Barangkali, pengguna Twitter paling berpengaruh di dunia adalah Presiden AS Donald Trump. Cuitannya telah menggegerkan dunia, terutama ketika dia berkali-kali mengklaim kemenangannya di Pilpres 2020, meskipun hasil perolehan suara elektoral dimenangkan Joe Biden.

Sebagai Presiden AS, Donald Trump mempunyai akun khusus dengan nama @POTUS yang merupakan inisial dari President of The United States (Presiden Amerika Serikat). Akun @POTUS adalah akun administrasi kepada Presiden AS. Jumlah pengikut akun ini mencapai 32,8 juta per 21 November 2020.

Namun, Trump sendiri terlihat tidak terlalu aktif menggunakan akun tersebut dalam menyebarkan cuitan. Timeline dari akun @POTUS pun terlihat sering melakukan retweet dari postingan akun @realDonaldTrump.

Baca juga: Ketika Miliader Jack Ma Digagalkan Presiden Xi Jinping di IPO Ant Group

Akun @POTUS meretweet akun @realDonaldTrump

Trump sendiri lebih aktif menggunakan Twitter dengan akun pribadinya @realDonaldTrump. Cuitan dari @realDonaldTrump inilah yang sering menjadi perbincangan netizen dan dirujuk reporter sebagai kutipan dalam pemberitaan.

Yang jadi pertanyaan, bagaimana nasib akun @POTUS jika Donald Trump dan digantikan Joe Biden sebagai Presiden AS ke-46?

Jawaban ini bisa dirujuk pada pengalaman Presiden Barack Obama. Ia telah menerbitkan aturan transisi aset digital.

Sebagai informasi, Obama adalah Presiden pertama AS yang menggunakan Twitter dan media sosial lainnya secara administratif dalam menyapa masyarakat. Cuitan pertamanya diberikan pada 2015 dari akun @POTUS.

Ketika Obama secara resmi tidak berkantor, tepatnya pada tanggal 20 Januari 2017, maka akun @POTUS dipindahalihkan ke administrasi Presiden ke-45, yaitu Donald Trump.

Mengikuti atutan transisi, saat akun @POTUS berpindah ke pemerintah Donald Trump, semua postingannya dihapus. Alhasil, Donald Trump memulai semua cuitannya dari nol.

Konten dan postingan dari Obama tidak benar-benar hilang. National Archives and Records Administration (NARA) mengarsipkan postingan @POTUS semasa Obama dalam akun baru bernama @POTUS44.

Netizen masih bisa menemukan cuitan Obama sewaktu Presiden di @POTUS44. Namun, interaksinya sudah berbeda. Akun @POTUS44 hanya dijadikan arsip dan dikelola oleh NARA.

Tidak hanya akun Presiden, NARA juga mengarsipkan konten dari akun resmi lembaga pemerintah lainnya, antara lain White House @WhiteHouse, Ibu Negara @FLOTUS, Sektretaris Presiden @PressSec, dan Wakil Presiden @VP.

Baca juga: Menyusuri Cerita tentang Pulau Sebira, Wilayah Jakarta Paling Ujung di Laut Jawa

Akun pribadi Kori Schulman turut diarsipkan oleh NARA menjadui @KS44. Kori Schulman adalah Asisten Presiden Obama dan Kepala Deputi Digital Officer yang membantu Obama dalam tiap kampanye.

Aturan serupa juga akan berlaku kepada administrasi Donald Trump ketika posisinya sebagai Presiden digantikan Joe Biden. Akun @POTUS Donald Trump bakal menjadi arsip. Sementara akun pribadinya, dikutip dari The Verve, akan menjadi subjek yang sama dengan pengguna Twitter lainnya.

Artinya, akun Donald Trump @realDonaldTrump bisa dibanned bila mengunggah konten kekerasan dan memosting false information tentang Pemilu dan virus Corona.

Selama menjabat sebagai Presiden, Trump mendapat hak istimewa dari Twitter tentang pemimpin dunia. Bila postingannya melanggar ketentuan, postingannya tidak dihapus layaknya pengguna biasa.

Baru-baru ini Twitter memberikan tambahan label dan peringatan ke beberapa tweet Donald Trump yang dianggap misleading dan sangat diragukan kebenarannya.