Indonesia memiliki kekayaan hutan dan sumber daya alam berlimpah. Namun, ada satu persoalan yang tak luput dari perhatian, yaitu krisis lahan.

Persoalan krisis lahan ini menjadi laporan Vice Indonesia melalui unggahan video pendek di Twitter, 4 Januari 2021. Dalam video tersebut, terlihat harimau Sumatra mendekat ke pemukiman warga akibat krisisnya lahan hutan sebagai tempat hidupnya.

Krisis lahan itu kini menjadi persoalan di ibu kota atau kota-kota yang padat penduduk. Semua orang telah mengetahui bagaimana krisis lahan itu terjadi, namun kurang aktif dalam menyikapinya.

Baca juga: Mensos Risma Blusukan Boleh Saja, Tapi Pemutakhiran DTKS Harus Diutamakan

Pembangunan meninggi ke atas atau secara vertikal (contohnya apartemen) adalah salah satu penanggulangan lahan sempit di kota padat penduduk.

Di DKI Jakarta contohnya. Kota Jakarta Selatan merupakan wilayah dengan jumlah apartemen tertinggi di Jabodetabek, menurut hasil riset Cushman & Wakefield Indonesia pada tahun 2016.

Ini kenyataan yang wajar mengingat Jakarta adalah ibu kota Negara sekaligus pusat ekonomi terbesar yang menarik banyak perantau dari berbagai daerah datang untuk mengadu nasib ke sana.

Persoalan krisis lahan ini dapat diatasi dengan ide kreatif. Di Amerika Serikat, ada ide membuat ‘rumah bus’ yang dinilai menjadi solusi brilian dalam mengatasi krisis lahan.

Beberapa orang menggunakan bus sekolah kuning dengan tulisan hitam School Bus di sisinya untuk didesain secara kreatif menjadi hunian.

Meski desain tata ruangnya sangat minimalis, rumah bus ini tak kalah menarik dengan rumah sungguhan.

Perabot rumah disusun menyesuaikan ruang bus dengan sedemikian rupa sehingga menambah keindahan ‘rumah’ minimalis ini.

Penasaran bagaimana penampakan rumah bus dan rumah mini? Mari lihat beberapa tampilan ruangnya yang diambil dari cuplikan channel Youtube, Living Big in a Tiny House!

1. Ruang bus disulap menjadi hunian nyaman

Rumah bus
Interiror rumah bus. (Cuplikan video YouTube/Living Big in a Tiny House!)

Melihat ruang bus seperti di atas, orang pasti mengira bahwa itu adalah rumah sungguhan dengan ukuran yang kecil. Namun, itu adalah bus yang disulap menjadi rumah apik.

Sentuhan bahan kayu pada lantai dan tembok serta pernak pernik senada membawa kesan yang hangat nan nyaman.

Selain bisa mengatasi krisis lahan, rumah bus secara langsung mengajarkan bagaimana penerapan hidup minimalis dalam penataan ruang.

2. Sofa sebagai tempat tidur

Rumah bus sudah pasti tidak seluas rumah pada umumnya.

Oleh karena itu, perlu mengakali kebutuhan akan perabot serta mengaturnya agar tepat guna dan tidak memakan ruang.

Interior rumah bus
Interior rumah bus dengan sofa sebagai tempat tidur. (Cuplikan video YouTube/Living Big in a Tiny House!).

Dari gambar ini bisa dilihat sebuah sofa yang dapat dapat pula berfungsi sebagai tempat tidur. Tentunya praktis jika sebuah benda dapat berfungsi ganda atau bahkan multifungsi untuk ruang minimalis, bukan?

3. Rumah mini

Hanya sebatas pandang, bagi yang melihatnya memastikan bahwa rumah mini ini pastinya sangat sempit dan sumpek. Apalagi arsitektur rumah ini terlihat biasa saja.

Jika kamu berpendapat demikian, cobalah untuk melihat keindahan isi di dalamnya. Lihatlah interior serta tata ruang rumah mini ini. Sungguh keren, bukan?

Interior rumah mini
Interior rumah mini. (Cuplikan video YouTube/Living Big in a Tiny House!)

Sama halnya dengan rumah bus, rumah mini juga memanfaatkan perabot multifungsi untuk memaksimalkan ruang gerak.

Dengan pemilihan interior serta penataan yang tepat, rumah mini serasa nyaman untuk ditinggali.

Baik rumah bus maupun rumah mini, adalah pilihan alternatif untuk menanggapi krisis lahan. Sebagai pilihan alternatif, tentu tidak bisa secara pas atau cocok diterapkan pada semua lapisan masyarakat dan lingkungan tempat tinggal.

Baca juga: Berteman dengan Kehilangan: Bagaimana Kita Mulai Bangkit dan Kembali Berjuang