Beribu-ribu suku di Indonesia tidak membuat bangsa ini selalu toleran dalam kehidupan berbangsa maupun bernegara. Indonesia yang merdeka tahun 1945 ini, tidak melupakan toleransi yang tertuang di dalam falsafah bangsa yakni Pancasila. Sangat beragamnya suku di Indonesia membuat Indonesia menjadi negara yang besar. Itu lah yang membuat di setiap daerah di Indonesia rukun damai dan tentram. Kita dapat melihat “miniaturnya” Indonesia di Jakarta.

Jakarta yang berpenduduk hampir 12 jutaan yang bikin sesak Ibu Kota, tapi ditinggali oleh hampir suku yang ada di Indonesia. Bahkan, banyaknya penduduk di Jakarta tidak membuat toleransi di Jakarta berkurang. Yaa, kalo kalian tau di Jakarta terdapat tempat tinggal yang berbasiskan etnis atau suku. Misalnya saja ada kampung ambon, kampung arab, kampung cina, dan kampung-kampung lainnya. Kampung ini ada karena mayoritas penduduknya dominan suku tertentu. Kalian bisa lihat salah satunya kampung ambon yang ada di daerah cengkareng atau kampung arab di daerah condet dan sekitarnya.

Kampung Arab daerah Condet, Jakarta Timur

Keberadaan kampung-kampung ini tidak terlepas dari sejarah keberadaan mereka. Misalnya saja kampung ambon, mereka adalah keturunan para mantan tentara Koninklijke Nederlands Indisch Leger (KNIL) atau Batalion X bentukan Belanda saat Perang Djawa (1825-1830). Bisa dilihat juga sejarah kampung arab yang berada di daerah Condet sejak Gubernur Ali Sadikin gagal menjadikan Condet sebagai Cagar Budaya Betawi pada 1975. Kampung-kampung ini tetap eksis di era sekarang. Mereka telah tinggal dari generasi ke generasi.

Kampung Bali daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat
Kampung Cina daerah Glodok, Jakarta Barat

Berikut adalah beberapa kampung-kampung yang ada di Jakarta :

  1. Kampung Ambon daerah Cengkareng, Jakarta Barat.
  2. Kampung Arab daerah Condet, Jakarta Timur.
  3. Kampung Batak daerah Cililitan, Jakarta Timur.
  4. Kampung Bali daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat.
  5. Kampung Madura daerah Palmerah, Jakarta Barat.
  6. Kampung Cina daerah Glodok, Jakarta Barat.

Daftar kampung di atas adalah beberapa bagian saja, masih banyak kampung-kampung di Jakarta yang dominan ditinggali oleh etnis atau suku tertentu. Perlu dilestarikan budayanya di Jakarta agar bisa jadi alternatif destinasi wisata budaya di Ibu Kota Indonesia. Selayaknya Jakarta dapat dikatakan sebagai “miniaturnya” Indonesia.

(Baca juga: BKT Tempat Nongkrong Murah-Meriah di Kawasan Cipinang-Bekasi)write my essay