yang bisa menghentikanmu untuk mencoba pergi menemui orang itu, karena kamu sangat kesepian. Saya tidak ingin mempromosikan mengemudi dalam keadaan mabuk, tapi itulah nada gelapnya.”

Blinding Light dirilis pada November 2019 lalu. Setahun setelahnya, video klipnya telah disaksikan 288 juta kali di YouTube.

Di AMA, dia keluar sebagai pemenang kategori artis pria soul/R&B terfavorit. Albumnya After Hours menyabut penghargaan album soul/R&B terfavorit, dan lagu heartless menjadi pemenang untuk kategori lagu Soul/R&B favorit.

Persona yang ditampilkan dengan wajah terluka sebelumnya pernah dilakukannya saat mengisi MTV Video Music Awrads pada Agustus 2020. Saat membawakan lagu Blinding Lights, ia terbangun dari lantai panggung. Latar cahaya ke arah kamera sangat menyilaukan dan beberapa detik kemudian, penonton akan melihat ‘luka’ di wajahnya.

Kecanduan Alkohol

The Weeknd yang bernama asli Abel Tesfay mempunyai riwayat di bawah pengaruh alkohol dalam menjalani karirnya sebagai penyanyi. Dalam wawancaranya kepada Beats 1’s Zane Lowe dikutip dari Daily Mail pada 2016 lalu, ia mengakui memiliki rasa cemas yang menghantuinya di atas panggung.

Ia mengonsumsi minuman beralkohol selama pertunjukan konsernya. Dia harus melawan ketakutannya.

“Saya naik panggung dalam kondisi mabuk karena gugup. Kamu harus melawan rasa nerves dan melawan,” katanya.

Tidak hanya terpengaruh di bawah alkohol. Penyanyi asal Toronto, Kanada, mengakui bahwa dia mengonsumsi obat-obatan untuk menopang dirinya dalam bermusik.

Ia memiliki cukup banyak deretan lagu yang mereferensikan tentang narkoba.

Sebut saja The Hills’, di dalamnya ada lirik “When I’m fucked up, that’s the real me/When I’m fucked up, that’s the real me” yang dianggap terkait dengan penyalahgunaan kokain. Lagu House of Balloons, lagu berdurasi 7 menit diciptakannya dalam pengaruh narkoba.

“You relly can’t feel your face,” tulis netizen di kolom komentar Instagram The Weeknd yang memperlihatkan foto personanya yang dipenuhi perban. Kalimat itu merupakan penggalan lirik dari lagunya Can’t Feel My Face yang secara halus menyinggung tentang penggunaan narkoba.

Meski musik telah mengangkat namanya, namun ada sesuatu yang harus disikapi bijak para penggemarnya. Kecanduan sulit dilepaskan. Di Indonesia, penyalahgunaan narkoba akan berujung pada pidana penjara.