Tahun ini menjadi musim yang buruk untuk tim balap Formula 1 Scuderia Ferrari. Si Kuda Jingkrak, demikian tim ini dijuluki, bahkan harus tertunduk malu di kandang sendiri, Italia.

Pada race di sirkuit Mugello, Italia, Minggu (13/9/2020) seharusnya para punggawa tim dari engineering, tukang pasang ban hingga pebalap mereka Sebastian Vettel dan Charles Lecrerc, berpesta untuk merayakan race ke-1000 Scuderia Ferrari di Formula 1.

Tapi yang terjadi ternyata, Vettel dan kawan-kawan terseok-seok selama balapan. Lecrerc hanya mampu finish di posisi delapan, sementara rekannya di Vettel finish di urutan 10!

Padahal dandanan mobil mereka sudah diubah dengan tampilan spesial berwarna merah maroon dilengkapi stiker bermotif angka 1000 di body mobil. Lecrerc start di posisi lima. Para pendukung sudah hadir di sirkuit mendukung momen penting ini.

Yang sangat memalukan adalah mereka tumbang di lintasan yang notabene merupakan sirkuit milik mereka sendiri.

Sirkuit Mugello adalah salah satu sirkuit yang dikelola penuh oleh tim Ferrari yang dijadika sebagai tempat latihan. Dan untuk kali pertama, sirkuit ini menjadi arena balap F1 karena alasan pandemi Corona.

Charles Lecrerc
Pebalap Scuderia Ferrari Charles Lecrerc di GP Tuscan Italia. (Foto: Instagram/scuderiaferrari)

Idealnya, tim yang dipimpin Mattia Binotto ini tahu titik mana saja yang dapat menjadi peluang Vettel dan Lecrerc untuk bisa lebih cepat dari mobil lainnya. Akan tetapi, gagal total juga.

Ferrari harus mengakui keunggulan tim Mercedes yang dikemudikan Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas yang menempati urutan pertama dan kedua dalam grand prix kemarin.

Dalam sesi wawancara bersama media Formula 1, Lecrerc dan Vettel sepakat bahwa mobil mereka kurang cepat. Vettel mengakui sulit untuk menjawab mengapa mobil mereka di musim ini bisa berjalan kurang cepat alias lambat.

Lecrerc
Pebalap Scuderia Ferrari Charles Lecrerc di GP Tuscan Italia. (Foto: Instagram/scuderiaferrari)

Berani-beraninya mereka berkata mobil Ferrari lambat di hari bersejarah tim kebanggan jagat dunia. Tetapi, faktanya begitu.

Fakta lainnya adalah di grand prix pekan lalu di sirkuit Monza, Italia, Vettel dan Lecrerc dinyatakan did not finish (DNF) alias tidak menyelesaikan sesi balapan hingga akhir.

Mobil yang dikendarai Vettel mengalami masalah pada pengereman sehingga harus ditarik ke pit, sementara Lecrerc mengalami kecelakaan hebat yang mengakibatkan kehancuran pada mobilnya.

Saat ini, tim Scuderia Ferrari untuk sementara menempati posisi enam klasemen konstruktor.

Ini boleh dikatakan sangat menjengkelkan karena selama puluhan tahun, Ferrari tidak pernah keluar dari lima besar. Terakhir, Ferrari finish di klasemen konstruktor pada musim 1980 dengan menempati posisi sepuluh.

Dua grand prix sudah selesai dilaksanakan di Italia. Pulang kampung yang tidak diharapkan oleh Ferrari.

Sebaik-baiknya manusia, tentu ada intuisi untuk menyalahkan siapa yang harus bertanggungjawab di balik kegagalan Ferrari. Warganet sepakat untuk menyalahkan sang Bos, Mattia Binotto.

Ia menyadari itu. Saat akhir race di GP Tuscan kemarin, Mattia Binotto sebagaimana dikutip dari situs ferrari.com mengatakan bahwa, “…Kami bekerja keras untuk mencoba dan memperbaiki kesalahan dasar ini, tetapi hal ini bukan sesuatu yang dapat dilakukan dalam waktu singkat, atau dengan sedikit pembaruan. Tetapi bukan berarti kami tidak memberikan solusi baru untuk sekarang dan di akhir musim, tetapi kami harus realistis dengan diri sendiri dan dengan penggemar kami.”

Tanggapan yang tidak jauh beda dari jawaban politisi dan pejabat di negeri ini. Siapa tuh??