Serial kartun The Simpsons kembali membuktikan ketepatan prediksinya mengenai masa depan. Ini bukan soal kemampuan indera keenam, tetapi hanya kebetulan dengan kepresisian simbol yang umum dapat terjadi.

Ramalan The Simpsons yang paling populer selama ini ketika Trump menjadi Presiden AS. Hal itu terlihat dalam episode 17 season 11 Bart to The Future yang ditayangkan pada tahun 2000.

Sekarang, The Simpsons menunjukkan ketepatannya lagi kepada Wakil Presiden AS Kamala Harris yang baru terpilih. Penampilan busana Kamala dalam upacara pelantikannya sebagai Wakil Presiden AS terlihat persis seperti penampilan Lisa Simpson.

Dalam pengambilan sumpahnya, Kamala terlihat mengenakan blazer ungu dengan hiasan kalung yang melingkar di leher hingga ke bagian dadanya.

Nah, model blazer dan warna ungu itu sama persis dengan yang dikenakan oleh Lisa Simpson ketika tampil sebagai Presiden wanita AS. Cerita ini termuat dalam episode yang sama ketika Trump dikisahkan sebagai Presiden AS.

Tidak hanya warna, Lisa juga terlihat mengenakan kalung mutiara dalam episode tersebut.

Baca juga: Apa Itu Gentrifikasi dan Bagaimana Ia Bisa Mengubah Yogyakarta?

Sontak, ketepatan prediksi The Simpsons ini menarik banyak perhatian khalayak setelah pelantikan Joe Biden dan Kamala Harris sebagai Presiden dan Wakil Presiden AS.

Wartawan ABC Australia, Andy Park membagikan foto Kamala Harris dan Lisa Simpson ke akun Twitternya yang menunjukkan persamaan penampilan kedua wanita itu.

“Saya hanya ingin mengatakan: The Simpsons sudah ada selama 32 tahun. Ada beberapa kebetulan di antara mereka,” kata Andy Park dalam cuitannya.

Seorang pengguna Twitter membalas postingan Andy dengan ekspresi yang biasa-biasa saja tidak terlalu takjub dengan prediksi The Simpsons tersebut. Ia memberikan penjelasan mengapa penampilan Lisa di masa lalu dapat diulangi Kamala Harris sekarang.

Menurutnya, warna ungu melambangkan sejarah gerakan hak pilih wanita sehingga “Tidak mengejutkan bahwa The Simpsons akan meletakkan Presiden Lisa dengan warna ungu dan juga tidak mengejutkan Kamala memilih untuk memakainya,” tulisnya sebagai keterangan foto, Kamis, 21 Januari 2021.

Untuk diketahui, episode Bart to The Future menceritakan kehidupan tokoh utama Bart di masa depan sebagai pemuda urakan, tetapi saudarinya Lisa menjadi Presiden AS.

Dalam kartun itu, ada cuplikan ketika Lisa berbicara kepada stafnya bahwa Presiden Trump telah mewarisi krisis anggaran terhadap pemerintahannya.

Di dunia nyata, pada saat kartun itu tayang Trump berprofesi sebagai pebisnis real estate. Namun tidak ada yang menyangka 16 tahun setelahnya, prediksi The Simpsons menjadi kenyataan bahwa Trump terpilih sebagai Presiden AS ke-45 menggantikan Obama.

Penulis naskah episode tersebut, Dan Greaney dalam wawancaranya bersama Hollywood Reporter Maret 2016 silam, mengatakan bahwa dirinya tidak dapat mengingat siapa yang mengajukan ide cerita untuk episode Bart to The Future.

Greaney menerangkan, dalam penyusunan naskah, tim produksi hanya berpikir untuk menempatkan Lisa dalam masalah yang tidak dapat dia perbaiki. Untuk melengkapinya, mereka pun meletakkan Trump sebagai Presiden sebelum Lisa, ditambah lagi penokohan Bart yang sangat badung begitu mengganggu Lisa yang ditokohkan sebagai Presiden AS yang bersikap lurus.

Ketika tayang pada tahun 2000, Greaney mengaku beberapa penggemar The Simpsons tidak menyukai episode tersebut karena memperlihatkan kehidupan gelap kepada Bart.

Namun, ketika Trump maju sebagai calon Presiden AS tahun 2016 silam, situasinya berubah. Greaney mendapat banyak panggilan tentang episode tersebut. Tidak ada yang menyangka bahwa Trump maju sebagai calon Presiden, dan lebih tidak menyangka ketika dia benar-benar terpilih sebagai Presiden AS mengalahkan Hillary Clinton dari Partai Demokrat.

“The Simpsons selalu merangkul sisi budaya Amerika yang berlebihan dan [Trump] hanyalah pemenuhannya,” kata Greaney.

Baca juga: Lima Kiat Sukses Mendidik Anak dengan Mindfulness Parenting