Danau Toba merupakan ikon pariwisata Sumatera Utara. Berada di dataran tinggi, wisatawan akan menyaksikan hamparan hijau perbukitan di sekeliling danau. Panoramanya sekilas menyerupai kota Monaco, karena itu ia dijuluki sebagai Monaco of Asia.

Danau terbesar di Indonesia ini sering menjadi kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara. Saat ini, pemerintah hendak menyulap Danau Toba untuk naik kelas dengan menyiapkannya sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).

Menuju Danau Toba, terdapat dua pintu masuk via bandara bagi wisatawan di luar kota Medan, yaitu bandara Kuala Namu, Deli Serdang dan bandara Silangit, Siborong-borong.

Baca juga: Daftar Universitas Terbaik di Website dan Media Sosial, Ada Kampus Kamu?

Dari Kuala Namu, wisatawan menempuh perjalanan darat selama kurang lebih tiga jam. Sedangkan dari Bandara Silangit, perjalanannya lebih singkat sekitar setengah jam.

Tujuan utama ke Danau Toba adalah Parapat. Kota kecil ini memang sudah lama dirancang sebagai destinasi wisata. Akses jalan sudah memadai karena berada di jalur lintas Sumatera.

Selain itu, Parapat juga memiliki pelbagai sarana pendukung untuk melayani pelancong menikmati keindahan Danau Toba. Di sini, wisatawan dapat melakukan penyebarangan ke pulau Samosir di tengah danau melalui pelabuhan Ajibata.

Lokasi Haranggaol
Lokasi Haranggaol berdasarkan Google Maps.

Alternatif lokasi menikmati Danau Toba

Sebenarnya, wisatawan bisa menikmati keindahan danau Toba dari banyak tempat selain Parapat. Hanya saja, beberapa tempat alternatif memiliki tantangan tersendiri lantaran minimnya fasilitas dan sarana pendukung kegiatan pariwisata.

Salah satunya adalah Haranggaol. Desa ini berada di sisi timur laut Danau Toba. Untuk mencapai Haranggaol, wisatawan dapat mengambil rute jalan menuju Saribudolok, Simalungun.

Jika berangkat dari Medan, rute jalan menuju Saribudolok berbeda dari rute menuju Parapat. Dari Medan, ambillah jalan menuju Berastagi untuk sampai di Saribudolok.

Sigumba-gumba, Haranggaol
Sigumba-gumba, Haranggaol.

Baca juga: Sopir Uber Jadi Karyawan Tetap, Mungkinkah Diikuti Ojol di Indonesia?

Setibanya di Saribudolok, wisatawan akan mendapati sebuah persimpangan menuju Haranggaol. Dari sini, perjalanan menuju Haranggaol menghabiskan waktu kurang lebih 45 menit untuk melewati jalanan berbelok di sepanjang perbukitan.

Haranggaol memang tak sepopuler Parapat dan Balige dalam menyajikan fasilitas wisata. Warga di desa ini lebih banyak berprofesi sebagai pembudidaya ikan air tawar. Sepanjang mata melihat, keramba apung berisi ikan mas dan ikan nila terlihat membentang di permukaan danau.

Untuk menjadi lokasi wisata, Haranggaol mesti melakukan sejumlah pembenahan. Akses transportasi menuju Haranggaol adalah salah satu di antaranya.

Sigumba-gumba, Haranggaol
Sigumba-gumba, Haranggaol.

Transportasi umum yang dapat ditumpangi adalah angkutan Sinar Sepadan dari Saribudolok, namun jam keberangkatannya tak pernah pasti.

Satu-satunya cara yang memungkinkan untuk pergi ke Haranggaol adalah mengendarai kendaraan pribadi. Karena itu, jika wisatawan dari luar kota hendak mengunjungi tempat ini, mereka sebisa mungkin perlu menyewa kendaraan pribadi.

Meski demikian, panorama danau Toba dari Haranggaol terlihat mengagumkan. Selain itu, Haranggaol adalah destinasi wisata danau Toba terdekat dari Berastagi.

Karena itu, Haranggaol cocok menjadi lokasi wisata alternatif untuk menikmati keindahan danau Toba manakala beberapa tempat populer telah dipenuhi para pelancong.

Wisatawan bisa menemukan lingkungan yang asri dan tenang dari hiruk-pikuk. Beberapa tempat disediakan di pinggir danau khusus untuk berwisata, seperti Sigumba-gumba, Tanjung Harapan, dan lokasi lainnya.

Di sana juga terdapat penginapan dengan harga terjangkau di kantong sambil menikmati ikan bakar hasil tangkapan dari danau.

Baca juga: 3 Bandara Ini Jadi Andalan Wisata di Jawa Timur