Bosnia adalah satu dari sekian negara berkembang yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan vaksin Covid-19. Pengiriman vaksin COVAX mengalami penundaan.

Masalah yang dihadapi Bosnia menunjukkan dinamika dalam distribusi vaksin Covid-19. Pandemi Covid-19 memukul lini kehidupan dan perekonomian, namun negara-negara di dunia berlomba untuk memperoleh vaksin untuk bisa mengakhiri pandemi Covid-19.

Kondisi ini merisaukan karena sejumlah negara maju menimbun ketersediaan vaksin untuk negara masing-masing yang menghambat pelaksanaan vaksinasi di negara berkembang dan miskin .

Perebutan vaksin menjadi isu bersama pemimpin dunia. Jalan keluar ditempuh seperti yang dilakukan WHO menginisiasi program vaksin COVAX. Selebihnya, kerja sama antar negara diupayakan untuk membantu ketersediaan vaksin Covid-19 di negara-negara yang terkendala.

Bentuk solidaritas ini diterima Bosnia yang akan mengurai masalah vaksinasi di negara bekas Yugoslavia tersebut setelah Presiden Serbia, Aleksandar Vucic mengunjungi Sarajevo, Ibu Kota Bosnia pada Maret 2021.

Baca juga: Artidjo Alkostar Sosok yang Menakutkan Bagi Koruptor Itu Berpulang

Vucic datang dengan membawa 10.000 dosis vaksin AstraZeneca. Jumlah yang cukup untuk dapat melaksanakan vaksinasi kepada 5.000 orang.

“Saya senang jika kita akan menyelamatkan lima, sembilan atau sepuluh nyawa,” kata Vucic di bandara Sarajevo, mengutip Balkan Insight.

Anggota kepresidenan Kroasia Zeljko Komsic mengatakan, bila salah satu dari 5.000 vaksin atau 10.000 yang potensial akan menyelamatkan nyawa, maka ini merupakan sesuatu yang layak.

Dukungan Serbia tidak sepenuhnya meyakinkan pejabat. Menteri Luar Negeri Bosnia Bisera Turkovic dilaporkan keberatan karena vaksin yang disumbangkan Serbia diproduksi di India yang disebut belum memiliki persetujuan digunakan di UE atau di AS, laporan Aljazeera.

Jembatan lama, Mostar
Jembatan lama, Mostar, Bosnia-Herzegovina. (FOTO: CNN)

Baca juga: Bagaimana Polusi Cahaya Ganggu Kesehatan dan Keselamatan? Simak Penjelasannya

Sentimen perang saudara 1992=1995 memang masih menguat di benak Bosnia terhadap Serbia. Perang ini menciptakan dua entitas dalam pemerintahan bersama Federasi Bosnia dan Herzegovina dan Republika Srpska. Untuk diketahui Republika Srpska telah memperoleh 22,000 dosis vaksin Sputnik V dari Rusia.

Menanggapi keberatan tersebut, Vucic yang notabene bekas ekstremis nasionalis yang mendukung perang Serbia-Bosnia mengatakan bahwa negaranya akan memberi vaksin apa pun yang dicari warga Bosnia.

“Saya melihat beberapa orang keberatan, vaksin apa pun yang Anda inginkan, kami akan mengirimkannya. Sekarang kami sudah pesan Moderna, jadi kami punya lima vaksin,” kata Vucic.

Total kasus Corona di Serbia Herzegovina mencapai 134.892 kasus dengan kasus harian sebesar 910 kasus pada 4 Maret 2021, laporan worldometers.

Baca juga: Yuk, Kenali 6 Jenis Instrumen Investasi untuk Kaum Muda

Bosnia dilaporkan akan menggugat program vaksin COVAX kecuali vaksin dapat tiba sesuai kesepakatan. Bosnia sebelumnya meminta 1,2 juta vaksin untuk bisa mencapai kekebalan kelompok di negaranya.

COVAX adalah skema kolaborasi global dalam mempercepat pengembangan, produksi, dan akses vaksin Covid-19 yang dipimpin Gavi, Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) dan WHO untuk menjamin akses vaksin Covid-19 yang adil dan merata ke seluruh dunia.

Meski terlambat mengirim ke Bosnia, vaksin Covax dilaporkan sudah mendarat di dataran Afrika, teptatnya di Ghana dan Pantai Gading pada akhir Februari 2021.

Ghana menerima 600.000 dosis pada 24 Februari dan Pantai Gading 504.000 dosis dua hari kemudian.

Kedua negara menerima vaksin AstraZeneca yang dilisensikan dan diproduksi oleh Serum Institute of India (SII) dengan merek COVISHIELD yang sudah diberikan izin penggunaan darurat oleh WHO pada 15 Februari 2021.

COVAX direncanakan akan mengirimkan setidaknya 2 miliar dosis vaksin COVID-19 pada akhir tahun 2021, termasuk setidaknya 1,3 miliar ke 92 negara yang memenuhi syarat untuk mendapatkan dukungan melalui COVAX Advanced Market Commitment (AMC).

Baca juga: Apa Keunggulan Clubhouse ke Pengguna Dibanding Media Sosial Lainnya?