Makanan adalah kebutuhan sehari-hari tiap manusia untuk mempertahankan keberlangsungan hidup. Dalam sejarah, perolehan makan dimulai ketika manusia mengumpulkan dan mengolah bahan dari alam.

Sampai sekarang, beragam resep telah diciptakan untuk memperoleh cita rasa lezat yang dapat menggugah selera makan.

Di samping soal rasa di lidah, makanan memiliki makna sebagai bagian dari masyarakat. Dalam rentang abad yang panjang, makanan telah bertransformasi sebagai identitas suatu komunitas yang terikat dalam nilai.

Beberapa orang masih mempertahankan resep keluarga yang diwariskan turun-temurun. Pengertian ini dapat ditemukan dalam hidangan ayam panggang.

Di Prancis, sajian ayam panggang ini dikenal dengan nama poulet roti yang banyak digemari orang di sana. Kelompok think tank BVA dalam surveinya mengutip Ouest-France pada 2015 silam menempatkan poulet roti sebagai makanan favorit nomor satu di Prancis di atas magret de canard dan plateau de fruits de mer.

Sejarah makanan ayam di Eropa

Menarik untuk menyimak sejarah dari panganan ayam di Prancis ini. Menyadur lanutrition.fr, masyarakat Eropa zaman dahulu sekitar abad ke-17 banyak memanfaatkan ayam untuk disabung atau dilagakan ketimbang menjadi sumber makanan.

Namun, setelah sabung ayam dilarang secara hukum di abad yang sama, mereka perlahan-lahan mengubah kebiasaan tersebut dengan menjadikan ayam sebagai ajang pameran spesies eksotis, baik yang dihasilkan melalui persilangan atau dibawa dari ujung dunia lainnya.

Memasuki abad ke-19 dan 20, mulailah berdiri peternakan ayam modern dengan pengaturan sistem suhu, kelembaban dan kontrol cahaya yang kompleks. Peternak kala itu hanya mengambil telurnya. Ketika sudah tidak produktif lagi, ayam-ayam disembelih untuk dijual.

Baca juga: Kenali Pola Diet Plant-Based dan Bedanya dengan Vegan

Selanjutnya pada tahun 1950-an, peternakan ayam berkembang pesat yang mulai fokus menjual ayam daging ketimbang telurnya.

Hingga akhirnya pada abad ke-20, masyarakat Eropa Barat sudah mengonsumsi banyak daging ayam daripada daging hewan lainnya, termasuk daging sapi.

Ada banyak bentuk penyajian ayam panggang poulet roti dengan keanekaragaman bumbu.

Mereka biasanya menyukai untuk menghidangkanya dengan menambahkan potongan kentang goreng bersamanya di atas piring. Kurang lebih sama seperti di Indonesia, tetapi beberapa bumbu masakan misalnya herbe de provence tanaman aromatik hanya dapat ditemukan di Prancis.

Ayam panggang nenek

Bila di Indonesia kita sering menjumpai ayam panggang atau ayam bakar yang diolah dalam bara api arang dan didampingi sambal pedas, bagaimana penyajiannya di Prancis?

Mereka memiliki nama khusus yaitu poulet rôti grand-mère atau diartikan sebagai ayam panggang nenek. Mengapa disebut nenek?

Ayam panggang nenek merupakan resep diperkenalkan sekitar tahun 1920-1930an, mengutip tendances.orange.fr. Tahun tersebut merupakan periode kelahiran dan kehidupan nenek dari generasi sekarang.

Canal Gourmandises - Poulet fermier rôti au four de la Mère Mitraille
Ayam panggan poulet roti nenek. (Foto: Canal Gourmandises)

Pada tahun 1930an, supermarket modern belum ditemukan saat itu sehingga bahan dan bumbu masakan ayam panggang poulet roti merupakan produk segar dan natural atau membudidayakan bumbu-bumbunya melalui perkebunan.

Zaman itu adalah periode wanita belajar berperan sebagai ibu rumah tangga yang salah satunya belajar memasak. Karena itu, pengetahuan memasak dan resep itu diwariskan secara turun temurun, dari ibu ke anak hingga ke cucu mereka.

Tidak mengherankan jika cita rasa ayam panggang nenek menjadi otentik dan bernilai sejarah. Jadi ini yang membedakannya dari hidangan poulet rotis yang tersedia langsung secara online.

Beberapa keluarga mempertahankan resep keluarga ini kepada anak-anaknya supaya keotentikan hidangan ayam panggannya tetap terjaga.

Resep ayam panggang nenek

Penyajian ayam panggang nenek terbilang sederhana seperti di Indonesia pada umumnya. Salah satu resep ayam panggang poulet roti dibagikan di canal-gourmandises.fr.

Bahan yang disiapkan untuk memasaknya antara lain 1 ekor daging ayam, bawang bombay, bawang putih, garam, lada, peterseli, daun salam, mentega, timi, dan merica.

Resepnya tidak menggunakan herbe de provence, jadi dapat dicoba di rumah orang Indonesia.

Cara memasaknya, daging ayam diolesi minyak zaitun menggunakan kuas dan letakkan potongan mentega di atas ayam. Taburi garam dan merica.

Perut ayam yang sudah dikosongkan kemudian diisi dengan bawang putih, peterseli, daun salam, dan timi. Panggang dalam oven panas selama 20 menit, setelah matang sajikan bersama salad dan kentang goreng.

Ayam panggang nenek siap disajikan. Selengkapnya dapat dilihat di video berikut.

Baca juga: Penyebab Industri Baja Nasional Kembali ‘Menjerit’ Tahun 2021