Oleh: Rani Ayuna Larasati, M.Psi.,Psikolog (Associates Psychologist Chaakra Consulting)

Pentingnya Dukungan Terhadap Kesehatan Mental Karyawan

Pandemi Covid-19 telah berlangsung lebih dari satu tahun lamanya. Di masa pandemi, organisasi dituntut untuk fleksibel dan mengutamakan kesehatan karyawan. Adanya ketentuan pembatasan sosial, jam kerja, karantina, serta aturan bekerja dari rumah tidak hanya mempengaruhi kondisi bisnis perusahaan tetapi juga psikologis karyawan.

Saat ini, model blended working adalah hal yang biasa, terkadang karyawan bekerja dari rumah dan terkadang di kantor. Situasi bekerja yang berubah-ubah tidak hanya membawa resiko bagi kesehatan fisik tetapi juga kesehatan mental. Salah satu riset terhadap 2700 karyawan selama masa pandemi diketahui 75% merasa lebih terisolasi, 67% menyatakan stress meningkat, 57% merasakan peningkatan kecemasan, dan 53% merasa lelah secara emosional (Smith, 2020).

Organisasi perlu menyadari bahwa berjalannya bisnis tidak hanya ditentukan dari kesehatan fisik semata tetapi juga aspek psikologis karyawan (You, Isson, Harriot, 2016). Hal yang perlu diingat adalah karyawan merupakan sumber daya yang tidak ternilai dan berisiko tinggi. Berbeda dengan aset mesin yang dapat diperbaiki sesuai buku manualnya.

World Health Organization mendefinisikan kesehatan mental sebagai keadaan kesejahteraan dimana setiap individu menyadari potensi diri, dapat mengatasi tekanan kehidupan yang normal, dapat bekerja secara produktif dan mampu berkontribusi sesuai perannya. Individu yang sehat secara psikologis berada pada kondisi memiliki kontrol secara sadar dan penuh atas kehidupannya (Kumari & Mishra, 2011). Sedangkan, individu dengan kesehatan mental yang buruk cenderung sulit berpikir, merasa dan berperilaku sesuai dengan seharusnya. Hal tersebut terasa sama buruknya atau bisa jadi lebih buruk dari sakit secara fisik.

Kepedulian terhadap kesehatan mental dapat dihadirkan melalui program pendampingan karyawan sering disebut Employee Assisstance Program (EAP). Sebagai salah satu contoh, PT PLN (Persero) telah memulai program EAP sejak wabah Covid-19 merebak dengan nama Employee Assisstance Centre (EAC). EAC PLN diawali dengan menggandeng karyawan berlatarbelakang psikologi atau yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan mental sebagai tim konselor internal perusahaan.

Pembekalan utama untuk konselor adalah psychological first aid sehingga dapat memberikan pertolongan pertama sesegera mungkin ketika karyawan mulai merasakan adanya ketidaknyaman psikologis. Selain itu, dalam laman instragram @eac.pln juga menghadirkan berbagai tips dan edukasi seputar kesehatan mental.

Beyer, VandePol, Dyme dan Meiners (2020) menjelaskan terdapat tiga peran penting EAP yaitu:

  • Mereduksi gangguan yang mempengaruhi konsentrasi & produktivitas karyawan.
  • Membantu karyawan untuk mewujudkan work life balance.
  • Sebagai perpanjangan tangan manajemen dalam mengelola karyawan

Dukungan terhadap kesehatan mental lebih efektif jika dilakukan secara konsisten dan terjadwal khususnya karyawan yang membutuhkan pendampingan psikologis secara intens. Sentuhan personal dari komunikasi yang teratur dan berkelanjutan memberi pesan bahwa karyawan tidak sendiri dalam melewati masa sulit dan mendapatkan dukungan yang dibutuhkan agar dapat kembali “berdaya” dan produktif.

Program EAP juga merupakan program Low Cost High Impact yang dapat dipertimbangkan oleh setiap organisasi untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, kelekatan serta meningkatkan kekuatan kolektif dalam melewati masa sulit tidak hanya di masa pandemi seperti saat ini tetapi juga seterusnya.