Kini, memunculkan nama ke dalam kontestasi politik cukuplah mudah. Apa caranya? yaitu buat konten deklarasi bahwa anda ingin menjadi calon presiden 2024. Giring Ganesha berhasil melakukannya dan meraih kesuksesan. Walaupun dicibir banyak orang, Giring langsung masuk ke dalam 10 besar bakal capres dengan elektabilitas tertinggi. 

Tidak mau ketinggalan, Aldi Taher juga melakukan hal serupa. Bedanya, Aldi tidak disponsori oleh partai maupun logistik yang besar. Ia cukup hanya mengunggah video di akun IG pribadinya @alditaher.official, mencalonkan diri sembari memperlihatkan kemampuannya dalam membaca alquran.

Setelah saya melihat akun IG, ternyata seluruh postingannya adalah konten mengaji, subhanallah. Aldi mengaji saat sedang deklarasi politik, saat bercengkrama bersama ibunya, saat di pesawat, saat di bukit berbatu, saat di bandara, bahkan saat berada di gedung KPK RI.

Aldi mengaji dimanapun ia bisa, sosok idola masyarakat. Saya makin terharu saat melihat Aldi membaca quran di tengah sungai, sembari melihat sarungnya yang sudah basah terkena air. Totalitasnya tidak perlu diragukan lagi.

View this post on Instagram

77.Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan.78.Dan Kami abadikan untuk Nuh itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian; 79."Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam". 80.Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. 81.Sesungguhnya dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman. 82.Kemudian Kami tenggelamkan orang-orang yang lain. 83.Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk golongannya (Nuh). 84.(Ingatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci. 85.(Ingatlah) ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Apakah yang kamu sembah itu? 86.Apakah kamu menghendaki sembahan-sembahan selain Allah dengan jalan berbohong? 87.Maka apakah anggapanmu terhadap Tuhan semesta alam?" 88.Lalu ia memandang sekali pandang ke bintang-bintang. 89.Kemudian ia berkata: "Sesungguhnya aku sakit". 90.Lalu mereka berpaling daripadanya dengan membelakang. 91.Kemudian ia pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu ia berkata: "Apakah kamu tidak makan? 92.Kenapa kamu tidak menjawab?" 93.Lalu dihadapinya berhala-berhala itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya (dengan kuat). 94.Kemudian kaumnya datang kepadanya dengan bergegas. 95.Ibrahim berkata: "Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu? 96.Ibrahim berkata: "Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu? Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu".97.Mereka berkata: "Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrahim; lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu". 98.Mereka hendak melakukan tipu muslihat kepadanya, maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina. 99.Dan Ibrahim berkata: "Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. 100."Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. 101.Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. 102.Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa

A post shared by ALDI TAHER,SE (@alditaher.official) on

View this post on Instagram

11.(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. 12.Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (nya). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. 13.Dia telah mensyariatkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali (kepada-Nya). 14.Dan mereka (ahli kitab) tidak berpecah belah melainkan sesudah datangnya pengetahuan kepada mereka karena kedengkian antara mereka. Kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil) sesudah mereka, benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu. 15.Maka karena itu serulah (mereka kepada agama itu) dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: "Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nya lah kembali (kita)" @jokowi @prabowo @alditaher.official @nasrulabit @mahyeldisp @mulyadisumbar1 @joinaldy @irjenpolfakhrizal @geniusumar @reza.zul.568 @indracatri79 @alimukhni @m_shadiq_pasadigoe @andre_rosiade @fadlizon @covesiacom @tribun_padang @abucamin @faldomaldini

A post shared by ALDI TAHER,SE (@alditaher.official) on

View this post on Instagram

15.Maka Kami selamatkan Nuh dan penumpang-penumpang bahtera itu dan Kami jadikan peristiwa itu pelajaran bagi semua umat manusia. 16.Dan (ingatlah) Ibrahim, ketika ia berkata kepada kaumnya: "Sembahlah olehmu Allah dan bertakwalah kepada-Nya. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. 17.Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya lah kamu akan dikembalikan. 18.Dan jika kamu (orang kafir) mendustakan, maka umat yang sebelum kamu juga telah mendustakan. Dan kewajiban rasul itu, tidak lain hanyalah menyampaikan (agama Allah) dengan seterang-terangnya." 19.Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian mengulanginya (kembali). Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. 20.Katakanlah: "Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.21.Allah mengazab siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi rahmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan. 22.Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di bumi dan tidak (pula) di langit dan sekali-kali tiadalah bagimu pelindung dan penolong selain Allah. 23.Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih.

A post shared by ALDI TAHER,SE (@alditaher.official) on

Tapi anehnya, tetap saja netizen tidak berhenti untuk nyinyir. Dilansir dari pikiran rakyat, netizen mengaitkan perilaku Aldi saat ini dengan aksi hubungan vulgar yang dilakukannya bersama mantan istrinya, Dewi Persik. Selain itu, netizen juga “julid” tentang bacaan qurannya yang dianggap tidak sempurna.

Hal yang tidak dilihat dari netizen julid tersebut adalah, Aldi sedang melakukan komunikasi politik yang sangat intens. Strategi komunikasi diperlukan dalam pelaksanaan komunikasi politik seperti aktivitas kampanye politik partai maupun kontestasi pemilu seperti pemilihan eksekutif dan legislatif. Dalam konteks dunia politik, komunikasi dimaksudkan untuk menyampaikan pesan-pesan dan tujuan politik. Lalu bagaimana dengan konteks di Indonesia?

Agama selalu menjadi faktor determinan yang tidak ada habisnya. Setiap masa pemilu, para kontestan bersiap untuk membangun identitas yang agamis. Kita akan menyadari bahwa pada dasarnya, semua calon pemimpin adalah sosok yang religius, amanah dan baik untuk kita. Wah, pantesan masyarakat sangat sulit untuk memilih, calonnya baik-baik semua ! Berdasarkan hasil survey LSI, sekitar 52 % responden memastikan akan memilih pemimpin yang seagama.  

Sepertinya Aldi Taher menangkap dengan baik pola pemilih Indonesia. Oleh karena, itu wajar apabila kadar religiusitasnya ditampilkan secara masif. Tidak main-main, Aldi mengaji dimanapun ia bisa, ini yang paling penting. 

PS: Sepertinya, Aldi perlu mengganti editornya, masa jabatan gubernur-wakil gubernur itu lima tahun, bukan empat tahun, seperti yang telah ditulis di design kampanyenya.