Pandemi virus Covid-19 belum berakhir, sekarang dunia diguncang dengan kemunculan varian baru virus Covid-19 yang disebut lebih mudah menyebar dengan cepat.

Varian baru virus ini diketahui bermula di Australia dan India dengan nama varian D6134 pada bulan Mei 2020. Kemudian di Inggris, virus SARS-CoV-2 disebut bermutasi menjadi beberapa varian baru.

Dua varian baru lainnya dilaporkan berada di Afrika Selatan dan Brasil yang membuat dunia semakin waspada, termasuk Indonesia.

Baca juga: Permintaan Maaf Publik Berturut-turut Muncul di Media Sosial

Penemuan ketiga varian baru ini memang belum menyebar ke seluruh dunia. Pengamanan dan kewaspadaan ketat dapat mencegah penyebaran varian baru ini.

Untuk diketahui, pemerintah Indonesia telah memperpanjang larangan WNA masuk ke Indonesia dari 26 Januari hingga 8 Februari 2021.

Apakah varian baru ini akan memunculkan infeksi atau penyakit yang lebih parah?

Untuk menjawabnya, mari mengetahui sifat dan informasi dari tiga varian virus corona mengutip Centers for Disease Control and Prevention dan Healthline.

1. Varian B.1.1.7

Ini adalah varian yang pertama kali muncul di Inggris dengan jumlah mutasi besar yang teridentifikasi pada musim gugur 2020.

Varian B.1.1.7 dilaporkan menyebar lebih cepat dan lebih mudah dibandingkan varian lainnya karena mutasi pada protein lonjakan, bagian dari virus yang mengikat sel manusia.

Menurut laporan para ahli di Inggris, perlu dilakukan lebih banyak penelitian mengenai virus ini untuk mengetahui apakah varian ini dapat menyebabkan penyakit lebih parah serta meningkatkan resiko kematian dibandingkan varian lainnya.

2. Varian B.1351

Kemunculan varian baru lainnya di Afrika Selatan diberi nama B.1351. Varian ini pertama kali terdeteksi pada awal Oktober 2020 dengan berbagi beberapa mutasi dengan varian B.1.1.7.

Varian inipun mengalami mutasi pada protein lonjakannya, di mana ia berikatan dengan sel manusia.

Ilustrasi Covid-19 Gambar oleh Alexandra_Koch dari Pixabay

3. Varian P.1

Varian P.1 muncul di Brasil yang pertama kali terdeteksi dari pelancong Brasil yang mengikuti pemeriksaan rutin di sebuah bandara di Jepang.

Varian ini berisi serangkaian mutasi yang mempengaruhi kemampuannya agar dikenali oleh antibodi.

Meskipun sejauh ini belum ada bukti yang kuat bahwa ketiga varian ini lebih berbahaya, namun karena penyebarannya lebih mudah dan cepat, hal ini dapat mempengaruhi peningkatan jumlah kasus.

Semua virus sering bermutasi, tetapi mutasi tersebut biasanya tidak berfungsi dan tidak berdampak signifikan pada perilaku virus.

Menurut Benjamin Neuman, Ph.D, seorang ahli virus di Texas A&M Universitas Texarkana melalui Healthline, ketika virus bermutasi, peluang mereka untuk bertahan hidup meningkat. Semakin beragam spesiesnya, semakin besar peluang untuk bertahan hidup.

Baca juga: Penyebab Industri Baja Nasional Kembali ‘Menjerit’ Tahun 2021

“Sama seperti insinyur yang baik, biasanya dapat menemukan cara untuk mengoptimalkan mesin. Mutasi pada virus dapat mengubah kecepatan bagian virus yang bekerja,” lanjutnya.

Lalu, apakah vaksin yang telah beredar sekarang mampu menangkal ketiga varian baru ini?

Dr. Soumya Swaminathan dalam podcast Science in 5 yang dipublikasikan World Health Organization (WHO) pada 8 Januari 2021 lalu, mengatakan bahwa beberapa perubahan atau mutasi pada varian baru seharusnya tidak membuat vaksin menjadi tidak efektif.

Saat ini, penelitian yang sedang berlangsung di laboratorium di seluruh dunia bertujuan untuk mengonfirmasi hal itu.

Sebagian besar ilmuwan percaya bahwa baik vaksin yang telah disetujui dan beredar maupun yang masih dalam proses pengembangan, memberikan perlindungan terhadap virus sebelumnya dan ketiga varian baru tersebut.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Tjandra Yoga Aditama menjelaskan kemunculan mutasi yang membentuk varian baru merupakan kejadian lumrah. Kemungkinan mutasi ini dan masalahnya terhadap kerja vaksin adalah tugas bagi industri vaksin global, laporan Kompas.com, 27 Januari 2021.

Meskipun kini telah tersedia vaksin, masyarakat perlu tetap patuh melaksanakan protokol kesehatan dalam beraktivitas sehari-hari. Menerapkan protokol kesehatan dengan baik akan mengurangi penyebaran virus sehingga mengurangi resiko kematian.

Baca juga: Pentingnya Dukungan terhadap kesehatan mental karyawan: Employee Assisstance Program