Kabar penyelidian atas wawancara BBC Panorama dan Putri Diana yang baru-baru ini diajukan menjadi perhatian warganet Indonesia.

Di media sosial, nama Putri Diana menempati trending topic. Keramaian di media sosial itu bermuara dari pemberitaan tentang BBC yang dianggap telah melakukan tindakan ‘penipuan’ untuk membujuk Putri Diana meladeni wawancaranya.

Netizen kembali membuka memori mereka akan sosok Putri Diana. Salah satu yang dibahas banyak adalah cuplikan video ketika Putri Diana mengatakan, “Ini adalah insting wanita,” menanggapi pertanyaan yang meminta dirinya memerikan bukti tentang hubungan Pangeran Charles dan Camilla.

Pencarian kebenaran yang tampaknya akan berjalan panjang. Kehidupan Istana terlalu kedap untuk diselusuri, seperti yang dialami Putri Diana sendiri ketika mengarungi bahtera rumah tangga bersama Pangeran Charles.

Pernikahan Pangeran Charles dan Putri Diana

Kisah cinta di dalam Istana memang menarik minat orang untuk mengetahuinya. Begitu pun dengan urusan pernikahan Pangeran Charles dan Putri Diana pada 1981. Rupa cantik Putri Diana dan keanggunannya telah menambah daya pikat banyak orang di belahan dunia.

Pemberitaan rumah tangga keduanya selalu diangkat sebagai topik pemberitaan di media massa yang sering dibumbui rumor. Satu keyakinan yang begitu kuat adalah pernikahan mereka dipenuhi gonjang-ganjing.

Pada 1992, buku Diana: Her True Story yang dituliskan Andrew Morton terbit. Buku yang memuat banyak kisah rumah tangga yang diceritakan oleh Putri Diana. Bagaimana cerita dari Putri Diana itu bisa sampai ke Andrew Morton? Sumber dalam buku tersebut belum diketahui, apakah dari Putri Diana atau kerabat terdekatnya yang mengirimkan rekaman.

Baca juga: Maradona: Legenda Sepakbola, Tuhan dan Pembela Kaum Miskin

Putri Diana dalam wawancaranya kepada BBC Panorama mengaku tidak pernah bertemu dengan Andrew Morton. Namun, Morton mengaku bahwa Putri Diana adalah narasumber utamanya melalui rekaman.

Terlepas dari itu semua, Diana: Her True Story  telah menjadi buku fenomenal. Daily Mail merangkum beberapa isi buku tersebut yang dirilis ulang dengan judul Diana: Her True Story-In Her Own Words pada 2017 silam.

Salah satu petikan dari buku itu menyebut bahwa Putri Diana yang tengah mengandung Pangeran William di usia empat bulan pernah menjatuhkan dirinya demi mendapat perhatian dari Pangeran Charles. Pangeran William lahir pada 1982.

“Saya mengatakan kepada Charles bahwa saya merasa sangat putus asa dan saya menangis sejadinya. Tetapi, dia mengatakan tangisan saya adalah ‘wolf crying‘. ‘Aku tidak akan mendengarkan,’ katanya, ‘Kamu selalu melakukan ini padaku. Aku akan pergi sekarang,'” kata Putri Diana dalam buku tersebut.

“Jadi, saya menjatuhkan diri. Sang Ratu keluar dan merasa sangat terkejut ketakutan.”

Di situ, Putri Wales ini juga mengungkapkan keterkejutannya mengetahui perilaku Pangeran William yang masih berusia tiga tahun. Ketika Putri Diana sedang bersama Pangeran William di kolam renang Highgrove, Putri Diana meminta putra sulungnya untuk pergi.

Putri Diana
Putri Diana. (Foto: Daily Mail)

“William menoleh kepada saya dan berkata, ‘Kamu wanita paling egois yang pernah saya temui. Yang Anda lakukan hanyalah memikirkan dirimu sendiri’.”

Ucapan itu membuat Putri Diana tercengang, bagaimana mungkin Pangeran William kecil bisa mengatakan demikian.

“Di mana Anda mendengar itu?”

“Oh, aku sering mendengar Papa mengatakannya.”

Bahtera rumah tangga keduanya kian terhantam keras oleh badai setelah Pangeran Charles mengenang masa lalunya bersama Camilla Parker Bowles.

Keduanya pernah menjalani hubungan pada 1970, namun berpisah setelah Pangeran Charles bergabung ke Angkatan Laut Britania Raya pada 1973 dan kian menjauh setelah masing-masing menikah dengan pasangannya.

Skandal hubungan Pangeran Charles dan Camilla sempat terkuak ketika percakapan mereka di telepon disadap pada 1989. Rekaman percakapan itu kemudian dikenal dengan Camillagate atau tampongate karena Pangeran Charles mengucapkan kata tampon kepada Camilla. Simak transkripnya di sini.

Putri Diana sangat kecewa mengetahui Pangeran Charles berhubungan kembali dengan Camilla yang membuat prahara di rumah tangga mereka semakin kuat. Pangeran Charles dan Putri Diana berpisah pada 1992 dan resmi bercerai pada 1996.

Wawancara dengan BBC

Pada 1995, BBC mendapat kesempatan untuk mewawancarai eksklusif Putri Diana. Dipandu jurnalis Martin Bashir, keduanya membahas seputar pernikahan Putri Diana dan Pangeran Charles sampai pada dugaan perselingkuhan suaminya dengan Camilla.

Bashir dalam wawancara itu menanyakan apakah Putri Diana berpikir Camilla menjadi faktor keretakan pernikahan dia dan sang suami.

“Well, ada tiga orang di antara kami dalam pernikahan ini, jadi sedikit ramai,” jawab Putri Diana.

Pada kesempatan itu, Putri Diana juga mengaku pernah mengalami tekanan setelah kelahiran Pangeran William. Petikan yang bertalian dengan isi buku karangan Morton.

“Itu adalah waktu yang agak sulit. Anda bangun di pagi hari dengan perasaan seperti tidak ingin beranjak dari tempat tidur, Anda merasa disalahpahami, dan merasa sangat, sangat rendah diri,” tambah Putri Diana.

Sebagaimana diketahui, Putri Diana meninggal dunia pada 30 Agustus 1997 dalam kecelakaan mobil hebat di terowongan Pont de l’Alma, Paris, Prancis. Saat itu, Putri Diana berada dalam mobil bersama teman dekatnya Dodi Fayed, putra miliarder Mesir Mohamed Al-Fayed. Keduanya baru selesai melaksanakan jamuan makan malam di Ritz Hotel, Paris.

Baca juga: Jeratan Korupsi Edhy Prabowo Akhiri Kontroversi Ekspor Bibit Lobster

Desas-desus penyebab pasti kematian Putri Diana di kecelakaan itu masih diperbincangkan hingga sekarang. Sementara itu, Pangeran Charles dan Camilla menikah pada 9 April 2005.

Wawancara BBC dan Putri Diana kembali digunjing saudara laki-laki Putri Diana, Charles Spencer, yang mengatakan Martin Bashir menggunakan dokumen palsu dan taktik tidak jujur untuk meyakinkan Diana menyetujui wawancara tersebut.

Menanggapi itu, BBC pada Rabu (25/11/2020) mengumumkan telah menunjuk pensiunan hakim senior untuk memimpin penyelidikan atas wawancara tahun 1995 itu. Sementara Pangeran William menyambut penyelidikan terhadap wawancara Ibunya itu, menurut keterangan pejabat Kerajaan, dikutip dari AP, Kamis, 19 November 2020.

Transkrip wawancara BBC dan Putri Diana dapat disimak di sini