Usia bukanlah halangan untuk menghasilkan karya-karya luar biasa. Paul McCartney, buktinya. Di usianya yang memasuki 78 tahun, mantan personel the Beatles ini merilis album terbaru McCartney III pada 18 Desember 2020.

Album ini tercipta dua tahun setelah ia merilis album Egypt Station. Deretan lagi di album McCartney III memperlihatkan bahwa dia tidak pernah ingin puas menjadi artis nostalgia, tulis Roling Stone. Inilah yang selalu membedakan Paul McCartney dari rekan-rekan segenerasinya.

Dalam album McCartney III, Paul mempertahankan nuansa rock tradisional khas seperti dia tampilkan bersama The Wings. Saat pendengar membaca nama albumnya, tentu mudah untuk mengetahui bahwa McCarney III adalah album trilogi dari album McCartney and McCartney II yang dirilisnya pada 1980.

Baca juga: Mensos Risma Blusukan Boleh Saja, Tapi Pemutakhiran DTKS Harus Diutamakan

Album McCartney III digarap Paul McCartney selama menjalani masa karantina akibat pandemi Covid-19. Dia menangkap kecemasan banyak orang dalam masa berat ini, seperti dirinya juga mengalaminya.

Sebelum Paul mengerjakan album, dia mendiskusikan rencananya dengan rekan kerja, teman, manajemen, dan keluarganya. Rekan Paul sekaligus recording engineer album, Steve Orchard, mengatakan mereka mengerjakan album ini selama 10 minggu.

“Awalnya kami tidak memikirkan albumnya sampai kami berpikir bahwa ada 10 lagu bagus di sini,” kata Steve kepada musicradar.com.

Hasilnya, album studio rumah dengan 11 lagu dibuat. Di Billboard, album McCartney III menempati peringkat 1 dalam kategori Album Top Rock, 2 Januari 2021.

Salah satu hitsnya adalah Find My Way. Video klip tersebut telah dilihat 2,4 juta views dalam dua minggu sejak diunggah pada 18 Desember 2020. Lagu Find My Way diciptakan Paul ketika ia memikirkan perasaan orang-orang yang lebih khawatir tentang kehidupan daripada dirinya.

Paul mengaku hidup dalam optimisme bahwa segala sesuatu ada solusinya, meskipun dia mengakui bahwa beberapa orang kewalahan karenanya.

Paul McCartney
Paul McCartney. (Foto: paulmccartney.com)

Dengan lagu ini dia ingin menghibur orang-orang yang memiliki ketakutan yang tidak biasa dalam masa-masa sulit akibat pandemi Covid-19.

“Jadi biarkan saya menjadi pemandu kamu, biarkan saya membantu kamu menemukan cinta yang ada di dalam dirimu,” kata Paul McCartney dalam wawancara di Adam Buxton Podcast, dikutip dari the-paulmccartney-project.com.

Di lagu Find My Way, para pendengar akan menikmati ketebalan vokalnya diiringi kocokan gitar akustik dengan iringan dentuman drum akustik yang dominan. Sesuatu yang akan mengingatkan pendengar pada keunikannya dalam menciptakan aransemen lagu.

Paul mengatakan Deep Deep Feeling adalah lagu favoritnya dari album McCartney III. Menurutnya, selama masa karantina saat pandemi Covid-19, lagu tersebut terasa begitu menyesakkan dirinya, sekalipun lagu ini sebenarnya bercerita akan cinta.

Album McCartney III ditutup dengan lagu Winter Bird/When Winter Comes yang bercerita tentang kehidupan petani.

Saat musim dingin tiba, petani harus bekerja keras melindungi ternaknya dari ancaman binatang buas yang mengintai.

Liriknya adalah ungkapan realistis supaya mendekatkan imajinasi orang dalam memahami kehidupan nyata yang dialami orang.

Seiring bertambahnya usia, muncul rumor bahwa McCartney adalah album terakhirnya. Paul tidak sependapat ketika disodorkan rumor semacam itu.

“Semua yang saya lakukan harus selalu menjadi yang terakhir. Ketika saya berusia 50 tahun, ‘ini akan menjadi tour terakhir’. Dan saya berpikri, ‘Oh, benarkah? Kurasa tidak.’ Ini rumor, tapi tidak apa-apa,’ katanya dikutip dari loudandquiet.com.

Baca juga: Berteman dengan Kehilangan: Bagaimana Kita Mulai Bangkit dan Kembali Berjuang