Tepat pada tanggal 5 Februari 2021, bintang sepak bola Cristiano Ronaldo berulang tahun ke-36. Lewat akun Instagram, Ronaldo mengungkapkan, pertambahan usianya saat ini adalah sesuatu yang luar biasa.

Ia melanjutkan tulisannya dengan mengingat kembali masa lalu ketika pertama kali berkarir sebagai pemain sepak bola.

“36 tahun luar biasa! Rasanya seperti dimulai kemarin, tetapi perjalanan ini penuh petualangan dan cerita untuk dikenang. Bola pertama saya, tim pertama saya, gol pertama saya. Waktu berlalu!” tulis @cristiano dalam postingan foto dirinya dan keluarganya.

Lahir di Madeira, Portugal, Cristiano Ronaldo memulai karir profesionalnya di Sporting Lisbon hingga melalangbuana ke pelbagai klub besar dunia hingga sekarang berseragam Juventus.

Usia 36 tahun adalah usia rata-rata pemain sepak bola dunia memasuki masa pensiun. Performa permainan di rumput hijau menurun sekaligus membuat pamor pemain di layar TV ikut meredup pula.

Baca juga: Meneladani Kelucuan Elon Musk Dalam Pusaran Polarisasi Politik Indonesia

Namun, Cristiano Ronaldo memiliki pandangan lain. Ia mengatakan akan selalu berusaha memberikan yang terbaik dari dirinya sebagai bentuk terima kasih kepada para penggemarnya.

“Dalam ulang tahun ke-36 dan tahun ke-20 saya sebagai pesepakbola profesional, saya meminta maaf karena tidak dapat menjanjikan 20 tahun lagi dari ini. Tetapi, apa yang bisa saya janjikan kepada kalian adalah selama saya terus bermain, kalian tidak akan pernah menerima kurang dari 100 persen dari saya!” kata Ronaldo.

“Terima kasih sekali lagi atas dukungan kalian semua dan pesan hangat dan inisiatif sepanjang hari ini. Ini sangat berarti banyak bagiku dan kalia akan mendapat tempat spesial di hati saya.”

Obsesi Pemain Muda Manchester United

Meski sekarang membela Juventus, nama Cristiano Ronaldo tetap melekat sebagai bagian dari Manchester United, klub yang berhasil mengangkat namanya ke panggung dunia.

Seperti yang dituliskannya, ia mengingat bagaimana kehidupannya tidak lepas dari pengalaman masa lalunya sehingga dia bisa memberikan segala yang terbaik kepada penggemar sepak bola. Pasang-surut dilewatinya dengan obsesi, kerja keras dan sentuhan.

Semua dimulai dari dataran Inggris. Sir Alex Ferguson, pelatih Manchester United pada 2003 silam, menangkap bakat Cristiano Ronaldo yang membuatnya terpincut untuk membelinya dari Sporting Lisbon dengan nilai kesepakatan sebesar 12 juta Poundsterling.

Tidak tanggung-tanggung, Ferguson mempercayai nomor punggung 7 yang ditinggalkan Beckham dikenakan oleh Ronaldo.

Bermain sebagai sayap, Cristiano Ronaldo mulai menunjukkan aksi individual yang memukau dalam tiap penampilan. Pergerakannya sangat cepat mengecoh pemain dari sisi lapangan sebelum bergerak mengeksekusi bola ke gawang lawan.

Total, dia menciptakan 6 gol dari 24 laga sepanjang musim pertamanya di Manchester United. Pembuktian bahwa dirinya layak diturunkan dalam tiap laga bersama Ryan Giggs, Rio Ferdinand, Paul Scholes dan van Nistelrooy, pemain utama dalam skuad klub berjuluk Setan Merah ini.

Baca juga: Indonesia Sambut Vaksin Covid-19 Sinovac dalam Bentuk Bahan Baku dan Overfill, Apa Artinya?

Cristiano Ronaldo semakin mempertajam gaya permainannya dan memperlihatkan bahwa dia adalah anak muda yang ambisius untuk masa depan. Rio Ferdinand menilai Cristiano Ronaldo mempunyai obsesi yang berbeda dari kebanyakan pemain yang pernah dia temui.

Tetapi, sebagai remaja yang terobesi, penampilan individualnya kerap menimbulkan perselisihan terhadap pemain lainnya.

Rio Ferdinand mengingat dalam satu momen latihan bersama, Ronaldo sedang menggiring bola dengan posisi melebar yang direspon Nistelrooy untuk mengambil posisi masuk ke dalam kotak penalti.

Namun, Ronaldo tidak mengopernya sehingga Nistelrooy geram dan berteriak, “Dia seharusnya ada di sirkus, tidak di lapangan!” Ferdinand mengatakan, Ronaldo kesal mendengar ucapan Nistelrooy, “Mengapa dia berbicara seperti itu kepada saya?” kata Ferdinand mengulang ucapan Ronaldo.

Sebagai remaja, Ferdinand menilai orang-orang seperti Ronaldo mungkin bisa jatuh dan kehilangan kepercayaan diri, lalu mengulangi hal yang sama. Namun, ia melihat Ronaldo berbeda karena berpikir ucapan Nistelrooy ada benarnya.

Piala Dunia 2006

Obsesi Cristiano Ronaldo mulai mengalami tantangan setelah Manchester United mendatangkan penyerang muda lainnya, Wayne Rooney dari Everton dengan mahar sebesar 31 juta Poundsterling, dua kali lipat dari mahar Cristiano Ronaldo.

Kedua pemain muda ini silih berganti mencuri perhatian para pendukungnya. Ronaldo dikenal lewat sepakan keras yang jatuh tidak terduga, sementara Wayne Rooney penyempurna barisan depan dengan badan kekar dan sepakan akurat ke mulut gawang.

Di Piala Dunia 2006, kekompakan Cristiano Ronaldo dan Rooney terpisah karena harus membela negara masing-masing. Piala Dunia sekaligus ajang pembuktian mereka untuk mengharumkan tanah kelahiran di kancah internasional, terlebih Portugal dan Inggris gagal merebut Piala Eropa dua tahun sebelumnya.

Baca juga: Kenali Pola Diet Plant-Based dan Bedanya dengan Vegan

Rooney dan Cristiano Ronaldo akhirnya bertemu dalam laga perempat-final. Laga penuh tensi mengharuskan para pemain bermain lebih keras.

Dalam laga itu, Ronaldo mengguncang dunia karena sikap ‘provokasi’ dirinya ke wasit menyebabkan Rooney harus menerima kartu merah akibat tackle-nya ke Carvalho.

Rooney dibuat geram karena sikap Ronaldo tersebut ditambah lagi laga berakhir dengan kekalahan Inggris dari Portugal lewat babak adu penalti.

“Beberapa saat setelah saya menerima kartu merah, Ronaldo mengedipkan matanya di pinggir lapangan dan kepada orang-orang yang menonton pertandingan ini di televisi. Ini terlihat buruk seolah dia sangat menikmatinya,” kata Rooney.

Rivalitas Lionel Messi

Media Inggris mengangkat perselisihan keduanya yang menambah rumor tidak sedap untuk Manchester United. Namun, semua kecurigaan terhadap Cristiano Ronaldo dan Rooney tampaknya berlangsung singkat.

Mereka nyatanya menyadari berada dalam satu atap membela Setan Merah. Toh rival Ronaldo sebenarnya adalah Lionel Messi, pemain muda yang juga sedang mekar-mekarnya bersama Barcelona.

Ronaldo menemukan kesempatan untuk menguji kemampuan dirinya bersama Lionel Messi ketika hijrah ke Real Madrid pada 2009 silam. El Clasico antara Real Madrid dan Barcelona kerap diidentikan sebagai pertemuan Ronaldo dan Messi.

Persaingan megabintang keduanya terus meningkat saban tahun. Sumbangan gol di La Liga dalam satu dekade didominasi kedua pemain yang berebut tempat sebagai top skor.

Cristiano Ronaldo
Cristiano Ronaldo. (Foto: Twitter/cristiano)

Baca juga: Mengenal Poulet Roti “Ayam Panggang Nenak” asal Prancis yang Resepnya Diturunkan Turun-temurun

Namun, Ronaldo harus mengakui keunggulan Messi dalam raihan total top skor sebelum ia meninggalkan Madrid ke Juventus. Begitu juga dalam raihan Ballon d’Or.

Meski kerap dibandingkan dengan Messi, Ronaldo setidaknya dapat membanggakan dirinya setelah berhasil mengharumkan negaranya.

Penantian belasan tahun Ronaldo dibayar manis setelah Portugal menjuarai Piala Eropa 2016. Berbeda dengan Lionel Messi yang terus berjuang bersama timnas Argentina yang selama dua dekade terakhir tidak pernah mengangkat piala apapun, baik dari Piala Dunia dan Copa Amerika.

“Saya selalu mengatakannya-dan [Ronaldo] pada bagian ini-dia tangguh dengan kehadiran kami berdua. Kami berusaha mencapai yang terbaik setiap tahun bagi tim kami, dan apa yang dikatakan di luar itu, saya tidak menganggap itu penting.”

Baca juga: Mencerna Kekecewaan Jokowi soal PPKM

“Dia adalah pemain fenomenal dengan banyak kualitas. Semua dunia tahu dan itulah mengapa dia salah satu yang terbaik di dunia,” kata Messi pada 2017 silam.

Dari obesei hingga rivalitas, Ronaldo adalah manusia yang mudah tersentuh. Dia pernah menyambangi korban bencana Tsunami Aceh pada 2005 silam.

Kepekaan serupa pernah diterima Ronaldo dari Sir Alex Ferguson karena mengizinkan dirinya absen bermain untuk menjenguk Ayahnya yang sakit meski Manchester United menghadapi laga krusial di Liga Champions.

“‘Saya akan menunggumu di sini karena kamu penting, tetapi ayahmu adalah [prioritas]’. Ketika dia mengatakan itu kepada saya, saya merasa orang ini luar biasa. Dia ayah sepak bola bagi saya,” kata Ronaldo dalam film Sir Alex Ferguson: Secrets of Success. Sejak itu, Ronaldo hanya segan terhadap satu orang dan dia adalah Sir Alex Ferguson.

Sumber: Manchester United, Insider, Punditarena, Bleacherreport, Bleacherreport, The Sun