Masalah moral memang tidak habis untuk dibahas di negara ini. Sering kali masalah ini hadir karena beberapa pihak yang tidak bisa menerima hal-hal yang dianggap lucu dan mengaitkanya dengan bentuk ketidaksopanan. Beberapa hari ini, media sosial diwarnai dengan trending ‘anjay’. Kata slang tersebut berhasil dipermasalahan seorang content creator bernama Lutfi Agizal di channel youtubenya.

Lutfi mengkritik kata anjay yang dianggap mampu merusak moral bangsa. Tak tanggung-tanggung, Lutfi membuat video khusus yang mendatangkan pakar bahasa hingga psikolog untuk membongkar makna kata anjay. Tidak main-main, ketidakjelasan Lutfi ini akan berpengaruh kepada 186 ribu follower IGnya dan dua ribu lebih subscriber-nya di Youtube.

Sumber: tribunnews.com

Dengan hastag #savenextgeneration, Lutfi hadir sebagai pahlawan yang berusaha untuk meluruskan kembali definisi ‘anjay’ agar masyarakat Indonesia tidak lagi menggunakan tersebut. Puncaknya, Lutfi melaporkan penggunaan kata ‘anjay’ kepada KPAI.

Walaupun berusia muda, Lutfi mengingatkan saya kepada ciri-ciri boomer maupun tingkah laku asian parent yang sering kali menyebalkan. Langkah Lutfi ini sangat tidak tertebak, mengingat tokoh-tokoh pemerhati anak seperti Kak Seto saja tidak pernah sekalipun membahas masalah kata kata gaul seperti halnya anjay.

Sampai-sampai, DPR yang dianggap sumber kekesalan masyarakat juga terheran-heran dibuatnya. Dilansir dari detik.com, ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto memperlihatkan keherenanannya terkait penggunaan kata anjay yang sampai harus diadukan ke KPAI. Menurutnya, penggunaan kata ‘anjay; adalah bahasa gurauan dan belum bisa dikategorikan sebagai bahasa kasar. “Itu kan perkembangan cepat zaman seperti ini, bahasa-bahasa gaul ini gurauan ataupun tidak bermaksud kadang-kadang untuk menyerang orang,” ucap Yandri.

Tapi apa daya, ternyata KPAI menganggap serius laporan tersebut. dilansir dari prfm news, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan bahwa KPAI masih melakukan analisis terhadap laporan tersebut. “Kendati begitu secara prinsip, perlindungan anak dari konten-konten negatif di internet dan media sosial, tentu menjadi konsen besar KPAI,” ujar Retno

Pada tanggal 18 September 2016, wikipediawan bahasa Indonesia kondang, Ivan Lanin sempat membuat thread twitter untuk membahas asal muasal kata anjay. Beberapa netizen menyatakan bahwa anjay berasal dari kata anjing yang dihaluskan, tetapi kata tersebut mampu disesuaikan dengan konteks yang tepat, dalam hal ini, anjay digunaan dalam gaya bercanda ala anak meme.

Sumber: twitter.com

Dalam perkembangannya, kata anjay kini bisa menghasilkan dua makna, yaitu negatif sekaligus positif. Untuk makna positif, anjay bisa digunakan untuk memperlihatkan kegauman. Oleh karena itu, bahasa tidak pernah netral. Kata anjay akan terus mereproduksi makna sesuai dengan konteks pengguna dan lingkungannya.