Kegiatan bersepeda tengah menjadi trend di tengah masyarakat Indonesia. Dengan bersepeda, polusi udara dari kendaraan bermotor akan berkurang, selain itu badan menjadi sehat.

WHO juga mempromosikan kegiatan bersepeda ini demi masa depan lingkungan. Namun, trend bersepeda ini harus diimbangi dengan mematuhi aturan di jalan raya, juga protokol kesehatan Covid-19. Sebab pandemi Corona belum berakhir di Indonesia.

Dikutip dari DetikNews, dosen Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM Rustamadji, saat diwawancarai mengenai bersepeda selama pandemi, mengatakan pesepeda tidak boleh mengabaikan ancaman penularan virus Corona dari orang-orang di sekitar.

Karena itu, perlu kewaspadaan. Protokol kesehatan tetap dipatuhi. Tentunya, kita tidak ingin manfaat bersepeda menjadi hilang karena ketularan virus Corona.

Lalu, bagaimana tips aman bersepeda selama pandemi Corona? Berikut rangkumannya.

1. Pakai masker

Pesepeda dianjurkan untuk memakai masker saat bersepeda. Ini bagian dari protokol kesehatan.

Tetapi, bukankah masker akan membuat sulit menghirup udara? Masalah ini bisa diatasi.

Rustamadji mengatakan jika saat bersepeda kamu merasa terasa berat, cobalah untuk menurunkan intensitas bersepeda.

2. Bersepeda hanya untuk bersenang-senang

Karena masker membatasi udara yang masuk ke tubuh, maka jadikanlah kegiatan bersepeda ini hanya untuk bersenang-senang.

Pertimbangkan jarak tempuh dan kecepatan bersepeda.

Dikutip dari situs lbbjkt.com, dalam sebuah jurnal terbitan 2018 berjudul “The compelling link between physical activity and the body’s defense” disebutkan bahwa sebuah kegiatan olahraga dengan intensitas tinggi beresiko tertular patogen hingga 6 kali lipat.

Sebaliknya, jika exercise itu dilakukan dengan insentitas moderate, maka sistem imun tubuh dapat meningkat 40-50%.

Jadi, kayuhlah sepedamu dengan intensitas maksimal sebesar 70% dari selama pandemi ini. Rentan waktu bersepeda berkisar antara 30-60 menit.

Bersenang-senanglah karena ini baik pada kesehatan mental dan fisik.

Sepeda
Ilustrasi sepeda. (Foto: Pixabay)

3. Jaga jarak

Tips aman lainnya adalah antar pesepeda harus menjaga jarak minimal dua meter. Aturan ini menyesuaikan pada aturan protokol kesehatan antara 1,5 sampai 2 meter untuk mencegah risiko penularan virus.

4. Memakai sarung tangan dan cuci tangan

Tetaplah menjaga kebersihan. Situs California Bicycle Coalition menyarankan pesepeda untuk menggunakan sarung tangan full saat membawa sepedanya.

Masalah kebersihan ini tetap sama seperti menjaga kebersihan setelah bersentuhan dengan benda lain sesuai protokol kesehatan. Jangan lupa untuk membersihkan setang sepeda dan bagian lainnya sebelum atau sesudah memakainya.

5. Jangan berkumpul dengan pesepeda lain yang tidak dikenal

Jika kamu ingin bersepeda secara berkelompok, buatlah dengan kelompok kecil saja. Isinya adalah anggota keluarga atau orang yang tinggal bersama dalam satu rumah.

Kemudian saat di jalan, cobalah untuk tidak bergabung dalam barisan kelompok sepeda lain.

Prinsip ini sama seperti melakukan jaga jarak sosial, tetapi dengan rentang jaraknya dibuat lebih aman atau lebih jauh. Cara ini bisa menjadi pertimbangan untuk mencegah tertular dari orang lain yang tidak dikenal.

Beberapa kota di dunia sudah memberlakukan aturan seperti ini, salah satunya adalah New York City.

6. Patuhi aturan soal bersepeda

Isu trend bersepeda telah memantik perbincangan publik di dunia maya. Ada pro dan kontra atas situasi seperti ini.

Memang, UU 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 106 berbunyi “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di Jalan wajib mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda.”

Tetapi, aturan lain terkait lalu lintas, perlengkapan keselamatan seperti helm, sampai sopan santun selama di jalan perlu diperhatikan.

Beberapa kota telah menyediakan jalur sepeda.

Bahkan di DKI Jakarta, bila pesepada tidak menggunakan jalur khusus yang disediakan, maka akan terancam sanksi denda Rp100.000 hingga ancaman kurungan penjara selama 15 hari, sebagaimana diberitakan Tribunnews pada 18 Juni 2020 lalu.

Nah, semoga tetap taat aturan. Ingatlah bahwa bersepda itu tujuannya untuk bersenang-senang selama pandemi. Jangan sampai berujung pada kekesalan karena baru saja mendapat denda.