Ketika 2,1 juta pekerja di-PHK dan dirumahkan karena dampak pandemi corona, dua selebritis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina membuktikan sebaliknya.

Mereka masih eksis mengumpulkan pundi-pundi. Iklan terus mengantri untuk tayang di YouTube RANS entertainment.

Lewat unggahan pekan lalu, mereka memperlihatkan kemampuan finansial di atas rata-rata dengan membeli satu unit apartment. Hal yang impossible dilakukan pekerja kelas menengah yang masih sibuk menata kamar kos agar estetik ketika muncul di Zoom.

Yang akan membuat orang lain semakin berdecak kagum adalah logo RANS entertainment dipasang di badan pesawat Garuda Indonesia, maskapai penerbangan terbesar milik negara.

Raffi Ahmad, Nagita Slavina dan putra mereka Rafathar tidak melewatkan momen bersejarah tersebut. Mereka mengabadikannya dengan berfoto di depan badan pesawat, lalu memposting di Instagram.

RANS Entertainment di Garuda Indonesia
Logo RANS Entertainment di Garuda Indonesia. (Foto: Instagram/raffinagita1717)

Raffi Ahmad dan Nagita Slavina membuktikan bahwa pandemi Corona tidak selalu berdampak buruk terhadap perekonomian. Mungkin juga, tidak perlu keilmuan hebat atau menemukan teori baru di penerbangan untuk bisa menancapkan nama di badan pesawat.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam berita Kompas.com mengatakan bahwa logo RANS di pesawat tersebut merupakan kejutan untuk Raffi Ahmad karena Raffi pernah mendukung acara IG Garuda Indonesia Talks.

Adanya logo RANS tentu menjadi nilai tambah dan penyemangat untuk Raffi dan timnya mencari pendapatan.

Namun, bagaimana dukungan terhadap pramugari, pilot dan semua pegawai Garuda Indonesia yang bertahun-tahun memajukan maskapai ini dalam susah dan suka?

Baiknya hal itu tidak dibahas lebih dalam. You know me so well…

Sekarang, dunia sudah memasuki era digital. Apa yang dilakukan Raffi merupakan bagian dari perubahan tersebut. Tidak perlu merasa terintimidasi.

Data juga menunjukkan demikian. Menurut paparan Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo dalam sebuah seminar LPS awal Agustus lalu, ada empat sektor yang bertahan, bahkan mengalami peningkatan selama pandemi corona.

Keempatnya adalah sektor pangan, sektor teknologi informasi, sektor kesehatan, dan sekor pendidikan. Selebihnya, seperti sektor migas, perbankan, manufaktur, harus berdarah-darah untuk bisa hidup selama pandemi corona. Jadi, baik bos maupun anak buah di sektor tersebut sama-sama pusing. Ckckck.

Jadi, Raffi dan RANS entertainment adalah satu dari empat sektor yang melesat selama corona. Mereka memanfaatkan dunia digital sebagai mesin uang mereka.

Namun, perubahan era ini tidak terlalu banyak ditangkap oleh masyarakat Indonesia. Wajah-wajah suram dan cemas lebih banyak ditunjukkan ketimbang tersenyum.

Memang kekhawatiran yang wajar. Selain PHK, virus corona masih menghantui aktivitas, ditambah lagi ancaman resesi semakin dekat jika pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga tahun ini tetap minus.

UMKM diharapkan menjadi penyelamat seperti yang pernah terjadi tatkala krisis 1998. UMKM kala itu bertahan bahkan mampu meningkatkan ekspor hingga 300% lebih.

Apalagi kontribusinya untuk PDB mencapai 60% dengan serapan tenaga kerja mencapai 97%. Sayangnya, UMKM pun ikut terpuruk pada masa pandemi.

Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki mengatakan UMKM yang bertahan selama pandemi justru mereka yang sudah tersambung dunia digital.

Teten mengatakan baru 13% UMKM yang tersambung digital sehingga Kementeriannya terus menggenjot UMKM agar semakin banyak tersambung di dunia digital, semisal masuk ke marketplace atau mandiri mengelola penjualan di website dan media sosial.

Targetnya 10 juta UMKM Go Digital sampai akhir tahun

Jika demikian, UMKM akan memberi kontribusi besar dalam pemulihan ekonomi nasional.

Tetapi, tugas digitalisasi semacam ini tidak harus dibebankan sepenuhnya kepada UMKM sendiri.

Sulit membayangkan seorang penjual nasi goreng Aceh yang baru membuka akun Instagram tiba-tiba ditargetkan harus mencapai follower 20.000 sampai akhir tahun.

Pemerintah harus intervensi.

Jika BUMN semacam Garuda Indonesia mampu secara kreatif mendongkrak nilai RANS entertainment, hal yang sama bisa juga diterapkan kepada UMKM.

Misalnya, logo situs Indoneside.com pekan depan dijatah untuk ditempel di badan pesawat. Misal ya misalnya. Lalu, bagaimana caranya? Kok, saya ingin tertawa ya. hmmmm.