Romain Grosjean, pebalap tim Haas di Formula 1 selamat dari kecelakaan mengerikan di GP Bahrain pada Minggu (29/11/2020). Untuk kali pertama sejak insiden itu, ia mengunjungi rekan-rekan timnya yang telah bersiap menyambutnya di paddock sirkuit Sakhir, Bahrain, tempat kecelakaan itu berlangsung.

Pertemuan digelar setelah ia menjalani perawatan selama lima hari di rumah sakit setempat. Pada kesempatan itu, Grosjean terlihat berjalan terpincang-pincang menahan gips yang membaluti kaki kirinya dan tangan yang dipenuhi perban. Ia hanya mengalami luka bakar ringan di kaki dan tangannya.

Kedatangannya dirayakan sederhana. Ia mengenakan kaos, masker hitam terpasang menutup mulutnya. Grosjean menemui orang-orang yang hadir di sana.

Kesempatan itu digunakannya untuk berbincang dan mengucapkan terima kasih kepada para medis dan marshal (relawan) yang membantunya keluar dari kobaran api. Ia memeluk teknisi balapnya Dom setelah terpisah sejak kecelakaan itu.

Kecelakaan Grosjean bermula ketika mobilnya meluncur dengan kecepatan tinggi lebih dari 200 km/jam mengarah keluar lintasan akibat bersenggolan dengan pebalap AlphaTauri, Daniil Kvyat.

Mobil kehilangan kendali dan menghantam pembatas baja hingga menyebabkan kendaraannya terbelah dua. Seketika itu pula, kendaraannya terbakar dan mengeluarkan bola api besar.

Marshal dari pinggir sirkuit dan tenaga medis dari safety car bergegas menuju lokasi sembari menyemprotkan gas pemadam ke kobaran api.

Paparan api terlalu panas dan berbahaya untuk dilewati medis. Grosjean terjebak di dalam kokpit selama kurang lebih 28 detik.

Sesi balapan yang belum selesai satu putaran segera diakhiri sementara waktu. Selama itu pula para pebalap, komentator dan penonton hanya berharap keajaiban mampu menolongnya dari kecelakaan itu.

Keajaiban yang ditunggu-tunggu itu terjadi. Grosjean berhasil keluar dari ruang kokpit dan melompati pembatas untuk menjauhi lokasi sambil mengibaskan kedua tangannya yang terasa panas.

Baca juga: Maradona: Legenda Sepakbola, Tuhan dan Pembela Kaum Miskin

Tenaga medis menjemputnya dan langsung mengarahkan dirinya masuk ke safety car sebelum dirujuk ke rumah sakit setempat.

Saat diwawancarai LCI pada 1 Desember 2020, Grosjean mengungkapkan apa yang terjadi selama detik-detik kebakaran melalap mobil dan dirinya. Bagaimana ia bisa bereaksi cepat merupakan sebuah reaksi yang tidak terduga.

Grosjean menceritakan ketika tabrakan itu, ia melihat warna merah muncul dari balik kaca helmnya. Ia menyadari api menjalar di sekitarnya.

Bayangan Niki Lauda sempat terlintas di pikirannya. “Saya tidak ingin berakhir seperti itu,” kata Grosejean.

Baca juga: Snapchat Keluarkan Jurus Baru Lawan TikTok: Spotlight

Niki Lauda adalah pebalap Ferrari yang pernah mengalami kecelakaan hebat di GP Jerman 1976. Ferarri yang dikendarainya menabrak pembatas setelah melewati tikungan hingga membakar mobil dan wajahnya.

Grosjean dalam jebakan api itu perlahan mulai merasakan panas menjalar ke tangannya. Ia mengira kakinya telah patah. Kematian telah mendekatinya, pikirnya.

Namun, keputusasaan itu berganti setelah ia mengingat anak-anak dan keluarganya. Memori keluarga ini menjadi pendorong dirinya untuk segera bangkit, mengeluarkan kakinya dari ruang kokpit untuk menjauhi kobaran api.

Baca juga: Ahli dan Profesional Indonesia Bagi Wawasan di Simposium PPI Tiongkok

Selama menjalani perawatan, Grosjean aktif untuk mengabarkan kondisi kesehatannya dari ranjang pasien melalui postingan media sosial.

Dukungan warganet terus mengalir kepada pebalap Prancis tersebut. Kecemasan yang melanda penggemar F1 berakhir. Grosjean bahkan menggunakan kartun yang diberikan penggemarnya sebagai foto profil di Twitter-nya sebagai bentuk ucapan terima kasih.

Investigasi penyebab kecelakaan

FIA selaku regulator segera menanggapi kecelakaan Grosjean dengan melakukan investigasi dan evaluasi. Setelah sesi balapan GP Bahrain dilanjutkan, mereka mengumpulkan foto-foto dan rekaman yang ada sebagai bahan penyelidikan awal.

Direktur Balap Formula 1 Michael Masi mengumumkan akan memasang dua baris ban ke pembatas lintasan, tempat Grosjean mengalami kecelakaan, untuk menghindari terulangnya insiden.

Kebetulan, balapan GP Sakhir akhir pekan ini juga digelar di lokasi yang sama dengan GP Bahrain, sesuai rencana awal yang mengalami perubahan akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Jeratan Korupsi Edhy Prabowo Akhiri Kontroversi Ekspor Bibit Lobster

Tim Haas mengumumkan posisi Grosjean yang menjalani masa pemulihan sementara diganti Pietro Fittipaldi.

Mengenai detil investigasi kecelakaan, FIA mengumumkan temuan investigasi kemungkinan akan dirilis dalam waktu delapan minggu.

Selagi menunggu hasil investigasi, sejumlah media mengemukakan bahwa fitur halo yang dipasang di kokpit menjadi penolong utama yang membuat Grosjean terhindar dari cedera parah.

Halo memungkinkan kepala Grosjean terhindar dari benturan baja ketika rangka depan mobilnya menembus dinding pembatas itu.

Baca juga: Penjelasan Masyarakat Jangan Terlena dengan Kemajuan Pengembangan Vaksin Covid-19

Seragam balapan tahan api turut berkontribusi untuk melindungi tubuh Grosjean terbakar oleh panas api.

Penggunaan seragam tahan api telah diatur FIA. Dalam regulasinya, FIA menetapkan standar seragam pebalap harus berbahan tahan api langsung minimal 12 detik.

Persyaratan tahan api juga diatur untuk celana, kaos kaki, dan balaclava harus tahan minimal 5 detik, sepatu 11 detik, dan sarung tangan 10 detik kecuali untuk telapak tangan harus tahan minimal selama 8 detik dari suhu panas api.

Keselamatan pebalap di arena lintasan menjadi perhatian penggemar dan official. Lewis Hamilton, pebalap tim Mercedes yang sudah memastikan gelar juara dunia F1 musim 2020 sempat mengutarakan pendapatnya perihal resiko yang selalu menghantui mereka.

“…Bagi Anda di luar sana yang lupa, kami mempertaruhkan hidup untuk olahraga ini dan untuk apa yang kami cintai. Terima kasih kepada FIA atas langkah besar yang telah kita lakukan agar Romain untuk membawanya lebih aman,” tulis Lewis melalui akun Twitter sesaat setelah kecelakaan Grosjean.

Baca juga: Mencoba Membenci Pramugari di Kereta Api