Di Amerika, listrik begitu dibutuhkan dalam menghadapi musim dingin. Adanya pemadaman listrik dalam sepekan terakhir di negara bagian Texas merupakan tragedi. Ini menjadi ironi karena Texas memiliki sumber energi terbesar di AS dari gas alamnya.

Jutaan warga Texas harus bertahan melawan kedinginan. Tanpa listrik, mereka tidak bisa menyalakan penghangat rumah mereka.

Krisis itu merembet sampai ke persoalan ketersediaan air. Beban bertubi-tubi dalam masa krisis pandemi Covid-19 dan bencana musim dingin terparah di Texas di mana suhu di sana sampai menyentuh 0F atau -18C, laporan BBC.

Baca juga: Paradoks Teknologi Digital terhadap Ketimpangan Pendapatan

Listrik telah menyala. Gubernur Greg Abbott mengatakan di Twitter pada 18 Februari 2021 bahwa listrik untuk sekitar 1.600.000 rumah telah dipulihkan. Pembangkit listrik telah memulihkan 200.000 rumah tambahan setiap jam.

Namun, warga masih menghadapi keadaan sulit sebab tagihan listrik mereka langsung melonjak. Ini dilema bagi orang Amerika yang menyebutnya sebagai heat or eat dilemma.

Mana yang harus diutamakan, mengalokasikan pendapatan untuk membayar tagihan listrik yang tinggi sementara harus menghemat pengeluaran makanan.

Jika mengurangi jatah makan dan minum, mereka bisa lemas menghadapi terpaan dingin. Sebaliknya, jika mengurangi pemakaian listrik, mereka bakal terancam mati kedinginan karena tidak bisa maksimal menyalakan penghangat rumah.

Blackout di Texas memberikan pukulan kepada siapapun sehingga menarik perbincangan lebih luas.

Krisis listrik di Texas
Musim dingin ekstrem di Texas dan krisis listrik. (Foto: Miguel Gutierrez Jr./The Texas Tribune)

Lonjakan tarif listrik

Texas adalah negara bagian dengan pasar bebas, dengan artian pelanggan dapat memilih penyedia listrik wholesale mana yang sesuai dengan keinginan mereka.

Sejumlah perusahaan menetapkan tarif listrik dengan sejumlah skema seperti, menggunakan tarif harga spot per kWh, harga tetap dan lain-lain.

Berikut perbedaan, keuntungan dan kerugian masing-masing skema.

Tarif Tetap

Skema tarif tetap berlaku untuk harga per kWh dan tidak berubah selama periode kontrak. Ini lebih menguntungkan dari skema pasar.

Namun bila harga pasar turun, pengguna tarif tetap harus menunggu kontrak berakhir untuk menikmati harga yang lebih rendah.

Tarif Pasar/variabel

Skema harga variabel dan pasar memiliki kemiripan karena sama-sama menyesuiakan harga pasar. Pada skema harga pasar, tarif per kWh dihitung dengan formula harga yang terhubung ke indeks umum. Jika harga indeks naik, tarif bulanan pun juga bakal naik, begitu sebaliknya.

Sebagai perbandingan sederhana di Indonesia, pengguna listrik memiliki skema bayar reguler sesuai golongan tarif dan prabayar memakai sistem pulsa atu token.

Dengan skema tarif pasar bebas, Griddy seharusnya dapat mengambil keuntungan besar. Tetapi, logika berjalan. Ini tidak masuk akal.

Warga Texas saat ini berjuang melawan bencana. Tarif listrik yang bengkak akan membebani warga yang berpotensi membuat mereka terancam gagal bayar.

Karena itu, Griddy menyarankan penggunanya untuk beralih ke penyedia layanan listrik lainnya yang menyediakan opsi lebih menguntungkan.

Siapa yang harus bertanggung jawab?

Gubernur Greg Abbott menyampaikan bahwa dirinya bertanggung jawab atas kejadian blackout ini, tetapi dia juga meminta ERCOT diperiksa.

ERCOT adalah Dewan Listrik Texas yang mengelola daya listrik mencapai sekitar 90 persen. Greg Abbott pada 17 Februari lalu menyerukan kepada parlemen untuk menginvestigasi ERCOT supaya dapat menemukan solusi jangka panjang.

Selain itu, investigasi diperlukan supaya warga Texas tidak pernah lagi mengalami pemadaman listrik besar seperti yang mereka alami di musim dingin ini.

Perdebatan energi hijau dan fosil

Blackout menimbulkan perdebatan antara pendukung penggunaan energi terbarukan dan fosil.

Nuansa politis terasa sangat kuat yang menyerat kaum Demokrat dan progresif sebagai pendukung energi hijau, sementara kaum konservatif tidak mendukungnya.

Sumber energi listrik Texas kebanyakan berasal dari gas alam sebesar 56 persen, selebihnya dari tenaga angin, batubara, nuklir dan matahari. Gas sebagaimana diketahui adalah energi fosil.

Saat terjadi blackout, ERCOT menyebut bahwa bekunya turbin angin dan terbatasnya pasokan gas alam menyebabkan pemadaman pembangkit listrik lebih tinggi dari biasanya.

Baca juga: Apa Keunggulan Clubhouse ke Pengguna Dibanding Media Sosial Lainnya?

Hal ini menjadi pertanyaan, bagaimana turbin angin sebagai energi terbarukan menjadi faktor krisis di Texas.

Karena itu, Gubernur Greg Abbott yang mengutip pernyataan ERCOT berkesimpulan bahwa “rencana Green New Deal akan menjadi kesepakatan yang mematikan bagi Amerika Serikat” saat berbicara di Fox News pada Selasa lalu.

Proposal Green New Deal diusulkan Alexandria Ocasio-Cortez dan kelompok progresif lainnya yang notabene adalah lawan bagi kaum konservatif.

Namun, pejabat ERCOT mengklarifikasi masalah utama pemadaman listrik adalah kendala distribusi gas alam, laporan CNN.

Profesor sumber daya energi University of Texas, Michael Webber menyebut tidak perlu menyalahkan energi terbarukan karena bagian mereka relatif kecil untuk pasokan energi di Texas.

Menurut Webber, blackout adalah kegagalan besar. Pompa membeku di pembangkit listrik tenaga nuklir. Tumpukan batu bara dan peralatan membeku.

Beberapa peralatan pabrik gas alam juga membeku sehingga membuat pasokan turun sangat rendah. Baling-baling turbin angin terhalang es dan panel surya tertutup salju.

Liburan Senator Ted Cruz

Bagian memilukan dari krisis di Texas adalah plesiran senator Ted Cruz. ketika warga Texas berjuang dari dinginnya suhu udara, Ted Cruz, ketahuan pergi ke Cancun, Meksiko.

Kelakuan Ted Cruz yang merupakan senator dari Partai Republik sempat tertangkap kamera ketiak berada di bandara Houston dan dalam kabin pesawat yang menuju Cancun.

Anggota DPR asal Texas dari Partai Demokrat, Gene Wu, mengunggah foto Ted Cruz dalam pesawat ke akun Twitternya pada 18 Februari 2021 dengan menuliskan, “Tebak mana Senator AS dari Texas yang terbang ke Cancun ketiak negara bagiannya mati kedinginan dan harusmerebus air?”

Postingan itu diretweet 81 ribu akun. Tindakan plesiran Ted Cruz di tengah bencana terburuk yang menerpa Texas membuat warga geram. Sejumlah warga berunjuk rasa ke rumahnya.

Ted Cruz meluruskan narasi yang menyudutkan dirinya. Mengutip CNN, dirinya mengatakan bahwa kepergiannya semata karena ingin menjadi seorang ayah yang baik.

Dia mengatakan, putrinya sebelumnya meminta sebuah perjalanan dengan teman-teman ketika sekolah dibatalakan selama seminggu. Meski begitu, dia mengklaim bahwa ia masih memikirkan bencana yang menerpa warga Texas.

“Kita semua adalah orang tua yang memiliki tanggung jawab menjaga anak-anak kita, menjaga keluarga kita. Ini adalah sesuatu yang dilakukan orang Texas di seluruh negara bagian,” kata Ted Cruz.

Ted Cruz adalah politisi konservatif. Dirinya termasuk yang menyuarakan bahwa Pilpres AS 2020 telah dicurangi sampai akhirnya membuat orang-orang mencurigai bahwa dia berada di balik serangan Capitol Hill.

Sumber: Texas Tribune, CNN, ABC 13 News, Griddy, NBC News, CNN, BBC, CNN

Baca juga: Gaji Guru Honorer Hanya Rp700.000, Solusi Kesejahteraan Dinantikan