Siklus Rezim ‘rakus’ berputar t e r u s.

Dianggapnya Negara ini arena S i r k u s.

Di sana kulihat banyak tikus berdasi menggerus, menghunus rakyat sampai kurus. Tirus. Usus jadi (maaf) anus. Akhirnya typus.

Bayar infus gak ada fulus. BPJS? Hanya bisa mengelus dada. Sembari menengok antrian yang bisa bikin (maaf lagi) mampus.

Katanya Tax Amnesty surplus? Tapi kok penerimaan pajak masih kurang. Kemana gerangan Triliunan Fulus itu? Hangus dimakan makhluk halus?

Taipan, Konglomerat Hitam kau beri J u s.

Rakyat kere melarat kau berikan v i r u s.

Di awal tahun, kau hembus tiga kenaikan tarif yang bisa berdampak banyak anak bangsa sekolahnya putus. Apakah urat malu Tuan dan Puan Penguasa sudah putus?

Pajak Kendaraan dan tarif listrik naik, ditambah harga Cabai meroket, rakyat berkesimpulan: NEGARA TAK TERURUS! Pemerintah gagal fokus.

Ini serius. Kalau begini terus, mandat rakyat bisa tergerus. Terbawa arus kemarahan. Revolusi pun kembali meletus. Tunggu saja, Rakyat dan Mahasiswa masih punya simpanan jurus. Jurus mabok untuk menghadapi rezim rakus.

Apa perlu bangunkan Para Pendiri Bangsa dari kubur? Agar tahu, memimpin itu dengan tulus bukannya jadi markus apalagi Gayus!

*Semoga gak jayus