Media sosial sudah menjadi bagian hidup atau budaya masyarakat dengan menghadirkan beragam fungsi untuk membantu aktivitas. Namun, akan ada orang toxic di media sosial sehingga karakter tersebut harus dihindari.

Tak hanya untuk berkomunikasi serta mencari informasi terbaru, media sosial turut menjadi bagian dalam urusan bisnis, pekerjaan, bahkan urusan percintaan. Dari generasi millenial hingga boomer, media sosial digunakan oleh hampir seluruh lapisan umur.

Instagram bisa dikatakan yang paling populer dalam beberapa tahun ini. Melansir Data Reportal dikutip dari Berita Satu, Instagram merupakan media sosial paling populer ketiga di Indonesia dari keseluruhan jumlah pengguna internet mencapai 202,6 juta jiwa per Januari 2021.

Fitur-fitur yang ditawarkan Instagram semakin menarik, membuat para pengguna semakin asyik dalam mengekspresikan momen yang ingin dibagikan.

Momen ini bisa berupa foto, video, atau story yang dibagikan pada beranda. Semua pengguna bebas membagikan kisah mereka selama tidak melanggar ketentuan Instagram.

Baca juga: Daftar Universitas Terbaik di Website dan Media Sosial, Ada Kampus Kamu?

Momen atau postingan yang dibagikan pada sosial media sedang hangatnya diperbincangkan oleh netizen. Pasalnya postingan pada sosial media melahirkan berbagai komentar baik dan buruk serta dapat mempengaruhi kehidupan bahkan mental seseorang.

Benarkah demikian? Kedua hal ini erat kaitannya dengan pemirsa postingan atau pengguna sosial media itu sendiri. Entah disadari atau tidak, ada saja pengguna sosial media yang toxic.

Apakah kamu atau orang-orang di sekitar adalah pengguna media sosial yang toxic? Mari ketahui berbagai ciri orang toxic di media sosial yang ditulis oleh Robert Greene pada Medium.

1. Pencemburu rahasia

Selalu ada orang di sekitar kamu yang merasa iri hati atau dengki. Entah karena prestasi kamu, pekerjaan, kebahagiaan, bahkan ketika kamu berlibur.

Orang-orang ini tampaknya baik di depan kamu dalam keseharian, namun nyatanya mereka tidak suka terhadap kamu, terutama pada postinganmu.

Orang-orang ini suka membandingkan kehidupan mereka dengan kamu. Mereka ingin seperti kamu, namun mereka tak mampu untuk merealisasikannya.

Ilustrasi orang toxic
Ilustasi orang toxic. (Foto: Andrea Piacquadio/Pexels)

2. Petarung intelektual

Apakah kamu pernah menemukan perdebatan di media sosial, di mana selalu ada orang yang merasa paling intelek dengan komentar-komentarnya yang dibumbui oleh kutipan orang-orang intelek terkenal?

Mereka selalu merasa diri paling benar serta jenius dan akan mempertahankan opini mereka yang seringkali merupakan pernyataan bodoh.

3. Social Justice Warrior

Dalam mengomentari sebuah pernyataan, kadangkala kamu diserang oleh beberapa orang yang menganggap kamu kurang peka terhadap hal yang dibahas.

Robert Greene menuliskan bahwa mereka selalu menyelubungi segala sesuatu dengan hitam-putih. Mereka berada di sisi kebaikan sedangkan orang lain berada pada sisi kejahatan.

Ketika mereka melabeli kamu dengan istilah negatif, mereka akan menemukan cara untuk memutarbalikkan apapun yang kita tulis agar sesuai dengan interpretasi mereka.

4. Tukang mengeluh

Beberapa dari kamu tentu memiliki pengikut atau teman daring yang selalu mengeluh. Postingan mereka hampir seluruhnya tentang keluhan hidup. Jalanan yang macet, pekerjaan yang membuat stres , kinerja pemerintah yang tak memuaskan, dan hal lainnya di sekitar mereka.

Seolah tak ada yang mereka syukuri dalam keseharian mereka.

5. Pengemis perhatian

Orang-orang ini adalah yang tampaknya merupakan orang yang paling bahagia. Pergi berlibur ke berbagai tempat yang eksotis, merintis usaha besar, selalu memberikan kutipan hidup yang mengedepankan sikap positif dan nilai spiritual.

Dalam kesekian kalinya melihat postingan mereka, mungkin kamu merasa terganggu. kamu merasa insecure, mulai membandingkan kehidupan dengan mereka.

Pada akhirnya, ini akan membuat kamu iri hati dan tidak puas akan pencapaian diri. Kenyataannya, mereka adalah orang-orang narsis yang haus akan pengakuan, perhatian, dan pujian orang lain.

Setelah mengenali ciri-ciri di atas, kamu bisa belajar untuk menghindari karakter orang toxic di media sosial. Mari saatnya menyebarkan konten-konten positif di media sosial.

Baca juga: Daftar Universitas Terbaik di Website dan Media Sosial, Ada Kampus Kamu?