Seisi dunia kembali dibuat geger karena sebuah cuitan di Twitter. Pelakunya bukan Donald Trump sebagaimana pernah dilakukannya semasa menjadi Presiden AS.

Kali ini, warganet, pelaku pasar modal, pengusaha bisa tersentak lewat cuitan pendek Elon Musk, CEO Space X. Dari jempolnya, dunia dapat bergerak ke arah tidak terduga.

Bulan lalu Elon Musk sekonyong-konyongnya menuliskan “Use Signal” (pakai Signal) kepada 45,5 juta pengikutnya di Twitter yang sedang kesal terhadap kebijakan privasi baru WhatsApp.

Baca juga: Indonesia Sambut Vaksin Covid-19 Sinovac dalam Bentuk Bahan Baku dan Overfill, Apa Artinya?

Setelah menuliskan cuitan itu, unduhan aplikasi pengirim pesan instan Signal dilaporkan melonjak tajam dengan rata-rata unduhan 50.000 kali per hari.

Kelakuan gokil Elon Musk memang membuat orang berkenyit dahi. Apalagi ketika mengetahui posisinya sekarang adalah orang terkaya dunia. Menurut perhitungan CNBC, kekayan bersihnya pada Januari lalu, mencapai lebih dari USD185 Miliar atau setara Rp2.600 Triliun!

Dia salip-menyalip bersama CEO Amazon Jeff Bezos untuk mendapat posisi teratas orang terkaya dunia.

Tetapi Elon Musk tampaknya tidak memikirkan banyak perihal peringkat yang harus didapatkannya. Baginya, teruslah berkicau sampai dunia terguncang. Ini lagi-lagi terjadi pada akhir Januari lalu.

Baca juga: Mencerna Kekecewaan Jokowi soal PPKM

Selama tiga hari berturut-turut, dia mencuitkan “I kinda love Etsy“, “Gamestonk“, “It can play Cyberpunk” yang mempengaruhi harga saham masing-masing meroket.

Para pelaku pasar bingung, bimbang dan geram dengan langkah Elon Musk yang secara kilat memangkas kejelian mereka dalam membuat analisis.

“Ada ironi pada kemampuan Elon Musk untuk menggerakkan pasar, sambil menyerang apa yang dia lihat sebagai kekuatan pasar yang tidak wajar dalam short-selling. Mungkin ini sudah waktunya untuk berbicara tentang keabsahan praktik tersebut,” kata Dan Lane, analis di aplikasi Freetrade.

Namun, upaya menghentikan praktik Elon Musk boleh diibaratkan sebagai pekerjaan menjaring angin. Sulit dilakukan alias sia-sia.

Media sosial adalah tempat bagi semua orang menuangkan segala keluh kesah, kegembiraan dan kesukaan. Elon Musk hanya menyampaikan sepatah-dua kata di Twitter layaknya pengguna lainnya.

Dari Elon musk, ada pelajaran bahwa warganet di belahan dunia memang sukar dimengerti. Saat Elon Musk mengganti bio Twitter-nya menjadi #bitcoin, nilai Bitcoin sempat melonjak lebih dari 20 persen menjadi USD38.566 pada 29 Januari 2021.

Baca juga: Tantangan Pengembangan Industri Baterai Indonesia untuk Kendaraan Listrik

Sebagai pesohor, konsekuensi selanjutnya apapun yang melekat padanya bakal diburu dan dicari tahu banyak orang.

Kejenakannya adalah nilai tambah. Dia seolah-lah menampilkan diri sebagai orang serius tetapi santai atau santai tetapi serius. Lima tahun lalu, dia mendirikan perusahaan infrastruktur The Boring Company yang berarti perusahaan membosankan.

Dalam menjelaskan seberapa cepat mesin mereka menggali tanah untuk membuat terowongan, The Boring Company mengatakan, “Biasanya untuk satu mil membutuhkan 8-12 minggu, kira-kira 14 kali lebih lambat dari siput di taman (tergantung siput yang mana tentunya)” sebagai bentuk sindiran betapa penggalian terowongan selalu berjalan sangat lama.

“Ini seperti perusahaan hobi, bernama The Boring Company, yang dimulai sebagai lelucon.”

“Dan kami memutuskan agar merealisasikan dan menggali terowongan di LA. Lalu orang lain meminta kami membangun terowongan, jadi kami menjawab ya dalam beberapa kasus,” kata Elon Musk.

Elon Musk
Elon Musk. (Foto: YouTube/TED)

Pelajaran bagi semua orang, jika tidak sanggup memetik kejeniusannya untuk merakit mobil listrik, roket atau inovasi lain yang memang sudah lama dirintisnya, cobalah meniru sikap berselorohnya menanggapi sesuatu. Setidaknya ada satu bagian dari dirinya dapat dimiliki orang-orang biasa.

Demikian ketika nama Elon Musk disejajarkan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai penerima penghargaan 21 Heroes 2021 dari lembaga internasional Transformative Urban Mobility Initiative (TUMI).

TUMI menilai Anies Baswedan berhasil mengubah mobilitas kota yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Baca juga: Pentingnya Dukungan terhadap kesehatan mental karyawan: Employee Assisstance Program

Namun, kabar tersebut bagi sebagian orang terutama oposisi bukan kabar sedap. Mendengar Anies Baswedan berprestasi adalah sebuah tragedi, apalagi menyandingkannya dengan Elon Musk.

“Kalo gw @elonmusk bakal nolak, harga diri jatuh.. langsung down graded levelnya. Kasihan Elon Musk,” tulis seorang pengguna Twitter mengomentari berita dari Republika.

Elon Musk bisa jadi kebingungan melihat respon orang Indonesia. Awalnya dia dipuji karena mau berinvestasi di Indonesia, tetapi dalam waktu berdekatan bisa terseret dalam pusaran polarisasi politik. Mungkin juga, kejadian-kejadian ini tidak menggunggah Elon Musk.

Berpegang pada pengalaman-pengalaman yang ada, perdebatan politik kerap mengantarkan orang lebih cepat masuk ke dalam kebosanan sehingga perlu ada terobosan melalui langkah nyata dari masing-masing kubu.

Jika tidak mampu melakukan teroboasan, setidaknya perlu melucu meski hasilnya tetap menimbulkan kegegeran.

Sumber: CNBC, CNBC, Kompas.com, The Boring Company, Business Insider, Republika